Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
Jakarta - Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, Komisius Jenderal (Pol) Napoleon Bonaparte, meninggal dunia pada Rabu (15/3) pagi di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 72 tahun setelah lama menderita penyakit yang tidak diungkapkan secara detail.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan mengonfirmasi kabar meninggalnya jenderal bintang tiga tersebut. "Benar, almarhum mantan Kadivhubinter Polri meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB di RS Pondok Indah," ujar Ramadhan dalam keterangannya, Rabu (15/3).
Menurut informasi yang diperoleh, jenazah almarhum telah diserahkan kepada keluarga untuk diproses pemakaman sesuai ritual agama Islam. Proses pemakaman rencananya akan dilaksanakan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Profil dan Karir di Polri
Napoleon Bonaparte lahir di Jakarta pada 15 Maret 1951. I menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1975. Selama karirnya di Polri, almarhum pernah menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kepala Divisi Hubungan Internasal Polri, dan juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Sebagai seorang pejabat tinggi di Polri, Napoleon Bonaparte dikenal sebagai sosok yang profesional dan memiliki integritas tinggi. Ia juga dikenal sebagai salah satu arsitek dalam membangun hubungan internasional Polri dengan negara-negara lain.
Kontribusi dalam Hubungan Internasional Polri
Saat menjabat sebagai Kadivhubinter Polri, Napoleon Bonaparte memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat kerja sama internasional Polri dengan berbagai lembaga penegak hukum di dunia. Ia aktif terlibat dalam berbagai forum internasional seperti Interpol dan ASEANAPOL.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah dalam memfasilitasi kerja sama antar kepolisian regional untuk menangani masalah transnasional seperti terorisme, kejahatan narkotika, dan kejahatan siber. I juga memainkan peran penting dalam memperkenalkan kebijakan-kebijakan Polri di panggung internasional.
Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nanan Soekarna mengenang jenderal bintang tiga tersebut sebagai sosok yang selalu memberikan arahan dan motivasi bagi rekan-rekannya. "Beliau adalah seorang pemimpin yang bijaksana dan selalu memberikan contoh yang baik bagi kita semua," ujar Nanan saat dikonfirmasi.
Kondisi Terakhir dan Penghormatan Terakhir
Selama beberapa pekan terakhir, Napoleon Bonaparte dirawat di RS Pondok Indah karena kondisi kesehatannya yang menurun. Meski sudah mendapatkan perawatan medis optimal, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu pagi.
Sejumlah pejabat Polri termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Napoleon Bonaparte. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk menghadapi musibah ini," ujar Listyo Sigit dalam keterangannya.
Upacara penghormatan terakhir untuk almarhum rencananya akan dilaksanakan di Mabes Polri pada Rabu siang sebelum jenazah dibawa ke tempat pemakaman. Sejumlah pejabat tinggi Polri dan rekan kerja almarhum hadir memberi penghormatan terakhir.
Napoleon Bonaparte meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Semoga almarhum tenang di alam sana dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Amin.
Komentar (0)