Maarten Paes Sebut FIFA ASEAN Cup Turnamen Penting, Ini Alasannya
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, menilai FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai turnamen yang memiliki arti penting bagi sepak bola Asia Tenggara. Penilaian itu disampaikan kiper yang memperkuat FC Dallas tersebut menjelang bergulirnya kompetisi antarnegara kawasan yang kini berada di bawah naungan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Menurut Paes, status baru sebagai turnamen resmi FIFA mengubah posisi kompetisi ini di mata pelaku sepak bola, baik pemain, pelatih, maupun federasi masing-masing negara. Perubahan tersebut, katanya, membuat ASEAN Cup tidak lagi sekadar ajang regional, melainkan bagian dari kalender sepak bola internasional yang diakui secara global.
Pengakuan FIFA Mengubah Standar Kompetisi
Paes menjelaskan bahwa keterlibatan FIFA dalam penyelenggaraan turnamen membawa konsekuensi pada standar pertandingan. Aspek seperti penjadwalan, regulasi pemain, hingga protokol pertandingan kini mengikuti kerangka yang lebih ketat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Hal ini, menurutnya, memberikan kepastian bagi para pemain yang berlaga di liga-liga luar negeri untuk membela negaranya tanpa harus menghadapi konflik jadwal dengan klub.
Ia menambahkan, pengakuan resmi dari FIFA juga berdampak pada nilai kompetitif turnamen. Negara-negara peserta dinilai akan mengirimkan skuad terbaiknya karena pertandingan tercatat dalam sistem sepak bola dunia. Bagi pemain yang berkarier di Eropa atau Amerika Serikat, keberadaan turnamen ini menjadi kesempatan menambah menit bermain di level internasional sekaligus memperkuat posisi mereka di tim nasional.
Dalam pandangan Paes, turnamen yang melibatkan negara-negara ASEAN ini memiliki karakter berbeda dari kompetisi kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia. Kedekatan geografis dan budaya antarnegara peserta membuat rivalitas berlangsung dengan tensi tinggi, namun tetap dalam semangat persaudaraan kawasan. Atmosfer seperti itu, ujarnya, jarang ditemui di kompetisi lain.
Persiapan Timnas Indonesia dan Target Prestasi
Bagi Timnas Indonesia, ASEAN Cup selalu menjadi agenda yang dinanti. Prestasi terbaik Indonesia di turnamen ini adalah menjadi runner-up, dan upaya meraih gelar juara pertama menjadi target yang terus dibidik pada edisi-edisi berikutnya. Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di luar negeri, termasuk Paes, dianggap sebagai faktor penting untuk mewujudkan target tersebut.
Paes menyatakan kesiapannya jika kembali dipanggil memperkuat skuad Garuda. Ia menyebut kompetisi ini sebagai ajang yang tepat untuk membangun kekompakan tim, terutama karena format turnamen yang mempertemukan sejumlah negara dengan gaya permainan berbeda dalam waktu berdekatan. Konsistensi performa, menurutnya, menjadi kunci untuk melaju jauh di turnamen ini.
Selain soal prestasi, ia menyinggung soal dukungan suporter. Menurutnya, sepak bola Indonesia memiliki basis penggemar yang besar dan antusiasme tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi pemain. Dukungan langsung di stadion maupun melalui siaran televisi, katanya, memberikan energi tambahan ketika tim menghadapi pertandingan-pertandingan sulit.
Dampak bagi Perkembangan Sepak Bola Asia Tenggara
Lebih jauh, Paes menilai ASEAN Cup dapat menjadi katalis pertumbuhan sepak bola di kawasan. Kompetisi yang rutin digelar dengan standar FIFA berpotensi meningkatkan kualitas liga domestik masing-masing negara, karena pemain muda mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional sejak dini. Ia menyebut pengalaman tersebut tidak dapat digantikan hanya dengan latihan di klub.
Kehadiran pemain senior yang berkiprah di liga luar negeri, lanjutnya, juga berperan sebagai mentor bagi pemain muda di tim nasional. Transfer pengalaman soal disiplin, persiapan pertandingan, dan cara membaca permainan menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh skuad. Proses ini, menurutnya, akan terlihat dampaknya dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sepak bola kawasan membutuhkan kerja berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada satu turnamen. Pembinaan usia muda, manajemen klub yang profesional, dan kompetisi domestik yang kompetitif disebutnya sebagai fondasi utama. Turnamen internasional hanya menjadi panggung untuk mengukur sejauh mana fondasi itu terbangun.
Antusiasme Menjelang Bergulirnya Turnamen
Menjelang bergulirnya kompetisi, perhatian publik sepak bola Indonesia kembali tertuju pada persiapan tim. Sejumlah nama pemain abroad disebut-sebut akan memperkuat skuad, sementara pelatih kepala terus melakukan evaluasi terhadap pemain-pemain yang tampil di liga domestik. Kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda menjadi pendekatan yang dipilih untuk menghadapi turnamen dengan jadwal padat.
Paes menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berandai-andai soal hasil akhir. Fokusnya, kata dia, adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin di setiap kesempatan pemanggilan dan memberikan performa terbaik ketika dipercaya berdiri di bawah mistar gawang. Sikap itu, menurutnya, berlaku untuk setiap pemain yang ingin membela negaranya.
Dengan status barunya sebagai turnamen di bawah FIFA, ASEAN Cup diprediksi menarik perhatian lebih besar dari penggemar sepak bola lintas negara. Bagi Indonesia, turnamen ini menjadi salah satu peluang meraih trofi di level regional sekaligus mengukur perkembangan tim setelah berbagai upaya pembenahan dalam beberapa tahun terakhir.
Komentar (0)