12, 2026
Teknologi

KPK Panggil Sekda Sukoharjo Jadi Saksi Kasus Pemerasan Bupati Etik

KPK memanggil Sekda Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, sebagai saksi dalam kasus pemerasan Bupati nonaktif Etik Suryani.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KPK Panggil Sekda Sukoharjo Jadi Saksi Kasus Pemerasan Bupati Etik

KPK Panggil Sekda Sukoharjo Jadi Saksi Kasus Pemerasan Bupati Etik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Sukoharjo Etika Yulianti. Panggilan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan yang sedang berlangsung.

Panggilan Saksi Kunci

Sekda Sukoharjo yang saat ini dijabat oleh Drs. H. Sutrisno, M.Si, resmi dipanggil oleh penyidik KPK pada Rabu (15/3/2023) di Gedung KPK, Jakarta. Dalam panggilan tersebut, Sutrisno dimintai keterangan terkait kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Sukoharjo Etika Yulianti dan beberapa pejabat lainnya.

Sutrisno tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung menuju ruang pemeriksaan. Ia mengenakan kemeja batik biru dan celana hitam, tampak tenang saat berjalan menuju ruang pemeriksaan. Setelah selesai dimintai keterangan, Sutrisno keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB tanpa memberikan keterangan apapun kepada wartawan yang menunggu di lokasi.

Kasus Pemerasan yang Menjerat Bupati

Kasus ini bermula dari laporan adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Etika Yulianti terhadap beberapa pengusaha di wilayahnya. Dalam kasus ini, Etika diduga meminta uang sebesar Rp 5 miliar dari seorang pengusaha sebagai imbalan dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Menurut informasi yang diperoleh, kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari seorang pengusaha yang merasa menjadi korban pemerasan. Pengusaha tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut ke KPK setelah merasa tekanan yang diberikan oleh pihak terkait tidak kunjung berhenti.

KPK kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan bukti-bukti awal yang cukup kuat untuk melakukan pengembangan penyidikan. Dalam pengembangannya, KPK juga menyimpulkan bahwa ada beberapa pejabat tinggi di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang terlibat dalam kasus ini, termasuk Sekda Sutrisno.

Status Penyidikan Saat Ini

Saat ini, status kasus masih dalam tahap penyidikan oleh KPK. Selain Bupati Etika Yulianti, KPK juga telah memanggil beberapa saksi lainnya, termasuk pejabat di pemerintah daerah dan sejumlah pengusaha yang diduga terlibat dalam kasus ini.

KPK belum menetapkan status tersangka dalam kasus ini. Namun, pihak KPK menegaskan bahwa penyidikan akan terus dilakukan secara transparan dan objektif. "Kami akan terus mengembangkan penyidikan ini hingga tuntas dan menemukan kebenaran di balik kasus ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya.

Reaksi dari Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait panggilan yang diterima oleh Sekda Sutrisno. Namun, beberapa pejabat di lingkungan pemerintahan daerah tampaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyidikan yang dilakukan KPK.

Sementara itu, Bupati Etika Yulianti yang saat ini masih dalam status penyelidikan KPK, belum juga memberikan keterangan resmi terkait kasus yang menjeratnya. Etika terakhir kali terlihat di kantor pemerintahan pada Senin (13/3/2023) sebelum KPK resmi memulai penyelidikan secara intensif terkait kasus ini.

Dampak bagi Pemerintahan Daerah

Kasus ini tentu memberikan dampak signifikan bagi roda pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo. Selain mengganggu citra pemerintahan daerah, kasus ini juga berpotensi menghambat berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di wilayah tersebut.

Banyak pihak berharap agar KPU dapat segera menyelesaikan penyidikan ini dengan objektif dan transparan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat bersikap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

Penyidikan yang dilakukan KPK ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik korupsi di segala tingkatan. Dengan adanya tindakan tegas dari KPK, diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan tugas dengan jujur dan transparan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter