Manajemen Persib Kecam Tegas Aksi Kekerasan terhadap Tim U-18 di Batang
Manajemen Persib Bandung mengecam tegas aksi kekerasan yang dialami tim Persib U-18 saat menjalani laga uji coba di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Insiden yang terjadi pada Sabtu (15/7) malam ini menimbulkan kecemasan serius di lingkungan klub, terutama mengenai keselamatan para pemain muda yang menjadi aset masa depan klub.
Dalam keterangan resminya, Manajemen Persib menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak dapat ditoleransi dan menuntut penegakkan hukum yang tegas terhadap pelaku. "Kami mengecam tegas aksi kekerasan yang dialami tim Persib U-18 di Batang. Keselamatan para pemain dan ofisial tim adalah prioritas utama kami. Tindakan yang tidak bertanggung jawab ini harus diusut tuntas dan dihukum sesuai dengan aturan berlaku," ujar pernyataan resmi klub yang diterima wartawan, Minggu (16/7).
Kronologi Insiden di Batang
Insiden bermula saat tim Persib U-18 sedang menjalani laga uji coba melawan tim lokal di Batang. Saat pertandingan berlangsung, terjadi adu argumen antara pemain Persib dengan beberapa penonton yang tidak puas dengan jalannya pertandingan. Konflik memburuk saat pertandingan usai, di mana sekelompok orang menyerang bus yang membawa tim Persib U-18.
Saksi mata mengungkapkan bahwa para penyerang melempar batu dan benda tumpah ruah lainnya ke arah bus tim. Beberapa pemain dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan kaca akibata dilemparnya batu. Bus yang ditumpangi tim juga mengalami kerusakan pada bagian bodi dan jendela akibata serangan tersebut.
Respons Klub dan Pihak Berwenang
Seusai insiden, Manajemen Persib segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. "Kami sudah menghubungi pihak kepolisian di Batang untuk menindaklanjuti kejadian ini. Kami juga berkoordinasi dengan Asprov PSSI Jawa Barat untuk memastikan kasus ini ditindaklanjuti dengan serius," tambahkan pernyataan klub.
Ketua Umum Persib, Umuh Muhtar, menegaskan bahwa klub tidak akan tinggal diam menghadapi insiden ini. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Asprov PSSI untuk memastikan pelaku diidentifikasi dan dijerat hukum. Keselamatan pemain adalah prioritas utama kami, dan kami tidak akan mengizinkan hal serangan terjadi kembali," kata Umuh.
Dampak terhadap Persib
Insiden ini tentunya memberikan dampak psikologis bagi para pemain muda Persib U-18. Beberapa pemain dilaporkan masih mengalami trauma setelah mengalami serangan tersebut. Pelatih kepala tim Persib U-18, Atep Mulyana, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kondisi psikologis para pemainnya.
"Para pemain masih dalam keada trauma. Mereka datang ke sini untuk bermain sepak bola, bukan untuk menjadi korban kekerasan. Kami meminta perlindungan yang lebih baik bagi mereka, terutama saat menjalani pertandingan di luar kandang," ujar Asep.
Reaksi Dari Asprov PSSI Jawa Barat
Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat juga turut mengecam keras kejadian tersebut. Ketua Asprov PSSI Jawa Barat, H. Umuh Muhtar, menegaskan akan meminta penjelasan resmi dari Asprov PSSI Jawa Tengah terkait insiden ini.
"Kami akan meminta penjelasan dari Asprov PSSI Jawa Tengah mengenai insiden ini. Keamanan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan. Kami tidak akan mengizinkan hal seperti ini terjadi lagi di wilayah Jawa Barat," kata Umuh.
Tuntutan Hukum dan Pencegahan
Manajemen Persib mengapresiasi respons cepat dari pihak kepolisian Batang yang telah memulai penyelidikan atas insiden ini. Beberapa saksi telah diperiksa, dan pihak kepolisian sedang mengumpulkan bukti-bukti lainnya untuk mengidentifikasi pelaku.
"Kami berharap pihak kepolisian dapat bekerja maksimal dalam mengungkap kasus ini. Pelaku harus dijerat hukum paling berat sebagai bentuk pembinaan dan agar tidak ada yang mengulangi perbuatan serupa," tegas pernyataan klub.
Sebagai langkah pencegahan, Manajemen Persib akan mengevaluasi kembali rencana jadwal uji coba tim di luar kandang. "Kami akan mengevaluasi kembali jadwal uji coba tim di luar kandang. Keselamatan tim adalah prioritas utama, dan kami akan mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari insiden serupa di masa depan," pungkas pernyataan resmi Persib.
Komentar (0)