18, 2026
Nasional

Kronologi Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal Saat Melintas di Cianjur

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kronologi Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal Saat Melintas di Cianjur

Seorang pelari lari maraton tewas usai mengikuti ajang ITB Ultra Marathon di Jawa Barat. Korban yang diketahui berinisial M (25) ditemukan tewas dalam kondisi tidak sadar di sepanjang rute lintasan di wilayah Cianjur, Jawa Barat pada Sabtu (3/6/2023). Tragedi ini menimpa pelari yang berprofesi sebagai staf IT di salah satu perusahaan di Jakarta ini saat ia sedang berada di posisi checkpoint ke-5 dalam perlombaan yang berjarak 70 kilometer.

Menurut keterangan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Cianjur AKBP Budi Santoso, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim medis yang sedang berpatroli di sekitar rute lari. "Tim medis yang sedang berpatroli menemukan korban dalam kondisi tidak sadar di sisi jalan. Upaya pertolongan langsung dilakukan namun korban telah tidak bernyawa," ujar Budi Santoso saat dikonfirmasi, Minggu (4/6/2023).

Lintasan dan Penemuan Korban

ITB Ultra Marathon merupakan ajang lari ultra marathon yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung. Rute lari sepanjang 70 kilometer melintasi beberapa wilayah di Kabupaten Bandung dan Cianjur. Korban M yang merupakan peserta lari nomor punggung 112 ini ditemukan di kilometer 50, tepatnya di Jalan Raya Cianjur-Padalarang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Kronologi Lengkap Peristiwa

Berdasarkan keterangan panitia penyelenggara ITB Ultra Marathon, korban M tercatat telah menyelesaikan proses pendaftaran dan medical check-up sebelum perlombaan berlangsung. Pada hari H, korban tiba di titik start di ITB Campus Ganesha dengan kondisi yang terlihat sehat dan bugar.

Korban memulai lari bersama ratusan peserta lainnya pada pukul 05.00 WIB. Berdasarkan data tracking yang dimiliki panitia, korban terakhir kali tercatat melewati checkpoint ke-4 di Kilometer 40 dengan kondisi yang masih normal. Namun saat melewati checkpoint ke-5, korban tidak terdeteksi oleh tim penjaga pos.

"Tim medis dan relawan yang sedang berjaga di checkpoint ke-5 mulai khawatir karena korban tidak tiba dalam waktu yang telah ditentukan. Mereka kemudian melakukan pencarian di sekitar rute lari dan menemukan korban dalam kondisi tidak sadar," jelas salah satu panitia ITB Ultra Marathon yang enggan disebutkan namanya.

Pertolongan dan Evakuasi

Usai ditemukan, tim medis segera memberikan pertolongan pertama kepada korban. Upahan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dan penggunaan defibrillator dilakukan namun respons dari jantung korban tidak terdeteksi. Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang hadir di lokasi.

Reaksi Penyelenggara dan Pihak Terkait

Sementara itu, panitia ITB Ultra Marathon menyatakan kejadian ini sangat disayangkan dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. "Kami sedang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan keluarga korban untuk membantu proses pemulangan jenazah," kata salah ketua panitia ITB Ultra Marathon.

Pihak ITB juga menyatakan akan mengevaluasi kembali keselamatan peserta dalam penyelenggaraan event olahraga di masa depan. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait protokol keselamatan dan kesiapan tim medis dalam setiap event yang diselenggarakan," tambah perwakilan ITB.

Tinjauan Kesehatan dan Investigasi

Otopsi sementara dilakukan oleh tim dokter RSUD Cianjur untuk menentukan penyebab kematian korban. Hasil sementara menunjukkan adanya indikasi kelelahan ekstrem atau dehidrasi yang berakibat fatal. "Ada beberapa kemungkinan penyebab, namun kita masih menunggu hasil otopsi lengkap dari tim forensik," jelas Budi Santoso.

Polres Cianjur masih melakukan investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Tim juga akan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan peserta lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. "Kami akan menyelidiki apakah ada faktor lain yang turut berperan dalam kejadian ini," tambak Budi.

Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi komunitas pelari dan penyelenggara event lari tentang pentingnya mempersiapkan kondisi fisik yang optimal dan memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan olahraga ekstrem.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter