Massa mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, akhirnya membubarkan diri setelah menyampaikan sejumlah tuntutan. Pembubaran aksi berlangsung tertib pada sore hingga menjelang malam, dan arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat beserta sejumlah ruas jalan di sekitarnya kembali dibuka untuk umum.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai berkumpul sejak siang. Mereka datang secara berkelompok dari berbagai arah, sebagian menggunakan bus, sebagian lain berjalan kaki dari titik kumpul di sekitar kawasan Gambir dan Harmoni. Massa memadati sisi timur dan barat jalan di sekitar patung, sementara kendaraan yang melintas dialihkan ke jalur alternatif oleh petugas kepolisian yang bersiaga sejak pagi.
Aksi berlangsung dengan pengamanan berlapis. Petugas kepolisian bersama dinas perhubungan menempatkan personel di sejumlah titik persimpangan, termasuk di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Majapahit, dan Jalan Budi Kemuliaan. Pagar betis dipasang di beberapa segmen untuk mencegah massa mendekat ke area yang dinyatakan tertutup bagi peserta aksi.
Massa Sampaikan Tuntutan
Dalam aksi tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan di atas mimbar darurat yang didirikan di atas kendaraan komando. Tuntutan dibacakan secara bergantian oleh beberapa perwakilan, diselingi orasi dan penyalaan lilin pada sore hari. Massa secara berkala menyuarakan dukungan atas butir-butir tuntutan yang dibacakan.
Secara garis besar, tuntutan yang disampaikan menyangkut persoalan pendidikan, kesejahteraan, dan kebijakan publik. Massa meminta pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas, menyerap aspirasi secara langsung, serta menindaklanjuti persoalan yang dinilai belum memperoleh penyelesaian. Perwakilan massa juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan publik.
Setelah tuntutan dibacakan dan dokumen pernyataan sikap diserahkan kepada pihak yang menerima massa, koordinator aksi mengumumkan bahwa rangkaian kegiatan selesai. Pengumuman itu disambut tepuk tangan massa yang kemudian mulai meninggalkan lokasi secara bertahap.
Jalan Dibuka Kembali
Pembukaan kembali arus lalu lintas dilakukan setelah massa benar-benar meninggalkan kawasan Patung Kuda. Petugas mengangkut sisa-sisa atribut aksi, membongkar pembatas, dan membersihkan badan jalan. Beberapa saat kemudian, kendaraan dari arah Harmoni menuju Bundaran HI dan sebaliknya kembali dapat melintas seperti biasa.
Pembukaan jalan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan kendaraan yang sempat tertahan. Jalur yang sebelumnya ditutup total dibuka lebih dulu, disusul jalur lainnya setelah petugas memastikan tidak ada lagi peserta aksi yang tersisa di badan jalan. Antrean kendaraan yang sempat mengular berangsur normal pada malam hari.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Aksi
Selama aksi berlangsung, sejumlah rekayasa lalu lintas diberlakukan. Kendaraan dari arah selatan yang hendak menuju ke utara dialihkan melalui jalur alternatif, sementara kendaraan dari arah utara diarahkan memutar. Petugas juga menutup beberapa akses masuk menuju kawasan patung demi menjaga jarak antara peserta aksi dan arus kendaraan.
Rekayasa tersebut sempat menimbulkan kepadatan di sejumlah ruas, terutama pada jam-jam sibuk sore hari. Namun, petugas mengklaim kepadatan tidak berlangsung lama karena pengalihan arus dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pengamanan dan Imbauan
Kepolisian menyatakan aksi berjalan aman dan kondusif. Tidak dilaporkan adanya benturan fisik berarti antara massa dan petugas. Sejumlah peserta aksi yang mengalami kelelahan memperoleh pertolongan dari tim medis yang disiagakan di sekitar lokasi.
Petugas mengimbau peserta aksi tetap menjaga ketertiban hingga proses pembubaran selesai, tidak meninggalkan sampah di badan jalan, dan mengikuti arahan petugas saat meninggalkan lokasi. Imbauan serupa juga disampaikan kepada pengguna jalan agar mematuhi arahan petugas dan mencari jalur alternatif selama rekayasa lalu lintas diberlakukan.
Dengan dibukanya kembali seluruh jalur, aktivitas di kawasan pusat pemerintahan dan perkantoran di sekitar Patung Kuda berangsur kembali normal. Petugas tetap menempatkan sejumlah personel di lokasi untuk memastikan kondisi lalu lintas dan keamanan tetap terjaga pascapembubaran aksi.
Komentar (0)