21, 2026
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, Bos ASDP Sampaikan Permohonan Maaf

KMP Batumandi terbakar saat mau sandar di Pelabuhan Merak. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan permintaan maaf.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KMP Batumandi Terbakar, Bos ASDP Sampaikan Permohonan Maaf

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh penumpang, awak kapal, dan keluarga atas insiden kebakaran yang menimpa KMP Batumandi. Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab korporasi atas musibah yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

Dalam pernyataan resminya, manajemen ASDP menyebut insiden tersebut menjadi pukulan berat bagi perusahaan sekaligus pengingat bahwa aspek keselamatan pelayaran tidak boleh lengah sedikit pun. Manajemen memastikan seluruh jajaran, mulai dari kantor pusat hingga cabang pelabuhan, diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan kebakaran di atas kapal.

Kronologi dan Proses Evakuasi

Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun dari lapangan, kebakaran pertama kali diketahui dari munculnya kepulan asap yang disertai api di bagian kapal. Awak kapal yang mengetahui kejadian itu segera membunyikan alarm tanda bahaya dan mengarahkan penumpang menuju titik kumpul atau muster station yang telah ditentukan. Prosedur tanggap darurat dijalankan dengan memprioritaskan penyelamatan jiwa manusia.

Proses evakuasi berlangsung di bawah koordinasi nakhoda bersama petugas di pelabuhan. Penumpang diarahkan turun melalui jalur evakuasi yang tersedia, sementara sebagian awak kapal berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan pemadam yang ada di atas kapal. Upaya pemadaman kemudian mendapat bantuan dari petugas pemadam kebakaran serta kapal-kapal di sekitar lokasi kejadian yang dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dari sisi luar.

Berdasarkan laporan sementara, seluruh penumpang dan anak buah kapal berhasil dievakuasi ke tempat yang aman. Petugas medis disiagakan di lokasi untuk memeriksa kondisi penumpang, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia. Penumpang yang membutuhkan perawatan lanjutan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Koordinasi Lintas Instansi

Manajemen ASDP menyatakan penanganan insiden dilakukan secara terpadu bersama sejumlah instansi terkait, antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Badan SAR Nasional, kepolisian, TNI, serta dinas pemadam kebakaran setempat. Koordinasi mencakup evakuasi penumpang, upaya pemadaman, penyelamatan barang bawaan, hingga pengamanan area sekitar kapal agar tidak menimbulkan risiko lanjutan.

Selain itu, perusahaan mengerahkan kapal-kapal lain untuk membantu proses evakuasi dan pemadaman. Penumpang yang belum sempat melanjutkan perjalanan diarahkan untuk mengikuti proses pengalihan ke kapal berikutnya. Petugas di lokasi juga membuka pos layanan informasi guna menjawab pertanyaan keluarga penumpang yang mencari kabar mengenai kondisi kerabat mereka.

Layanan Pengganti bagi Penumpang

ASDP menyatakan akan mengakomodasi kebutuhan penumpang terdampak, termasuk pengalihan jadwal keberangkatan ke kapal lain, pengembalian biaya tiket, serta pendampingan bagi penumpang yang memerlukan bantuan selama proses penanganan. Manajemen juga menyiapkan kanal layanan untuk menerima laporan terkait barang bawaan yang belum ditemukan.

Investigasi Penyebab Kebakaran

Penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan. Manajemen menyatakan sepenuhnya menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi, agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara objektif dan independen. Perusahaan berkomitmen membuka akses seluas-luasnya bagi tim penyelidik, baik untuk memeriksa kondisi kapal, dokumen teknis, maupun rekaman kegiatan awak kapal sebelum dan saat kejadian.

Sejumlah dugaan awal muncul di ruang publik, mulai dari potensi gangguan pada sistem kelistrikan hingga persoalan teknis di ruang mesin. Namun manajemen menegaskan bahwa spekulasi tersebut belum memiliki dasar yang cukup dan meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi. Perusahaan juga menyiapkan langkah penanganan asuransi bagi penumpang dan pemilik kendaraan yang menjadi korban.

Evaluasi Keselamatan Armada

Insiden ini mendorong ASDP melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh armadanya, khususnya kapal-kapal yang beroperasi pada rute dengan tingkat permintaan tinggi. Pemeriksaan meliputi kelayakan mesin, sistem kelistrikan, peralatan pemadam kebakaran, jalur evakuasi, serta kelengkapan alat keselamatan di atas kapal. Manajemen juga menegaskan pentingnya pelatihan berkala bagi awak kapal dalam menghadapi situasi darurat.

Pengamat transportasi laut menilai insiden kebakaran kapal penyeberangan harus menjadi momentum perbaikan tata kelola keselamatan, mulai dari penegakan prosedur pemeriksaan sebelum keberangkatan hingga pengawasan rutin terhadap usia dan kondisi teknis armada. Keselamatan penumpang, menurut mereka, tidak dapat dikompromikan oleh pertimbangan komersial apa pun.

Manajemen ASDP mengakhiri pernyataannya dengan kembali menyampaikan permohonan maaf serta terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan. Perusahaan berjanji menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasional penyeberangan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter