03, 2026
Nasional

Mendagri Ungkap Alasan Prabowo Dorong Program Gentengisasi

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mendagri Ungkap Alasan di Balik Dorongan Program Gentengisasi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengungkap sejumlah pertimbangan yang melatarbelakangi dorongan Presiden Prabowo Subianto terhadap program yang dikenal dengan sebutan gentengisasi. Program ini menjadi bagian dari agenda pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor perumahan dan penataan permukiman.

Menurut Mendagri, dorongan tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga. Persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan tingkat pertumbuhan permukiman yang tinggi. Gentengisasi dipandang sebagai salah satu instrumen untuk menjawab persoalan itu secara lebih terukur.

Mendagri menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar persoalan mengganti atap bangunan. Lebih dari itu, gentengisasi merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh untuk memperbaiki kualitas rumah, meningkatkan kesehatan penghuni, serta menata kawasan agar lebih rapi dan aman. Atap yang layak, kata dia, berkaitan langsung dengan perlindungan dari cuaca ekstrem dan kualitas hidup sehari-hari.

Kaitan dengan Program Pembangunan Nasional

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya program yang berdampak langsung pada rakyat. Pemerintah menempatkan sektor perumahan sebagai salah satu prioritas, sejalan dengan target pembangunan nasional yang mencakup penyediaan hunian layak, penanganan kawasan kumuh, dan penguatan infrastruktur dasar permukiman.

Mendagri menyebut gentengisasi sebagai bagian dari rangkaian kebijakan yang saling terhubung. Perbaikan atap rumah tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, dan akses jalan lingkungan. Pendekatan terpadu itu diyakini lebih efektif dibandingkan program yang bersifat sektoral dan terpisah-pisah.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program. Mendagri menegaskan bahwa kementeriannya berperan dalam mengoordinasikan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota agar program berjalan sesuai perencanaan. Data penerima manfaat, verifikasi kondisi rumah, serta kesiapan anggaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tahapan pelaksanaan.

Dorongan agar Program Tepat Sasaran

Mendagri menekankan pentingnya akurasi data agar program tidak salah sasaran. Pemerintah daerah diminta memperbarui basis data rumah tangga, terutama keluarga yang tinggal di rumah dengan atap rusak atau tidak memenuhi standar kelayakan. Pendataan yang rapi dinilai menentukan keberhasilan program di lapangan.

Selain itu, aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian. Mendagri mengingatkan agar pengadaan material, distribusi, dan pelaksanaan pekerjaan diawasi secara ketat. Pemerintah daerah perlu melibatkan aparat pengawas internal serta masyarakat dalam proses pemantauan. Hal ini untuk mencegah penyimpangan yang dapat merugikan penerima manfaat.

Dari sisi pembiayaan, program dapat bersumber dari anggaran pusat, anggaran pendapatan dan belanja daerah, serta skema lain yang sesuai dengan ketentuan. Mendagri menyebut perlunya sinergi fiskal antara pusat dan daerah agar pelaksanaan tidak tersendat. Daerah dengan kemampuan fiskal terbatas diharapkan memperoleh dukungan yang memadai.

Respons Daerah dan Tantangan Pelaksanaan

Sejumlah pemerintah daerah menyambut baik arahan tersebut. Mereka menilai perbaikan atap rumah merupakan kebutuhan mendesak, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan sering dilanda angin kencang. Atap yang rusak tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko menimbulkan kerusakan pada bagian lain bangunan.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Mulai dari keterbatasan anggaran, kondisi geografis yang sulit dijangkau, hingga perbedaan standar harga material antardaerah. Pemerintah daerah juga menghadapi persoalan tenaga kerja dan waktu pelaksanaan agar program selesai sesuai target.

Mendagri menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi berkala. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki mekanisme, termasuk penyesuaian besaran bantuan dan metode pelaksanaan di daerah tertentu. Pendekatan yang fleksibel dianggap penting karena kondisi setiap daerah berbeda.

Program gentengisasi juga diarahkan untuk mendukung sektor lain, seperti penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan usaha material bangunan. Jika dikelola baik, program ini dapat memberi dampak berganda bagi perekonomian daerah, terutama di kawasan yang memiliki industri genteng dan bahan bangunan.

Dengan dorongan langsung dari Presiden Prabowo, pemerintah berharap program ini berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Mendagri menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang diperbaiki, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat dan tertatanya permukiman secara berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter