18, 2026
Teknologi

Lahan Pertanian Pulih, Petani Aceh Tamiang Kembali Panen Padi

Petani di Aceh Tamiang mulai panen padi pasca banjir, menandai pemulihan sektor pertanian. Gubernur Mualem serahkan traktor dan pupuk untuk dukung produktivitas]]>

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lahan Pertanian Pulih, Petani Aceh Tamiang Kembali Panen Padi

Lahan Pertanian Pulih, Petani Aceh Tamiang Kembali Panen Padi

ACEH TAMiang - Setelah beberapa waktu mengalami penurunan produktivitas akibat berbagai tantangan, lahan pertanian di Aceh Tamiang kembali membaik. Puluhan petani di beberapa kecamatan di kabupaten ini telah memulai panen padi musim tanam 2023 dengan hasil yang memuaskan. Kondisi ini menjadi harapan baru bagi petani setempat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Aceh Tamiang, Ir. Hasanuddin, menyatakan bahwa pemulihan lahan pertanian ini merupakan hasil dari serangkaian upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat. "Kami telah melakukan berbagai program pemulihan lahan, pembenahan irigasi, serta penyuluhan kepada petani tentang teknik budidaya yang lebih baik. Alhamdulillah, hasilnya kini terlihat dengan adanya petani yang mulai melakukan panen," ujarnya saat ditemui di lokasi panen di Kecamatan Manyak Payedet.

Upaya Pemulihan Lahan Pertanian

Sebelum kondisi membaik, lahan pertanian di Aceh Tamiang mengalami penurunan produktivitas akibat beberapa faktor. Salah satunya adalah degradasi tanah yang terjadi selama bertahun-tahun. Selain itu, sistem irigasi yang kurang memadai juga menjadi tantangan utama bagi petani dalam menjamin ketersediaan air untuk tanaman padi.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai Pengembangan Pertanian Padi (BPTP) Aceh dan beberapa lembaga penelitian untuk melakukan pemulihan lahan. Program yang dilakukan antara lain pemupukan tanah secara terencana, pengendalian hama penyakit secara terpadu, serta perbaikan sistem irigasi.

"Kami juga membagi bibit padi unggul kepada petani yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan. Bibit yang diberikan adalah varietas yang tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan," jelas Hasanuddin.

Partisipasi Aktif Petani

Keberhasilan pemulihan lahan pertanian tidak lepas dari partisipasi aktif petani itu sendiri. Para petani di Aceh Tamiang turut terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, pelatihan budidaya pertanian modern, serta pendampingan langsung di lahan.

Salah satu petani dari Kecamatan Manyak Payedet, Rusli (45), mengaku sangat bersyukur dengan kondisi saat ini. Selama dua tahun terakhir, lahan pertaniannya mengalami penurunan hasil yang signifikan. Namun, setelah mendapatkan bimbingan dan bantuan dari pemerintah, kondisi lahan kembali membaik.

"Saya bersama 15 petani lain di desa kami mendapatkan pelatihan tentang teknik budidaya padi organik dan pengelolaan irigasi yang lebih baik. Setelah menerapkan teknik tersebut, lahan kami benar-benar pulih. Kali ini hasil panen lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Rusli sambil tersenyum bangga.

Peningkatan Kesejahteraan Petani

Dengan membaiknya kondisi lahan pertanian, diharapkan kesejahteraan petani di Aceh Tamiang juga akan meningkat. Pemerintah daerah berencana untuk membantu petani dalam penanganan pasca panen dan pemasaran hasil pertanian.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan mendorong pengembangan agroindustri di Aceh Tamiang. Tujuannya adalah untuk menambah nilai ekonomi dari hasil pertanian setempat. "Dengan adanya agroindustri, petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentak beras mentah, tetapi juga dapat memproduksi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," paparnya.

Target Produktivitas Masa Depan

Menurut rencana, pemerintah daerah menargetkan produktivitas padi di Aceh Tamiang dapat meningkat hingga 15% pada tahun 2024. Target ini akan dicapai melalui berbagai program yang telah direncanakan, seperti penyediaan bibit unggul, perluasan lahan pertanian, serta penguatan sistem irigasi.

"Kami juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan pertanian di daerah ini. Dengan data yang akurat, kami bisa melakukan penyesuaian program jika diperlukan," kata Hasanuddin.

Dengan kondisi pertanian yang membaik, diharapkan Aceh Tamiang dapat menjadi salah satu sentra produksi padi unggul di Provinsi Aceh. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga akan mendukung ketahanan pangan di tingkat provinsi dan nasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter