Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
Jakarta - Mantan Kadivhubinter Polri Komisaris Jenderal (Pol) Napoleon Bonaparte tutup usia pada usia 72 tahun. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Ahmad Ramadhan mengkonfirmasi kabar meninggalnya mantan pejabat tinggi Polri tersebut. "Benar, almarhum mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte telah meninggal dunia pada Selasa (23/5/2023) sekitar pukul 14.30 WIB di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan," ujar Ramadhan.
Almarhum dilaporkan menghembuskan napas terakhir akibat komplikasi kesehatan yang dideritanya selama ini. Napoleon Bonaparte dikenal sebagai salah satu figur penting di tubuh Polri, terutama dalam bidang komunikasi dan hubungan masyarakat. Ia menjabat sebagai Kadivhubinter Polri pada periode 2010-2012, menggantikan Irjen Pol Drs. Nanan Soekarna.
Karir di Polri
Napoleon Bonaparte memulai karirnya di kepolisian pada tahun 1973 lalu. Sebelum menjabat sebagai Kadivhubinter, pernah berbagai posisi penting di tubuh Polri. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Polda Jawa Barat, Kapolda Jawa Tengah, dan juga pernah menjadi Staf Ahli Kepala Polri.
Di tengam karirnya, Napoleon Bonaparte dikenal sebagai sosok yang profesional dan memiliki integritas tinggi. Ia juga aktif memberikan masukan dan pandangan terkait perkembangan kepolisian di Indonesia. Selama menjabat sebagai Kadivhubinter, Napoleon Bonaparte berhasil membenahi sistem komunikasi dan hubungan masyarakat di tubuh Polri, terutama dalam penanganan isu-isu sensitif yang sering menjadi perhatian publik.
Kontribusi bagi Kepolisian
Selama berkarir di Polri, Napoleon Bonaparte memberikan banyak kontribusi bagi lembaga kepolisian Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu arsitek di balik rebranding Polri dari "Kepolisian Negara Republik Indonesia" menjadi "Kepolisian Republik Indonesia" pada tahun 2000. Perubahan ini dilakukan untuk menegaskan bahwa Polri adalah lembaga negara yang bersifat profesional, independen, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Napoleon Bonaparte juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. Ia pernah mendirikan yayasan yang bergerak di bid pendidikan dan bantuan bagi anak-anak kurang mampu. Kepeduliannya terhadap masalah sosial membuatnya dihormati oleh banyak kalangan, baik di internal maupun eksternal Polri.
Reaksi dari Berbagai Pihak
Kabar meninggalnya Napoleon Bonaparte mendapat respon dari berbagai pihak. Mantan Kepala Polri Jenderal (Pol) Drs. Timur Pradopo mengaku kehilangan salah satu sahabat terdekatnya. "Saya kehilangan sahabat sekaligus rekan setugas yang luar biasa. Beliau adalah sosok yang profesional, rendah hati, dan selalu memberikan solusi untuk setiap masalah," ujar Timur Pradopo.
Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Inspektur Jenderal (Pol) Agus Andrianto mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Napoleon Bonaparte. "Kehilangan beliau adalah kehilangan besar bagi Polri. Kontribusinya dalam membangun citra Polri yang lebih baik tidak akan terlupakan," kata Agus.
Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umah (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Rabu (24/5/2023) besok. Upacara pemakaman akan dihadiri oleh keluarga besar, rekan-rekan seperjuangan di tubuh Polri, serta para pejabat tinggi negara.
Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jl. Rawa Barat, Jakarta Selatan. Keluarga besar mengharapkan agar tidak ada penghormatan militer atau upacara kenegaraan, mengingat keinginan almarhum yang sederhana.
Meninggalnya Napoleon Bonaparte meninggalkan seorang istri, yaitu Hj. Rina Napoleon Bonaparte, dan tiga orang anak. Keluarga besar mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan oleh banyak pihak selama ini.
Komentar (0)