30, 2026
Politik

Kemendagri Perkuat Peran Pemda dalam Perencanaan Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/22/6ab21dc7846b4-kemendagri-mendorong-penguatan-peran-pemerintah-daerah-pemda-dalam-mengintegrasikan-program-dan-kegiatan-dekranas_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengintegrasikan program dan kegiatan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta Tim Penggerak Posyandu. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan sinergi antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di tingkat daerah, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia.

Integrasi Program untuk Efektivitas Pembangunan Daerah

Dalam berbagai forum koordinasi, Kemendagri menekankan bahwa program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu memiliki keterkaitan erat dengan urusan pemerintahan daerah. Dekranas berfokus pada pengembangan ekonomi kerajinan dan kewirausahaan, TP PKK bergerak di bidang pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan sosial, sementara TP Posyandu berperan penting dalam pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu dan anak. Ketiga entitas ini sering kali berjalan sendiri-sendiri di daerah, sehingga potensi sinergi belum optimal.

Oleh karena itu, Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan ketiga program tersebut sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Integrasi ini dapat dilakukan melalui penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta pengalokasian anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan begitu, program-program yang diinisiasi pusat tidak berhenti di tingkat kewenangan, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di desa dan kelurahan.

Peran Strategis TP PKK dan Posyandu dalam Pelayanan Publik

TP PKK dan Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan sosial dan kesehatan di tingkat komunitas. TP PKK selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan seperti penyuluhan gizi, pengembangan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), hingga gerakan hidup bersih dan sehat. Sementara itu, Posyandu menjadi garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, serta penanganan stunting.

Kemendagri menilai bahwa keberadaan TP PKK dan Posyandu perlu diperkuat tidak hanya secara kelembagaan, tetapi juga dari sisi kapasitas sumber daya manusia dan dukungan anggaran. Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi pelatihan bagi kader PKK dan Posyandu, menyediakan sarana prasarana yang memadai, serta memastikan ketersediaan data yang akurat untuk perencanaan berbasis bukti. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Dekranas sebagai Penggerak Ekonomi Kerajinan

Di sisi lain, Dekranas memiliki peran penting dalam mengembangkan industri kerajinan yang berbasis potensi lokal. Kerajinan daerah tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sumber penghidupan bagi banyak keluarga, terutama di pedesaan. Melalui pendampingan, pelatihan, dan promosi, Dekranas dapat membantu pelaku usaha kerajinan meningkatkan daya saing, termasuk menembus pasar digital dan ekspor.

Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk mengaitkan program Dekranas dengan kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan vokasi, serta akses permodalan. Dengan integrasi ini, diharapkan muncul sentra-sentra kerajinan baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan asli daerah.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski demikian, penguatan peran pemerintah daerah bukan tanpa tantangan. Perbedaan kapasitas fiskal antar daerah, keterbatasan tenaga kerja terlatih, serta lemahnya koordinasi lintas perangkat daerah menjadi beberapa kendala yang kerap muncul. Kemendagri menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah pusat, termasuk melalui bimbingan teknis, asistensi penyusunan perencanaan, dan monitoring evaluasi secara berkala.

Selain itu, kolaborasi dengan organisasi masyarakat, dunia usaha, dan akademisi juga diperlukan agar program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Pendekatan kolaboratif ini diyakini mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Kemendagri berharap pemerintah daerah dapat menjadikan penguatan ketiga program tersebut sebagai prioritas dalam agenda pembangunan. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta pengawasan yang ketat, kontribusi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu terhadap kesejahteraan masyarakat diharapkan semakin nyata. Upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan otonomi daerah yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga pada hasil nyata bagi warga.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter