Bayern Munich memastikan tempat di semifinal Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal 1-0 pada leg kedua perempat final di Allianz Arena, Kamis (18/4/2024) dini hari WIB. Gol tunggal bek Joshua Kimmich pada menit ke-63 menjadi penentu, sekaligus membawa Bayern menang agregat 3-2 atas wakil Inggris tersebut.
Kemenangan itu menutup dua pertemuan yang berlangsung ketat dan penuh dinamika. Laga di Munich menjadi penentu setelah leg pertama di Emirates Stadium berakhir imbang 2-2, sebuah hasil yang membuat kedua tim sama-sama memiliki peluang besar untuk melaju. Bagi Bayern, hasil ini menjaga asa mereka untuk meraih trofi Liga Champions di musim yang berjalan tidak mulus di kompetisi domestik.
Leg pertama: empat gol di Emirates
Pada pertemuan pertama, 9 April 2024, Arsenal membuka keunggulan lebih dahulu melalui Bukayo Saka pada menit ke-12. Keunggulan tuan rumah hanya bertahan enam menit setelah Serge Gnabry, mantan pemain Arsenal, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Bayern kemudian berbalik unggul lewat penalti Harry Kane pada menit ke-32. Penalti itu diberikan setelah bek Arsenal melanggar pemain Bayern di kotak terlarang. Namun Arsenal tidak menyerah. Leandro Trossard yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol penyama pada menit ke-76, memaksa laga berakhir 2-2 dan meninggalkan segala kemungkinan untuk leg kedua.
Leg kedua: Kimmich memecah kebuntuan
Di Allianz Arena, kedua tim tampil hati-hati pada babak pertama. Arsenal berupaya menekan sejak awal, sementara Bayern bermain lebih sabar dengan mengandalkan penguasaan bola dan serangan dari sisi sayap. Peluang demi peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir kedua tim kurang tajam.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-63. Kimmich, yang naik membantu serangan, menyambut umpan silang dari sisi kanan dengan sundulan yang tidak mampu dijangkau kiper Arsenal. Gol itu mengubah skor menjadi 1-0 dan memaksa Arsenal bermain lebih terbuka.
Peran Kane dan pengalaman Bayern
Harry Kane, yang menjadi sorotan karena menghadapi klub-klub Inggris, kembali berperan penting dalam pergerakan serangan Bayern. Meski tidak mencetak gol di leg kedua, keberadaannya menarik perhatian bek Arsenal sehingga memberi ruang bagi pemain lain, termasuk Kimmich, untuk masuk ke kotak penalti.
Pengalaman Bayern di kompetisi ini juga menjadi faktor pembeda. Klub yang telah enam kali menjuarai Liga Champions tersebut tampil disiplin pada fase akhir pertandingan, memperlambat tempo, dan menjaga organisasi pertahanan ketika Arsenal meningkatkan tekanan pada 20 menit terakhir.
Arsenal: kemajuan yang belum berbuah hasil
Bagi Arsenal, kekalahan ini terasa pahit. Tim asuhan Mikel Arteta tampil kompetitif sepanjang dua leg dan sempat menguasai jalannya pertandingan di London. Namun, ketajaman di depan gawang serta pengalaman menghadapi laga-laga besar menjadi pembeda.
Perjalanan Arsenal ke perempat final merupakan pencapaian tersendiri setelah bertahun-tahun absen dari kompetisi elit Eropa. Kembalinya mereka ke fase gugur menunjukkan peningkatan kualitas skuad, meski langkah menuju semifinal harus tertunda.
Statistik dan fakta pertandingan
Secara penguasaan bola, kedua tim relatif berimbang pada leg kedua. Bayern mencatat lebih banyak tembakan ke gawang, sementara Arsenal unggul dalam jumlah umpan sukses. Kimmich, yang biasanya bermain sebagai gelandang bertahan atau bek kanan, terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan berkat golnya.
Hasil ini menambah catatan pertemuan kedua tim di Liga Champions. Bayern kini tercatat lebih sering menyingkirkan Arsenal dalam laga sistem gugur, termasuk pada 2013, 2014, 2017, dan 2024. Sementara itu, Arsenal belum mampu melewati Bayern pada fase gugur kompetisi ini.
Jalan Bayern selanjutnya
Dengan kemenangan ini, Bayern melaju ke semifinal dan menghadapi Real Madrid. Pertemuan kedua klub raksasa Eropa tersebut menjadi salah satu laga paling dinantikan, mengingat sejarah panjang rivalitas mereka di kompetisi yang sama.
Bagi Bayern, Liga Champions menjadi target utama setelah performa di Bundesliga tidak sesuai harapan. Kemenangan atas Arsenal memberi modal kepercayaan diri, meski tantangan berikutnya jauh lebih berat. Sementara Arsenal harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik dan mengevaluasi perjalanan mereka di Eropa untuk musim berikutnya.
Duel dua leg yang berlangsung ketat, dengan empat gol di London dan satu gol penentu di Munich, menjadikan pertemuan Bayern melawan Arsenal salah satu laga paling menarik pada fase perempat final musim ini.
Komentar (0)