Kemenangan telak 6-0 Malaysia atas Singapura pada leg kedua semifinal FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu malam, tidak cukup untuk mengantar Harimau Malaya ke partai puncak. Tim asuhan pelatih Kim Pan-gon itu tersingkir dengan agregat 6-7 setelah pada leg pertama di Stadion Jalan Besar, Singapura, pekan lalu menelan kekalahan 0-7.
Bek sayap Malaysia, Daniel Ting, mengaku sangat kecewa dengan hasil akhir tersebut. Menurutnya, kemenangan besar di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri seharusnya menjadi modal berharga untuk melaju ke final. Namun, defisit tujuh gol dari pertemuan pertama membuat upaya bangkit di leg kedua berakhir sia-sia.
Kekecewaan Daniel Ting Usai Laga
Daniel Ting menyatakan bahwa seluruh pemain telah memberikan segala kemampuan terbaik di lapangan. Ia menyebut timnya tampil menekan sejak menit awal, mencetak gol demi gol, dan nyaris menyamakan agregat. Meski demikian, ia menilai hasil ini tetap menjadi pukulan berat bagi skuad Malaysia yang sejak awal menargetkan gelar juara.
"Kami tahu apa yang harus kami lakukan, dan kami berhasil mencetak enam gol. Tapi kami juga harus menerima kenyataan bahwa gol-gol di leg pertama terlalu berat untuk dikejar," kata Daniel Ting dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip dari laman resmi federasi. Ia menambahkan bahwa kekecewaan ini akan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemain untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di turnamen berikutnya.
Daniel Ting juga menyoroti mentalitas rekan-rekannya yang tetap bertahan hingga peluit akhir. Ia menilai semangat pantang menyerah itu patut diapresiasi, meski pada akhirnya hasil akhir tidak berpihak kepada Malaysia. Ia berharap para pendukung tetap memberikan dukungan kepada tim yang tengah dalam proses pembangunan ini.
Jalannya Pertandingan Leg Kedua
Malaysia membuka pertandingan dengan tempo tinggi. Gol pertama tercipta pada menit kesembilan melalui sundulan striker utama Malaysia setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Gol kedua hadir pada menit ke-24 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Singapura.
Singapura yang bermain lebih bertahan mencoba meredam tekanan tuan rumah. Namun, pada menit ke-38, Malaysia kembali menambah gol melalui skema bola mati. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum, memberi harapan besar kepada publik tuan rumah bahwa kebangkitan dramatis masih mungkin terjadi.
Memasuki babak kedua, Malaysia semakin menguasai pertandingan. Gol keempat tercipta pada menit ke-57, disusul gol kelima pada menit ke-71. Striker Malaysia melengkapi trigol pribadinya pada menit ke-84, menjadikan kedudukan 6-0. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta, sehingga Malaysia menang 6-0 tetapi kalah agregat 6-7.
Evaluasi dan Sorotan Publik
Kekalahan di leg pertama menjadi sorotan utama publik sepak bola Malaysia. Banyak pihak menilai hasil 0-7 di Singapura sebagai titik lemah yang tidak seharusnya terjadi, terutama mengingat kualitas pemain yang dimiliki Malaysia. Pelatih Kim Pan-gon dalam konferensi pers terpisah menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut dan akan melakukan evaluasi menyeluruh.
Kim Pan-gon menambahkan, lini pertahanan menjadi masalah utama yang harus segera dibenahi. Ia menilai para pemain terlalu mudah kehilangan konsentrasi pada laga tandang, sehingga Singapura mampu mencetak gol dengan cepat. Meski tersingkir, ia menegaskan timnya akan tetap fokus mempersiapkan diri untuk kompetisi berikutnya.
Sementara itu, pelatih Singapura mengaku lega timnya bisa mempertahankan keunggulan agregat. Ia menyebut kemenangan besar di leg pertama menjadi kunci utama kelolosan ke final. Singapura akan menghadapi pemenang semifinal lainnya pada laga final yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan depan.
Dampak bagi Malaysia
Tersingkirnya Malaysia dari FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pukulan tersendiri bagi sepak bola nasional. Target mencapai final yang semula dicanangkan harus pupus di semifinal. Meski demikian, penampilan gemilang di leg kedua setidaknya memberikan harapan bahwa materi pemain muda Malaysia memiliki potensi besar untuk bersaing di level regional.
Daniel Ting berharap kekalahan ini tidak membuat rekan-rekannya patah semangat. Ia menegaskan bahwa timnya harus bangkit dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk tampil lebih konsisten di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh pemain untuk terus bekerja keras demi memperbaiki peringkat Malaysia di pentas sepak bola Asia Tenggara.
Dengan hasil ini, Singapura melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026, sementara Malaysia harus puas mengakhiri perjalanan di babak empat besar. Kekecewaan Daniel Ting dan rekan-rekannya menjadi gambaran betapa sepak bola tidak hanya ditentukan oleh performa di satu pertandingan, tetapi juga konsistensi sepanjang dua leg.
Komentar (0)