Kemensos Gelar Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026
Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menggelar Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 dalam sebuah acara yang berlangsung meriah di Jakarta pada Rabu (15/3/2026). Acara penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi karya jurnalistik yang memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan literasi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Kemensos dipimpin oleh Menteri Sosial KH. Yahya Cholil Staquf yang didampingi oleh pejabat tinggi lainnya. Dalam sambutannya, Menteri Sosial menekankan pentingnya peran jurnalistik dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.
Penghargaan untuk Karya Berpengaruh
Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 menyediakan beberapa kategori penghargaan, antara lain Kategori Liputan Investigasi Sosial, Kategori Inovasi Jurnalisme Digital, Kategori Dokumentasi Perubahan Sosial, dan Kategori Opini yang Mendorong Perubahan. Setiap kategori memiliki kriteria penilaian yang ketat, mencakup aspek kebenaran informasi, kedalaman analisis, dampak sosial, dan kreativitas penyajian.
Ketua Dewan Juri, Prof. Dr. Siti Aminah, menjelaskan bahwa proses penilaian berlangsung selama dua bulan dengan melibatkan para praktisi jurnalistik, akademisi, dan praktisi sosial dari berbagai latar belakang. "Kami menilai berdasarkan keberanian menjelajahi isu-isu sosial yang kompleks, kehati-hatian dalam memverifikasi informasi, serta dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat terdampak," ujar Prof. Siti.
Gus Ipul: Media sebagai Penggerak Perubahan Sosial
Salah satu momen puncak dalam acara ini adalah pidato khusus dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang akrab disapa Gus Ipul. Dalam pidatonya, Gus Ipul menyoroti peran penting media dalam membawa perubahan sosial yang berkelanjutan.
"Media tidak sekadar sebagai penyebar informasi, tetapi sebagai penggerak perubahan sosial yang nyata. Melalui liputan yang mendalam dan responsif, media dapat mengangkat isu-isu terpinggirkan dan mendorong solusi kolaboratif antara pemerintah, masyarakat sipil, dan swasta," tegas Gus Ipul.
Gus Ipul juga berbagi pengalamannya dalam membangun program-program pemberdayaan di Jawa Timur yang banyak dipengaruhi oleh masukan dan sorotan media. "Banyak kebijakan kami terinspirasi dari laporan-laporan investigasi jurnalis yang mengungkap kondisi nyata di lapangan. Media menjadi mata dan telinga kita untuk memahami kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Karya Pemenang dan Dampak Sosial
Pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 diumumkan pada malam penghargaan. Kategori Liputan Investigasi Sosial diraih oleh tim dari majalah Tempo dengan seri investigasi tentang kondisi para penyandang disabilitas di daerah terpencil. Kategori Inovasi Jurnalisme Digital dimenangkan oleh portal berita lokal Jatim Network yang mengembangkan platform digital untuk pemberdayaan UMKM.
Dokumenter "Harapan di Balik Guncangan" yang mengisahkan perjuangan korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur memenangkan Kategori Dokumentasi Perubahan Sosial. Sedangkan Kategori Opini yang Mendorong Perubahan diraih oleh wartawan senior dari Kompas dengan seri tulisannya tentang reformasi sistem jaminan kesehatan.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial menyampaikan apresiasi kepada seluruh jurnalis yang telah berkontribusi dalam memperjuangkan isu-isu sosial. "Kami berharap penghargaan ini bukan sebagai akhir dari perjuangan, tetapi sebagai motivasi bagi para jurnalis untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif dan sejahtera," pungkasnya.
Acara yang dihadiri oleh ratusan praktisi jurnalistik, pejabat pemerintah, dan perwakil organisasi masyarakat ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Kemensos dan organisasi pers untuk memperkuhat sinergi dalam penanganan isu-isu sosial.
Komentar (0)