13, 2026
Nasional

Mengapa Houthi Terus Menyerang Bandara Arab Saudi? Ini Pemicunya

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/12/6acc507762236-rekaman-cctv-bandara-riyadh-merekam-saat-penyerangan_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mengapa Houthi Terus Menserang Bandara Arab Saudi? Ini Pemicunya

Serangan terhadir bandara-bandara di Arab Saudi oleh kelompok Houthi dari Yaman terus berlanjut meski telah berlangsung selama bertahun-tahun. Aksi serangan ini menimbulkan kekhawatiran internasional dan menunjukkan kompleksitas konflik di kawasan tersebut. Pemahaman mendalam mengenai pemicu serangan ini membutuhkan analisis berbagai faktor politik, militer, dan humaniter yang saling terkait.

Latar Belakang Konflik

Konflik di Yaman berlangsung sejak tahun 2014 ketika kelompok Houthi, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, menguasai ibu kota Sana'a dan menggulingkan pemerintahan presiden Abdrabbuh Mansur Hadi. Pada tahun 2015, Arab Saudi dan koalisinya memulai intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Hadi yang diakui internasional.

Kelompok Houthi didukung oleh Iran, sementara Arab Saudi didukung oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam konflik regional yang lebih luas antara kedua kekuatan tersebut. Konflik ini telah mengakibatkan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan ribuan korban jiwa dan jutaan orang terdampak.

Alasan Serangan terhadap Bandara

Ada beberapa alasan mengapa Houthi terus menyerang bandara-bandara di Arab Saudi. Pertama, bandara merupakan simbol penting dari pemerintahan Arab Saudi dan representasi dari kekuatan ekonomi dan politiknya. Dengan menyerang target-strategis ini, Houthi berupaya menunjukkan bahwa mereka dapat menjangkau jantung kekuatan Arab Saudi meski koalisi militer terus berusaha mengalahkan mereka.

Kedua, serangan terhadap bandara merupakan bentuk perlawanan terhadap blokade udara yang diterapkan Arab Saudi sejak awal konflik. Blokade ini membatasi akses bantuan kemanusiaan dan menyulitkan kehidupan warga sipil di Yaman. Dengan menyerang bandara, Houthi menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan yang dianggap melanggar hak asasi manusia.

Ketiga, serangan ini juga merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian dari situasi di dalam negeri Yaman yang semakin memburuk. Dengan menunjukkan kekuatan militer di luar negeri, Houthi berharap dapat memperkuat posisi mereka di dalam negeri dan mengurangi kritik terhadap kegagalan mereka dalam membangun stabilitas di Yaman.

Dampak Serangan terhadap Sipil

Serangan terhadap bandara memiliki dampak langsung terhadap warga sipil, baik di Yaman maupun Arab Saudi. Di Arab Saudi, serangan ini mengancam keselamatan penumpang dan staf bandara, serta mengganggu operasi penerbangan yang penting untuk ekonomi negara. Di Yaman, serangan ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah dengan membatasi akses bantuan kemanusiaan dan memperumit evakuasi medis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan-badan kemanusiaan lainnya telah menyatakan kekhawatiran mereka terhadap dampak serangan ini terhadap upaya kemanusiaan di kawasan ini. Penghentian sementara operasi bandara dapat menghambat pengiriman obat-obatan, vaksin, dan bantuan kemanusiaan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga Yaman.

Reaksi Internasional

Komunitas internasional telah mengecam serangan Houthi terhadap bandara Arab Saudi. Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain telah menuntut penghentian serangan ini dan menekan agar semua pihak menemukan solusi damai untuk konflik di Yaman.

PBB telah berupaya melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bertikai, namun hingga kini belum ada kemajuan signifikan. Konflik ini terus berlanjut dengan korban jiwa terus bertambah dan krisis kemanusiaan semakin memburuh.

Masa Depan Konflik

Prospek masa depan konflik di Yaman masih sangat tidak pasti. Meskipun telah ada beberapa upaya gencatan senjata, serangan terhadap bandara menunjukkan bahwa ketegangan masih sangat tinggi. Dukungan internasional bagi kedua belah pihak terus menjadi faktor yang memperumit upaya damai.

Untuk mencapai solusi yang berkelanjutan, diperlukan komitmen kuat dari semua pihak untuk menghentikan kekerasan, membuka akses kemanusiaan, dan memulai dialog politik yang inklusif. Tanpa komitmen ini, konflik akan terus berlanjut dan korban jiwa serta penderitaan warga sipil akan terus bertambah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter