30, 2026
Nasional

Kebakaran Lapak di Jembatan Besi Tambora, 7 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran melanda lapak di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Tujuh unit pemadam kebakaran dikerahkan, pemadaman sudah selesai.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Kebakaran Lapak di Jembatan Besi Tambora, 7 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran melanda sejumlah lapak di kawasan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, pada Senin malam. Insiden tersebut menghanguskan sejumlah bangunan semipermanen yang selama ini digunakan sebagai tempat usaha oleh warga setempat. Sedikitnya tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang sempat membesar dan merembet ke beberapa bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul sekitar pukul 19.30 WIB. Titik awal kebakaran diduga berasal dari salah satu lapak yang berada di bawah kolong jembatan. Dalam waktu singkat, kobaran api menyebar cepat karena material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu dan mudah terbakar. Kepulan asap tebal terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian dan sempat terlihat dari kawasan sekitar.

Proses Pemadaman dan Pengarahan Petugas

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak tujuh unit mobil damkar dikerahkan dari beberapa pos terdekat untuk mempercepat proses pemadaman. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyekatan agar api tidak meluas ke permukiman padat penduduk yang berjarak hanya beberapa meter dari titik kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena akses jalan menuju lokasi tergolong sempit. Petugas harus menarik selang pemadam melalui gang-gang kecil di antara permukiman warga. Kondisi tersebut membuat mobilitas kendaraan pemadam kebakaran terbatas, sehingga penanganan dilakukan secara manual dengan mengandalkan selang dan tekanan air dari mobil damkar yang diparkir di jalan utama.

Warga Panik dan Berupaya Menyelamatkan Barang

Kepanikan terlihat di antara warga sekitar saat api mulai membesar. Sejumlah warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam lapak dan rumah mereka. Namun, karena kobaran api cepat membesar, sebagian dari mereka hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda.

Sejumlah warga juga terlihat berupaya membantu petugas dengan cara menyemprotkan air menggunakan ember dan alat seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang berdekatan. Meski demikian, petugas tetap mengimbau warga agar tidak mendekati area kebakaran demi keselamatan bersama.

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas masih melakukan pendataan terhadap jumlah lapak dan bangunan yang terdampak. Selain itu, penyebab pasti kebakaran juga belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian dan petugas terkait masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Sejumlah saksi di lokasi menyebut bahwa api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu lapak. Namun, dugaan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi. Petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber api yang sebenarnya.

Dampak bagi Warga dan Pedagang

Kebakaran ini menimbulkan kerugian material yang cukup besar bagi para pemilik lapak. Sebagian besar dari mereka mengaku kehilangan sumber penghasilan karena lapak beserta barang dagangan ludes terbakar. Beberapa pedagang menyatakan bahwa mereka tidak sempat menyelamatkan dagangan karena api menyebar terlalu cepat.

Selain kerugian material, peristiwa ini juga berdampak pada aktivitas warga di sekitar Jembatan Besi. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat banyaknya kendaraan pemadam kebakaran yang terparkir di badan jalan. Petugas kepolisian dibantu warga mengatur lalu lintas agar kendaraan lain bisa tetap melintas.

Penanganan Lanjutan dan Imbauan Keamanan

Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak. Bantuan darurat berupa tempat penampungan sementara dan kebutuhan dasar akan disiapkan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan lancar.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dengan bangunan semipermanen. Warga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan korsleting. Selain itu, ketersediaan alat pemadam api ringan di lingkungan permukiman juga perlu diperhatikan agar api dapat ditangani lebih dini sebelum membesar.

Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Proses evakuasi dan pendataan diperkirakan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Masyarakat di sekitar lokasi diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.

Hingga malam berakhir, sejumlah petugas masih bersiaga di lokasi. Pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter