14, 2026
Nasional

Ketua Komdis PSSI: Penyerangan Bus Persib U-18 dan The Jakmania Cikampek Ranahnya Kepolisian dan Hukum Pidana

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ketua Komdis PSSI: Penyerangan Bus Persib U-18 dan The Jakmania Cikampek Ranahnya Kepolisian dan Hukum Pidana

Penyerangan yang dialami bus tim Persib U-18 oleh suporter The Jakmania di Cikampek, Jawa Barat, menjadi perhatian serius. Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan masalah yang berada dalam ranah kepolisian dan hukum pidana. Menurutnya, PSSI akan menunggu hasil investigasi dari pihak berwajib sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait sanksi yang akan diberikan kepada pelaku maupun The Jakmania sebagai kelompok suporter.

Insiden penyerangan terjadi pada Selasa (15/8) malam saat bus Persib U-18 sedang dalam perjalanan menuju Bandung setelah melakukan pertandingan uji coba di Bekasi. Bus yang membawa pemain dan ofisial tim ini diserang oleh sejumlah orang yang diduga merupakan anggota The Jakmania. Akibatnya, beberapa jendela bus pecah dan sejumlah pemain mengalami luka ringan karena terkena pecahan kaca.

"Kami dari PSSI mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap bus Persib U-18. Tapi kami juga harus melihat dari sisi hukum. Ini sudah termasuk tindakan pidana, jadi penanganannya harus melalui kepolisian," ujar Yunus Nusi dalam keterangannya, Rabu (16/8).

Yunus menjelaskan bahwa meskipun PSSI memiliki aturan mengenai tindakan disiplin bagi suporter, namun dalam kasus ini, fokus utama adalah penanganan hukum. "Kami akan menunggu hasil laporan dari kepolisian. Jika ada nama-nama yang teridentifikasi sebagai pelaku, maka PSSI bisa memprosesnya secara disiplin," tambahnya.

Kronologi Insiden

Menurut keterangan yang dihimpun, bus Persib U-18 sedang dalam perjalanan pulang setelah melawan tim Perserikatan di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Saat melalui tol Cikampek, bus tersebut dihentikan oleh sejumlah orang yang sudah menunggu di bawah jembatan.

Saksi mata mengatakan bahwa para penyerang melempar batu dan benda keras lainnya ke arah bus. Beberapa jendela belakang bus pecah dan pecahan kaca menjerat beberapa pemain. Sopir bus yang sempat panik langsung menghubungi pihak kepolisian dan berusaha melarikan diri menuju arah yang lebih aman.

"Saya sedang duduk di kursi dekat jendela belakang. Tiba-tiba ada suara pecah kaca dan saya merasa sakit di pipi. ternyata terkena pecahan kaca," kata salah satu pemain Persib U-18 yang tidak mau disebutkan namanya.

Tanggapan Pihak Terkait

Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengaku kecewa dengan insiden tersebut. "Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki insiden ini. Tindakan seperti ini tidak bisa ditoleransi dan harus diadili sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah suporter. "Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. Baik itu dilakukan oleh suporter maupun pihak lain. PSSI akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak tegas pelaku," ujar Erick.

Polisi Jawa Barat sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki insiden ini. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan. "Kami sudah mengumpulkan sejumlah saksi dan sedang memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian," ujarnya.

Kebijakan PSSI terkait Suporter

Yunus Nusi juga menyoroti kebijakan PSSI dalam mengelola masalah suporter. Menurutnya, PSSI telah memiliki aturan mengenai kode etik dan disiplin bagi suporter, namun dalam kasus kekerasan fisik, penanganannya berbeda.

Yunus menambahkan bahwa PSSI akan mempertimbangkan untuk memberikan sanksi kepada The Jakmania jika ternyata ada bukti bahwa organisasi suporter ini terlibat dalam insiden tersebut atau gagal mengontrol anggotanya.

"Kami akan lihat hasil investigasi kepolisian. Jika ada bukti bahwa The Jakmania terlibat, maka kami akan mempertimbangkan sanksi sesuai aturan. Bisa saja sanksi denda, larangan pertandingan, atau bahkan pembekuan organisasi," tegasnya.

Dampak pada Sepak Bola Indonesia

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kekerasan dalam sepak bola di Indonesia masih menjadi masalah serius. Berbagai pihak meminta agar PSSI dan pemerintah mengambil langkah tegas untuk mencegah aksi serupa di masa depan.

Sementara itu, Komisi Anti Kekerasan Sepak bola (KAKS) juga meminta agar pihak terkait segera menyelesaikan masalah ini. "Kami mendesak PSSI dan kepolisian untuk segera menindak tegas pelaku demi menciptakan lingkungan sepak bola yang aman," ujar Ketua KAKS, Dedi Sutanto.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter