30, 2026
Olahraga

Suporter Persib Bela Shin Tae-yong usai Diteriaki ‘Pendatang’ oleh Dirtek Java United, Singgung Jasa di Timnas Indonesia

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/11/15/69183ba17c9bf-suporter-persib_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Suporter Persib Bela Shin Tae-yong usai Diteriaki 'Pendatang' oleh Dirtek Java United

Gelombang solidaritas kembali mengalir dari basis pendukung Persib Bandung terhadap Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu menjadi sasaran cemoohan dalam sebuah laga yang melibatkan Java United, klub yang berbasis di Australia. Insiden tersebut memantik reaksi keras dari Bobotoh, sebutan bagi suporter Persib, yang menilai perlakuan terhadap Shin Tae-yong tidak pantas mengingat jejak pengabdiannya bagi sepak bola Indonesia.

Keributan bermula ketika Direktur Teknik Java United melontarkan teriakan bernada merendahkan ke arah Shin Tae-yong. Kata "pendatang" disebut-sebut keluar dari mulut sang direktur teknis dalam sebuah momen pertandingan yang kemudian tersebar luas melalui rekaman video di media sosial. Rekaman itu dengan cepat menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air, terutama di platform digital yang menjadi ruang berkumpulnya para pendukung klub-klub Liga 1.

Reaksi Bobotoh dan Solidaritas Sesama Pendukung

Bobotoh yang selama ini dikenal vokal dalam membela apa pun yang berkaitan dengan kepentingan sepak bola nasional langsung mengangkat suara. Berbagai tagar terkait Shin Tae-yong dan Java United membanjiri linimasa media sosial. Banyak dari mereka menyinggung jasa besar pelatih berusia 55 tahun tersebut selama menangani Timnas Indonesia, termasuk keberhasilan membawa skuad Garuda menembus putaran final Piala Asia dan menorehkan sejarah dengan mengalahkan tim-tim kuat Asia Tenggara di berbagai ajang resmi.

Sejumlah akun suporter Persib menyebut bahwa Shin Tae-yong bukanlah sosok asing yang layak disebut pendatang. Mereka mengingatkan publik bahwa pria kelahiran Yeongdeok itu telah menghabiskan bertahun-tahun membangun fondasi permainan Timnas Indonesia dari level usia muda hingga senior. Pembinaan yang ia lakukan menyentuh generasi emas sepak bola nasional, mulai dari Egy Maulana Vikri, Marselino Ferdinan, hingga Rizky Ridho. Bagi Bobotoh, label "pendatang" justru berbalik menjadi pengingat bahwa Shin Tae-yong telah menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Indonesia.

Solidaritas ini tidak hanya datang dari pendukung Persib. Basis suporter klub lain seperti The Jakmania, Bonek, dan Aremania turut menyampaikan pembelaan serupa. Fenomena ini menunjukkan bahwa isu tersebut telah melampaui sekat rivalitas antarklub dan menjelma menjadi persoalan kebanggaan nasional. Banyak pihak menilai serangan verbal terhadap Shin Tae-yong sama halnya dengan merendahkan kontribusi yang telah ia berikan untuk sepak bola Indonesia.

Jejak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong pertama kali dipercaya menangani Timnas Indonesia pada akhir 2019. Sejak saat itu, ia menorehkan sejumlah capaian penting. Salah satu momen paling bersejarah adalah keberhasilan membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 di Qatar, sebuah pencapaian yang telah lama dinantikan publik sepak bola nasional. Di ajang tersebut, Indonesia bahkan mampu melaju hingga babak 16 besar, mencatatkan sejarah baru dalam kompetisi sepak bola tertinggi Asia.

Selain itu, Shin Tae-yong juga membawa Timnas Indonesia U-23 menembus semifinal Piala Asia U-23 2024, prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya. Keberhasilan ini membuat nama Indonesia semakin diperhitungkan di kancah sepak bola Asia. Ia juga berperan besar dalam proses naturalisasi sejumlah pemain keturunan yang kini memperkuat lini utama Timnas Indonesia, seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama. Pendekatan taktis dan disiplin fisik yang ia terapkan menjadi ciri khas permainan skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir.

Prestasi-prestasi inilah yang membuat banyak pihak mempertanyakan dasar dari cemoohan yang dilontarkan Direktur Teknik Java United. Sejumlah pengamat sepak bola menilai insiden tersebut mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap pelatih yang telah berjasa besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Mereka juga menyoroti pentingnya menjaga etika dalam dunia olahraga, terutama dalam interaksi antar pelaku sepak bola lintas negara.

Respons Publik dan Imbauan Menjaga Sportivitas

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Java United maupun Shin Tae-yong terkait insiden tersebut. Namun, gelombang dukungan untuk Shin Tae-yong terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk mantan pemain Timnas Indonesia dan pengamat sepak bola nasional. Banyak yang berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas dan saling menghormati.

Kasus ini sekaligus menegaskan bahwa hubungan antara pelatih dan suporter sepak bola Indonesia tidak sekadar soal hasil pertandingan. Ada ikatan emosional yang terbangun dari kerja keras, dedikasi, dan keberhasilan yang telah diraih bersama. Bagi Bobotoh dan suporter lainnya, membela Shin Tae-yong bukan hanya soal membela seorang pelatih asing, melainkan membela harga diri sepak bola Indonesia yang telah lama berjuang untuk diakui di kancah internasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter