17, 2026
Nasional

Kemenbud Gelar Kirab Pusaka & Ruwatan Bumi, Hadirkan 9 Pusaka Bersejarah

Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi hadirkan sembilan pusaka bersejarah Indonesia di TMII. Kegiatan ini memperkuat apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara.]]>

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kemenbud Gelar Kirab Pusaka & Ruwatan Bumi, Hadirkan 9 Pusaka Bersejarah

Kemenbud Gelar Kirab Pusaka & Ruwatan Bumi, Hadirkan 9 Pusaka Bersejarah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenbudristek) menggelar acara Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda 2023. Acara yang digelar di area Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/10/2023) ini menampilkan sembilan pusaka bersejarah yang menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

Kepala Bidang Kebudayaan Kemenbudristek, Dr. I Made Sudarna, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan pusaka-pusaka bersejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. "Pusaka bukan hanya benda biasa, tetapi merupakan simbol kearifan lokal, jati diri, dan warisan leluhur yang perlu dijaga dan dilestarikan," ujarnya saat konferensi pers sebelum acara.

Prosesi Kirab Pusaka yang Memukau

Prosesi kirab dimulai pukul 08.00 WIB dengan rombongan membawa sembilan pusaka bersejarah dari arah Taman Monas menuju panggung utama. Setiap pusaka dibawa oleh penjaga adat yang khusus dari daerah asal benda tersebut, yang mengenakan pakaian adat tradisional.

Sembilan pusaka yang ikut dalam kirab ini antara lain Keris Kyai Joko Pitono dari Jawa Tengah, Tombak Kyai Pleret dari Yogyakarta, dan Pedang Kyai Ageng dari Surakarta. Selain itu, ada juga Gong Kyai Alus dari Bali, Sunduklan dari Nusa Tenggara Barat, dan Tombak Cundrik dari Jawa Barat.

Sebagai bentuk penghormatan, setiap pusaka dibungkus kain khas dengan motif tradisional dan diarak dengan diiringi gamelan dan musik daerah asalnya. Prosesi ini diikuti ribuan pengunjung yang memadati area sekitar Monas, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Ritual Ruwatan Bumi sebagai Penutup Acara

Setelah prosesi kirab selesai, dilaksanakan ritual Ruwatan Bumi yang dipimpin oleh empat pemuka adat dari berbagai daerah di Indonesia. Ritual ini dilaksanakan sebagai simbol membersihkan bumi dari segala bentuk kekacauan dan membawa keharmonisan bagi bangsa.

Dalam ritual ini, empat pemuka adat membacakan mantra dan doa sambil menyembelih seekor kambing sebagai simbol penyucian. Daging kambing kemudian dibagikan kepada pengunjung sebagai bentuk berkah. Selain itu, juga dilakukan penanaman pohon beringin di sekitar Monas sebagai simbol kehidupan dan kesinambungan.

Ketua Panitia Pelaksana, Budi Santoso, menjelaskan bahwa Ruwatan Bumi merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu dan kini kembali dihidupkan sebagai bentuk pelestarian budaya. "Ritual ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Indonesia, yaitu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan leluhur," katanya.

Tanggapan Positif dari Masyarakat

Acara ini mendapat respons positif dari masyarakat. Rina, salah seorang pengunjung yang datang dari Bekasi, mengaku terkesan dengan kekayaan budaya yang ditampilkan. "Saya merbangga bisa melihat dekat pusaka-pusaka bersejarah yang biasanya hanya terlihat di museum. Ini sangat berarti untuk menumbuhkan rasa cinta akan budaya bangsa di kalangan generasi muda," ujarnya.

Sementara itu, Surya, seorang mahasiswa arsitektur dari Universitas Indonesia, menilai acara ini penting untuk dilaksanakan. "Melihat langsung bagaimana masyarakat menghormati pusaka-pusaka ini membuat saya sadar betapa kaya warisan budaya kita. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan diikuti oleh generasi muda," tambahnya.

Kepala Kemenbudristek, Nadiem Anwar Makarim, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitemen pemerintah dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. "Kebudayaan adalah jiwa bangsa. Dengan memahami dan menghormati warisan leluhur, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik," tegasnya.

Acara Kirab Pusaka dan Ruwatan Bumi ini diakhiri dengan penyerahan simbol penyerahan amanah kepada generasi muda yang diwakili oleh sekelompok pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Simbol ini akan disimpan di Museum Nasional dan akan ditampilkan lagi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter