23, 2026
Olahraga

Lika-liku Egy Maulana Vikri di Timnas Indonesia

Bakat menonjol menjadikan Egy Maulana Vikri pemain andalan di berbagai kelompok usia Timnas Indonesia. Saat naik ke senior, ia merasakan kerasnya persaingan.]]>

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lika-liku Egy Maulana Vikri di Timnas Indonesia

Lika-liku Egy Maulana Vikri di Timnas Indonesia

Nama Egy Maulana Vikri sudah tidak asing lagi bagi pencinta sepak bola Indonesia. Pemain kelahiran Medan, 7 Juli 2000, itu menempuh perjalanan panjang bersama tim nasional, mulai dari level kelompok umur hingga tim senior. Sepanjang kariernya, ia melewati fase gemilang, masa sulit akibat cedera, hingga persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di skuad Garuda.

Ditempa dari Sekolah Sepak Bola hingga Sekolah Atlet

Egy meniti karier dari sekolah sepak bola di Sumatera Utara sebelum direkrut ke Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta. Di lingkungan pembinaan usia muda itulah bakatnya semakin terlihat. Kemampuan menggiring bola, visi bermain, serta ketenangan dalam mengambil keputusan membuatnya menonjol di kelompok seusianya.

Puncak penemuan bakat Egy terjadi pada 2017. Bersama tim berlabel Garuda Jaya, ia tampil di turnamen Gothia Cup di Swedia dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak. Penampilan itu membuat namanya mulai diperbincangkan, termasuk oleh sejumlah pengamat di Eropa. Sejak saat itu, Egy menjadi langganan pemanggilan tim nasional kelompok umur.

Panggung Asia dan Ajang Multievent

Pada 2018, Egy menjadi bagian penting tim nasional U-19 yang tampil di Piala Asia U-19. Indonesia melaju hingga babak perempat final sebelum tersingkir. Meski langkah tim terhenti, kontribusi Egy di lini serang mendapat perhatian. Pada tahun yang sama, ia juga memperkuat tim U-23 dalam ajang Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang.

Pengalaman di level junior tersebut menjadi bekal ketika Egy mulai dilirik tim senior. Ia kemudian mencatatkan debut bersama tim nasional senior pada 2018, sebuah capaian yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan pada masanya.

Petualangan di Eropa dan Kembalinya ke Liga Domestik

Setelah tampil meyakinkan di level internasional, Egy bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk. Kepindahan itu sempat menimbulkan harapan besar, terutama karena ia masih berusia sangat muda saat merumput di Eropa. Namun, perjalanan di sana tidak selalu mulus. Persaingan di lini depan, perbedaan budaya bermain, serta minimnya menit bermain membuat proses adaptasinya berjalan lambat.

Egy sempat dipinjamkan ke sejumlah klub, termasuk di Slovakia, demi mendapatkan waktu bermain yang lebih banyak. Meski tidak selalu menjadi pilihan utama, pengalaman berkompetisi di Eropa tetap memberi warna tersendiri bagi perkembangan permainannya. Ia kemudian kembali ke Indonesia dan bergabung dengan klub Liga 1, Dewa United.

Momen Penting Bersama Skuad Garuda

Sejumlah momen menonjol mewarnai perjalanan Egy bersama timnas senior. Salah satunya ketika Indonesia melaju hingga partai final Piala AFF 2020 yang digelar di Singapura. Meski gagal menjadi juara setelah dikalahkan Thailand, kehadiran Egy di lini serang memberi variasi permainan bagi skuad asuhan Shin Tae-yong saat itu.

Egy juga termasuk dalam rombongan pem

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter