12, 2026
Nasional

Pakar Sebut Geothermal Gunung Ungaran Banyak Manfaat dan Ramah Lingkungan

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemanfaatan Panas Bumi Gunung Ungaran Menjanjikan, Pakar Sebut Ramah Lingkungan

Gunung Ungaran di Jawa Tengah menjadi perhatian para pakar energi terbarukan karena potensi panas bumi (geothermal) yang dimilikinya. Menurut para ahli, daerah ini memiliki potensi geothermal yang signifikan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang ramah lingkungan. Potensi ini menambah daftar sumber energi terbarukan di Indonesia yang semakin mendapat perhatian.

Gunung Ungaran, yang terletak di perbatangan Kabupaten Semarang dan Kendal, Jawa Tengah, memiliki karakteristik geologi yang mendukung adanya sistem panas bumi. Wilayah ini dikenal memiliki aktivitas vulkanisme yang masih aktif dan memiliki sumber panas bumi yang cukup dalam. Menurut para geolog, struktur geologi di sekitar gunung ini memungkinkan adanya reservoir panas bumi yang dapat dimanfaatkan.

Studi Potensi dan Kelayakan

Beberapa studi telah dilakukan untuk mengevaluasi potensi panas bumi di Gunung Ungaran. Salah satu studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari sebuah universitas ternama menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi listrik sekitar 100-150 megawatt (MW). Potensi ini dianggap cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di sekitar Jawa Tengah, terutama di wilayah Semarang, Salatiga, dan sekitarnya.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa suhu reservoir panas bumi di Gunung Ungaran berkisar antara 250-300 derajat Celsius dengan kedalaman sekitar 2-3 kilometer. Kondisi ini sangat ideal untuk pembangunan PLTP dengan teknologi yang sudah terbukti andal. Selain itu, studi kelayakan juga menunjukkan bahwa proyek ini memiliki dampak lingkungan yang relatif rendah dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Manfaat Pemanfaatan Panas Bumi

Pemanfaatan panas bumi di Gunung Ungaran diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat ekonomi dan lingkungan. Secara ekonomi, pembangunan PLTP dapat menciptakan lapangan kerja baru, baik selama pembangunan maupun operasionalnya. Selain itu, PLTP dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak dan batu bara yang semakin mahal.

Dari sisi lingkungan, panas bumi merupakan senergi terbarukan yang emisi karbonnya sangat rendah. Berbeda dengan pembangkit listrik berbasis batu bara atau gas, PLTP tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca secara signifikan selama operasionalnya. Menurut para pakar, penggunaan panas bumi dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 80% dibandingkan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan kapasitas yang sama.

Selain itu, pemanfaatan panas bumi juga tidak membutuhkan lahan yang luas seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau PLTU. PLTP hanya membutuhkan area yang relatif kecil untuk unit pembangkitnya, sementara sistem pengumpulan uap panas bumi dapat dilakukan secara bawah tanah.

Tantangan dan Solusi

Meskipun memiliki potensi besar, pemanfaatan panas bumi di Gunung Ungaran juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah investasi awal yang besar untuk eksplorasi dan pembangunan infrastruktur. Namun, para pakar menilai bahwa investasi ini akan balik modal dalam jangka panjang karena biaya operasional PLTP relatif rendah dan sumber energinya terbarukan.

Tantangan lainnya adalah potensi dampak terhadap lingkungan sekitar, seperti perubahan suhu air tanah atau aktivitas seismik kecil. Namun, studi menunjukkan bahwa dengan teknologi yang tepat dan pengawasan yang ketat, dampak negatif ini dapat diminimalkan. Beberapa negara seperti Islandia dan Selandia Baru telah berhasil mengelola PLTP dengan baik tanpa menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Berdasarkan studi yang telah dilakukan, pemerintah dan pihak terkait berencana untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut untuk memastikan kelayakan ekonomi dan teknis dari proyek PLTP di Gunung Ungaran. Langkah ini meliputi survei geofisika lebih detail, pemetaan struktur bawah tanah, dan analisis sumber daya yang lebih akurat.

Setelah eksplorasi selesai, rencananya akan dilakukan studi kelayakan investasi dan perencanaan teknis detail. Jika proyek ini terbukti layak, pembangunan PLTP dapat dimulai dalam beberapa tahun ke depan. Para pakar mengharapkan agar proyek ini dapat menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Pemanfaatan panas bumi di Gunung Ungaran sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pangsa energi terbarukan dalam mix energi nasional. Indonesia yang kaya sumber daya panas bumi diharapkan dapat memaksimalkan potensi ini untuk mencapai target energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.

Dengan demikian, potensi panas bumi di Gunung Ungaran tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi daerah setempat, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca dan pencapaian target energi terbarukan nasional. Para ahli optimis bahwa dengan teknologi dan perencanaan yang tepat, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam pemanfaatan energi geothermal di dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter