07, 2026
Teknologi

Letjen TNI Iwan Setiawan Promosi Jadi Pangkostrad

Letjen Iwan Setiawan dipromosikan menjadi Pangkostrad. KSAD Maruli Simanjuntak menyebut hal ini sebagai penyegaran organisasi.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Letjen TNI Iwan Setiawan Promosi Jadi Pangkostrad

Letjen TNI Iwan Setiawan Resmi Jabat Pangkostrad

Jabatan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) resmi berganti. Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi kini dipercaya mengemban tongkat komando Korps Baret Hijau tersebut. Promosi ini menandai langkah karier strategis bagi perwira tinggi lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989 itu dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat.

Mutasi dan promosi jabatan di lingkungan perwira tinggi TNI AD tersebut tertuang dalam keputusan resmi yang dikeluarkan oleh Markas Besar Angkatan Darat. Posisi Pangkostrad sebelumnya dijabat oleh Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa. Serah terima jabatan dilakukan melalui upacara militer yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat.

Rekam Jejak Karier di Lingkungan TNI AD

Letjen TNI Iwan Setiawan bukan sosok baru dalam lingkaran satuan tempur elite TNI AD. Sepanjang kariernya, ia banyak menghabiskan masa tugas di satuan infanteri dan wilayah teritorial. Sebelum menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi, pria kelahiran Bandung, 29 Desember 1966 tersebut pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad). Pengalaman sebagai Kas Kostrad membuatnya memahami secara mendalam dinamika organisasi dan kesiapan operasional pasukan yang bermarkas di Cilodong, Depok, Jawa Barat itu.

Dari Danyonif hingga Pangdam

Karier militernya dimulai dari posisi perwira di lapangan. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 412/Raider, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 15/Kujang II, dan Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) III/Siliwangi. Selain penugasan di dalam negeri, Iwan Setiawan juga memiliki pengalaman tugas di luar negeri sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kontingen Garuda di Lebanon dan Kongo.

Puncak kariernya di wilayah teritorial terjadi ketika ia dipercaya memimpin Kodam III/Siliwangi pada tahun 2023. Sebagai Pangdam, ia bertanggung jawab atas pembinaan teritorial di wilayah Jawa Barat dan Banten, termasuk menjaga stabilitas keamanan menjelang dan selama penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024. Kepemimpinannya di Kodam III/Siliwangi dinilai solid dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah dan menjaga netralitas TNI dalam pesta demokrasi.

Tugas dan Tanggung Jawab Baru sebagai Pangkostrad

Sebagai Pangkostrad, Letjen TNI Iwan Setiawan kini memimpin salah satu kotama tempur terbesar dan terpenting di jajaran TNI AD. Kostrad memiliki peran strategis sebagai satuan cadangan strategis nasional yang harus selalu dalam kondisi siap operasional. Pasukan ini terdiri dari Divisi Infanteri 1/Kostrad di Cilodong, Divisi Infanteri 2/Kostrad di Malang, serta berbagai satuan pendukung seperti Brigif Raider, Yonif Para Raider, dan satuan artileri medan.

Tugas utama Pangkostrad meliputi pembinaan kesiapan tempur, pembinaan profesionalisme prajurit, serta memastikan kesiapan operasi dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara. Selain itu, Pangkostrad juga bertanggung jawab mengerahkan kekuatan Kostrad untuk operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP), seperti penanggulangan bencana alam, pembinaan teritorial, dan mendukung program pembangunan nasional di daerah-daerah.

Kesiapan Satuan dan Modernisasi Alutsista

Dalam beberapa tahun terakhir, Kostrad terus melakukan modernisasi alutsista dan peningkatan kemampuan prajurit. Pengadaan kendaraan tempur, artileri, dan sistem komunikasi menjadi prioritas untuk menjawab tantangan peperangan modern. Letjen TNI Iwan Setiawan diharapkan dapat melanjutkan program-program strategis tersebut, sekaligus memperkuat interoperabilitas antar satuan di lingkungan Kostrad dan TNI secara keseluruhan.

Selain itu, sebagai Pangkostrad, ia juga dituntut menjaga sinergi dengan komando kewilayahan, Polri, dan instansi pemerintah lainnya. Pendekatan kolaboratif ini penting untuk mendukung tugas-tugas operasi militer selain perang, terutama dalam penanganan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Kostrad memiliki pengalaman panjang dalam misi kemanusiaan, seperti penanganan gempa Cianjur, erupsi Gunung Semeru, dan banjir di berbagai daerah.

Respons dan Harapan

Mutasi jabatan ini mendapat respons positif dari sejumlah pengamat militer. Mereka menilai penunjukan Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad merupakan langkah tepat karena latar belakangnya sebagai Kas Kostrad sebelumnya. Pemahaman terhadap karakteristik pasukan dan budaya organisasi Kostrad diyakini akan mempercepat adaptasi dalam mengemban tugas baru.

Dengan jabatan barunya, Letjen TNI Iwan Setiawan kini masuk dalam jajaran perwira tinggi strategis TNI AD. Posisi Pangkostrad secara struktural setingkat dengan Panglima Kodam, namun memiliki bobot operasional yang lebih besar karena membawahi satuan tempur siap gerak. Dedikasi dan pengalaman panjang di dunia militer menjadi modal utama dalam mengemban amanah ini.

Upacara serah terima jabatan ditutup dengan penyerahan pataka dan simbol jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan pengawalan protokol militer yang ketat. Letjen TNI Iwan Setiawan resmi menjabat sebagai Pangkostrad dan siap memimpin pasukan elite TNI AD menuju era pertahanan negara yang semakin modern dan profesional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter