21, 2026
Nasional

Mengapa Foto Lampu LED dengan Kamera HP Bisa Bergaris? Ini Masalahnya

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/06/30/6a43dc25d121f-ilustrasi-kamera-hp_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Foto lampu LED yang diambil dengan kamera ponsel kerap menampilkan garis-garis terang dan gelap melintang di layar. Fenomena itu bukan kerusakan kamera, melainkan benturan antara cara kerja sumber cahaya dan cara sensor gambar merekamnya. Garis-garis tersebut dikenal sebagai banding atau flicker banding, dan penyebabnya bisa dijelaskan secara teknis.

Lampu LED Tidak Menyala Sepenuhnya Stabil

Lampu LED tidak memancarkan cahaya secara konstan seperti yang ditangkap mata. Komponen ini bekerja dengan arus searah, sementara listrik dari jaringan rumah tangga berupa arus bolak-balik. Karena itu, di dalam lampu LED terdapat rangkaian pengubah daya atau driver yang menurunkan tegangan dan mengubah arus bolak-balik menjadi searah.

Proses penyearahan arus tersebut membuat intensitas cahaya berdenyut mengikuti siklus listrik. Di Indonesia, jaringan listrik berfrekuensi 50 hertz, sehingga denyut cahaya LED umumnya terjadi 100 kali per detik karena setiap siklus menghasilkan dua puncak. Pada lampu dengan driver berkualitas baik, denyut ini diredam oleh kapasitor sehingga hampir tidak terasa. Sebaliknya, lampu murah atau lampu yang diatur pada tingkat kecerahan rendah melalui metode pulse width modulation dapat berkedip jauh lebih cepat dan lebih dalam.

Mata manusia umumnya tidak menyadari kedipan secepat itu. Namun kamera memiliki cara pandang berbeda, dan di sinilah masalah muncul.

Rolling Shutter dan Cara Sensor Membaca Cahaya

Mayoritas sensor kamera ponsel bekerja dengan metode rolling shutter. Sensor tidak merekam seluruh gambar secara serentak dalam satu momen, melainkan membaca baris demi baris dari atas ke bawah dalam waktu singkat. Setiap baris menangkap cahaya pada waktu yang sedikit berbeda dari baris lainnya.

Ketika sumber cahaya berkedip sementara sensor sedang membaca baris demi baris, sebagian baris mengenai puncak kecerahan dan sebagian lain mengenai lembah. Hasilnya adalah pita horizontal dengan tingkat terang berbeda-beda. Semakin cepat laju baca sensor dan semakin dalam kedipan lampu, semakin jelas garis yang tampak.

Pada mode foto, garis muncul ketika kecepatan rana lebih pendek daripada siklus kedipan. Kecepatan rana 1/1000 detik, misalnya, hanya menangkap sebagian kecil dari satu siklus sehingga perbedaan kecerahan antarbaris menjadi mencolok. Pada mode video, efeknya lebih terlihat karena garis-garis itu bergerak naik atau turun mengikuti selisih antara frekuensi kedipan lampu dan laju bingkai rekaman.

Bukan Hanya Soal Terang dan Gelap

Selain perbedaan kecerahan, garis pada foto lampu LED kadang memperlihatkan pergeseran warna, misalnya semburat kehijauan atau keunguan. Ini terjadi karena sistem keseimbangan putih otomatis kamera menyesuaikan warna berdasarkan tingkat cahaya yang diterimanya. Ketika kecerahan berubah antarbaris, kamera dapat membaca warna yang sedikit berbeda pula.

Fenomena serupa juga muncul pada lampu neon, lampu panggung, layar monitor, dan lampu kendaraan. Bahkan kamera profesional dengan sensor besar dapat mengalami hal yang sama bila tidak diatur dengan tepat. Artinya, garis-garis tersebut lebih merupakan persoalan sinkronisasi waktu antara sumber cahaya dan sensor, bukan cacat perangkat.

Cara Mengurangi Garis pada Foto

Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menekan munculnya garis saat memotret lampu LED.

1. Aktifkan mode anti-flicker

Banyak kamera ponsel dan kamera digital menyediakan pengaturan anti-flicker atau anti-banding. Fitur ini menyelaraskan kecepatan rana dengan frekuensi listrik setempat, umumnya 50 hertz untuk Indonesia. Pengaturan ini biasanya tersedia di menu profesional atau mode Pro.

2. Gunakan kecepatan rana lebih lambat

Kecepatan rana yang cukup panjang, misalnya 1/50 atau 1/60 detik, memungkinkan sensor menangkap satu siklus penuh kedipan sehingga kecerahan lebih merata. Risikonya, gambar mudah kabur bila objek bergerak atau tangan goyang.

3. Sesuaikan laju bingkai video

Untuk rekaman video, pilih laju bingkai yang merupakan kelipatan frekuensi listrik, seperti 25 atau 50 bingkai per detik pada sistem 50 hertz. Kombinasi yang tidak sesuai justru memperkuat efek garis berjalan.

4. Ubah sudut dan jarak pengambilan

Menggeser posisi kamera, memiringkan sudut, atau menjauh dari sumber cahaya kadang cukup untuk mengurangi intensitas garis. Menghindari pemotretan langsung ke lampu dengan kecerahan rendah juga membantu, karena lampu yang diredupkan umumnya berkedip lebih dalam.

5. Manfaatkan mode burst

Mengambil beberapa foto berurutan meningkatkan peluang mendapatkan satu bingkai yang jatuh pada fase kedipan paling merata. Dari beberapa hasil, biasanya ada satu atau dua gambar yang relatif bersih.

Dampak bagi Pengguna

Kedipan lampu LED yang terekam kamera sebenarnya bisa menjadi petunjuk kualitas lampu. Lampu dengan kedipan dalam dan tidak teratur berpotensi menimbulkan kelelahan mata, sakit kepala, atau ketidaknyamanan bagi sebagian orang yang sensitif, terutama bila digunakan dalam waktu lama di ruang kerja atau ruang baca.

Karena itu, memilih lampu dengan driver berkualitas dan menghindari penggunaan tingkat kecerahan terendah pada lampu yang murah dapat menjadi langkah pencegahan. Bagi yang hendak memotret atau merekam di bawah lampu LED, pengaturan kamera yang tepat akan jauh lebih menentukan hasil akhir daripada sekadar mengganti perangkat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter