06, 2026
Nasional

Mengenang 15 Tahun Kepergian Steve Jobs, Tim Cook dan John Ternus Tulis Pesan Menyentuh

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tanggal 5 Oktober menandai 15 tahun sejak kepergian Steve Jobs, pendiri sekaligus ikon Apple yang meninggal pada 2011 akibat komplikasi kanker pankreas neuroendokrin. Peringatan satu setengah dekade tersebut kembali menghadirkan gelombang penghormatan dari lingkungan internal perusahaan, terutama dari orang-orang yang pernah bekerja paling dekat dengannya. CEO Apple Tim Cook dan Wakil Presiden Senior bidang Teknologi Perangkat Keras John Ternus menyampaikan pesan yang menggambarkan warisan Jobs bukan hanya sebagai pencipta produk, melainkan sebagai pembentuk cara berpikir dan budaya perusahaan.

Pesan Tim Cook: Warisan yang Hidup dalam Keputusan Sehari-hari

Tim Cook, yang mengambil alih jabatan CEO tak lama sebelum Jobs wafat, menulis pesan yang menyoroti cara pandang mantan mentornya terhadap pekerjaan dan hidup. Cook mengingat Jobs sebagai sosok yang menolak berhenti pada standar rata-rata, yang selalu mendorong tim untuk mempertanyakan apakah sesuatu bisa dibuat lebih sederhana, lebih baik, dan lebih bermakna bagi pengguna. Dalam pesannya, Cook menegaskan bahwa nilai-nilai itu tidak berhenti bersama Jobs, tetapi terus hidup dalam setiap keputusan produk dan kebijakan perusahaan.

Cook juga menyentuh dimensi personal, mengenang Jobs sebagai pribadi yang keras namun penuh perhatian pada hal-hal yang dianggapnya penting. Menurut Cook, kemampuan Jobs melihat apa yang belum ada dan meyakinkan orang lain bahwa hal itu mungkin adalah salah satu pelajaran terbesar yang ia wariskan. Pesan tersebut disampaikan dengan nada reflektif, tanpa mengungkap detail pertemuan atau peristiwa pribadi yang bersifat privat.

John Ternus dan Generasi Insinyur yang Dibentuk Jobs

John Ternus, yang kini memimpin pengembangan perangkat keras Apple, termasuk lini iPhone, Mac, dan iPad, menyampaikan pesan dari perspektif generasi teknisi yang tumbuh di bawah standar yang ditetapkan Jobs. Ternus menekankan bahwa banyak metode kerja rekayasa Apple hari ini, mulai dari prototipe cepat, obsesi pada detail material, hingga keterlibatan langsung antara insinyur dan desainer, berakar pada cara Jobs memimpin pada dekade 2000-an.

Dalam pesannya, Ternus menyebut bahwa salah satu hal yang paling membekas adalah keyakinan Jobs bahwa teknologi harus terasa manusiawi, bukan sekadar kumpulan spesifikasi. Prinsip itu, menurut Ternus, masih menjadi kompas ketika Apple menghadapi tantangan baru seperti komputasi spasial, kecerdasan buatan, dan perangkat yang semakin terintegrasi dengan kesehatan pengguna.

Konteks: 15 Tahun Tanpa Jobs, Apple di Bawah Tekanan Baru

Peringatan 15 tahun ini datang pada momen yang tidak sederhana bagi Apple. Perusahaan menghadapi persaingan ketat di pasar smartphone global, tekanan regulasi di Amerika Serikat dan Eropa terkait ekosistem aplikasi, serta perlombaan teknologi kecerdasan buatan yang mengubah lanskap industri. Para pengamat menilai pesan-pesan dari Cook dan Ternus juga berfungsi sebagai penegasan identitas internal: bahwa Apple tetap menganggap dirinya perusahaan yang dibangun atas dasar visi produk, bukan sekadar reaksi terhadap tren pasar.

Sejumlah mantan eksekutif Apple yang pernah bekerja dengan Jobs juga mengenang pendiri perusahaan itu dalam berbagai kesempatan terpisah. Mereka umumnya menggambarkan Jobs sebagai pemimpin yang menuntut kesempurnaan, sulit diajak kompromi soal kualitas, tetapi juga mampu menginspirasi tim untuk melampaui batas yang mereka anggap mungkin.

Warisan yang Diuji oleh Waktu

Lima belas tahun setelah kepergiannya, warisan Steve Jobs tetap menjadi rujukan yang hidup di Cupertino. Namun pertanyaan yang sering muncul adalah sejauh mana pendekatan yang ia bangun masih relevan di era ketika siklus inovasi makin cepat dan ekspektasi konsumen berubah. Tim Cook dan John Ternus, melalui pesan-pesan mereka, tampaknya menjawab pertanyaan itu dengan cara yang sama seperti Apple menjawab kritik selama ini: dengan menegaskan bahwa nilai-nilai inti perusahaan tidak berubah, meskipun produk dan teknologinya terus berkembang.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa di balik perangkat yang dipakai ratusan juta orang setiap hari, terdapat gagasan tentang kesederhanaan, kegunaan, dan perhatian pada detail yang diperkenalkan oleh seseorang yang wafat 15 tahun lalu. Bagi banyak pihak di dalam dan luar Apple, pertanyaannya bukan lagi apakah warisan Jobs akan bertahan, melainkan bagaimana warisan itu diterjemahkan ke dalam tantangan zaman yang sama sekali berbeda dari saat ia masih memimpin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter