13, 2026
Nasional

Media Officer Akademi Persib Jadi Korban Kekerasan Oknum Suporter, Ceritakan Kronologi Kejadian

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Media Officer Akademi Persib Jadi Korban Kekerasan Oknum Suporter, Ceritakan Kronologi Kejadian

Seorang Media Officer Akademi Persib menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum suporter. Kejadian ini terjadi pada Rabu (15/3) malam seusai latihan di kompleks Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung Barat. Korban yang merupakan staf media akademi klub sepak bola lega tersebut mengalami luka-luka setelah diserang oleh seorang pria yang diduga merupakan suporter fanatik.

Korban yang bernama Dedi (28) mengalami lixel di bagian wajah dan luka lebam di beberapa tubuhnya akibat serangan tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban sedang memarkir mobilnya di area parkir kompleks stadion setelah selesai mengikuti sesi latih bersama tim.

Kronologi Lengkap Kejadian

Menurut cerita korban, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah selesai latihan, korban memarkir mobilnya di area parkir yang biasa digunakan oleh tim pelatih dan staf akademi. Tiba-tiba, seorang pria berbadan tegap mendekati korban dengan wajah membara.

"Saya sedang memarkir mobil, tiba-tiba ada pria datang dengan marah-marah. Dia langsung menghampiri dan menanyakan mengapa ada staf akademi yang parkir di area itu," ujar korban saat ditemui di kediamannya, Kamis (16/3).

Korban mencoba menenangkan pria tersebut dengan menjelaskan bahwa ia adalah staf media akademi dan memiliki ijin untuk memarkir di area tersebut. Namun, upaya korban tidak membuahkan hasil. Pria tersebut terus bersikap tidak terpuji hingga akhirnya memukul korban di wajahnya.

"Saya mencoba menjelaskan, tapi dia tidak mau dengar. Tiba-tiba dia menepuk wajah saya dengan keras. Saat saya jatuh, dia terus memukul saya di bagian tubuh," tutur korban yang masih terlihat memakai perban di tangan dan wajahnya.

Setelah memukul korban, pria tersebut kabur dari lokasi meninggalkan korban tergeletak di lantai. Beberapa staf akademi yang melihat kejadian segera mendekati dan membantu korban. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Reaksi Akademi Persib

Atas kejadian tersebut, Akademi Persib segera mengeluarkan pernyataan resmi. Manajer Akademi Persib, Ahmad Hidayat, mengaku sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa stafnya tersebut.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini tidak boleh terjadi di lingkungan sepak bola yang seharusnya bersih dan sportif. Kami akan segera melakukan koordinasi dengan pihak keamanan stadion untuk menyelidiki kasus ini," ujar Ahmad Hidayat dalam rilis resmi yang diterima redaksi.

Menurut Ahmad, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut. Korban juga telah diperiksa oleh tim medis dan dinyatakan mengalami cedera ringan.

"Kami juga akan memberikan dukungan penuh kepada korban untuk proses hukum yang akan dilaksanakan. Kejadian ini tidak akan kami biarkan begitu saja. Kita harus menunjukkan bahwa kekerasan tidak ada tempat di sepak bola," tambahnya.

Tanggapan Suporter

Sementara itu, beberapa suporter Persib yang mengetahui kejadian ini mengecam tindakan oknum yang melakukan kekerasan tersebut. Ketua Bobotoh Persib, Budi Santoso, meminta kepada seluruh suporter untuk tetap menjaga sportivitas.

"Kami mengecam keras tindakan oknum suporter yang melukai staf akademi. Ini bukan budaya suporter Persib. Kita harus mendukung tim, bukan melukai sesama," ujar Budi Santoso.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang sepadan agar tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari.

Kepolisian Resor (Polres) Bandung Barat mengaku sedang melakukan penyelidikan atas laporan yang masuk. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bandung Barat, Komisarius Adjunct (Ajun Komisaris) Polisi (AKP) Eko Prihanto mengatakan timnya sudah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

"Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan. Beberapa saksi sudah kita dengar. Kami juga sudah meminta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk membantu proses penyelidikan," ujar AKP Eko Prihanto.

Kejadian ini menunjukkan bahwa masalah kekerasan di sepak bola masih menjadi masalah serius yang perlu diatasi. Berbagai pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan sportif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter