20, 2026
Politik

Mentan Amran Masuk Peringkat Atas dalam Sejumlah Survei Kinerja Menteri

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menteri Pertanian Amran Sulaiman kembali menempati posisi atas dalam sejumlah survei kinerja menteri yang dirilis berbagai lembaga pemantau opini publik. Hasil itu menempatkan menteri dari kalangan profesional nonpartai tersebut di antara sejumlah nama yang dinilai publik memiliki capaian paling terlihat sejak kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dilantik pada Oktober 2024.

Dalam beberapa survei terbaru, nama Amran secara konsisten berada di kelompok teratas, baik pada kategori tingkat pengenalan maupun tingkat kepuasan terhadap kinerja. Posisinya bersaing ketat dengan sejumlah menteri lain yang menangani sektor pelayanan dasar, seperti bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Meski angka persentase berbeda antarlembaga, pola yang muncul relatif serupa: tingkat kepuasan terhadap kinerja Menteri Pertanian berada di atas rata-rata menteri lain dalam kabinet.

Posisi di sejumlah survei

Survei-survei tersebut umumnya menggunakan metode wawancara tatap muka dengan jumlah responden berkisar seribu hingga dua ribu orang di sejumlah provinsi, dengan margin of error sekitar dua hingga tiga persen. Pertanyaan yang diajukan mencakup pengenalan nama menteri, penilaian terhadap program yang dijalankan, hingga tingkat kepuasan atas komunikasi publik yang dibangun.

Pada indikator pengenalan nama, Amran tercatat sebagai salah satu menteri yang paling dikenal responden. Popularitas itu tidak terlepas dari frekuensi kemunculannya di ruang publik, terutama saat meninjau langsung lokasi pertanaman, menghadiri panen raya, dan mengumumkan program bantuan sarana produksi pertanian. Sementara pada indikator kepuasan, mayoritas responden yang mengenal namanya menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerjanya.

Beberapa lembaga survei mencatat bahwa elektabilitas dan tingkat kepuasan terhadap menteri dari Kementerian Pertanian cenderung meningkat setelah program-program bantuan alat dan mesin pertanian serta pompanisasi masif dijalankan di sejumlah daerah. Kenaikan itu terutama terlihat di wilayah perdesaan yang menjadi basis rumah tangga usaha tani.

Faktor pendorong penilaian

Program swasembada dan bantuan sarana produksi

Penilaian publik terhadap kinerja Menteri Pertanian sebagian besar dikaitkan dengan agenda swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan saat ini. Sejumlah program yang paling banyak disebut responden antara lain bantuan benih, pupuk bersubsidi, pompanisasi untuk lahan tadah hujan, optimasi lahan rawa, serta penyediaan alat dan mesin pertanian di tingkat kelompok tani.

Program-program tersebut dinilai responden memiliki dampak langsung terhadap kegiatan usaha tani sehari-hari, meskipun kualitas pelaksanaannya di lapangan masih bervariasi antardaerah. Responden di sejumlah provinsi sentra produksi menyebut bantuan irigasi dan pompa air membantu mereka mengatasi kekeringan pada musim kemarau, sementara petani di daerah lain mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan.

Selain itu, tingkat keterpaparan publik terhadap sosok Amran terbilang tinggi karena gaya komunikasinya yang langsung dan sering berada di lokasi pertanian. Pendekatan itu dinilai sejumlah pengamat membantu publik memahami program pemerintah, meski di sisi lain juga menimbulkan ekspektasi besar yang harus dipenuhi.

Kritik dan tantangan sektor pertanian

Meski menempati peringkat atas, sejumlah kalangan mengingatkan bahwa survei kepuasan tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sektor pertanian secara menyeluruh. Kalangan akademisi dan organisasi petani menyoroti sejumlah persoalan struktural yang belum terselesaikan, seperti keterbatasan akses pupuk, alih fungsi lahan pertanian, harga komoditas yang berfluktuasi, serta rendahnya regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian.

Persoalan tata niaga juga menjadi sorotan. Fluktuasi harga gabah dan sejumlah komoditas hortikultura dinilai masih merugikan petani pada periode tertentu, terutama saat panen raya. Di sisi lain, pemerintah menghadapi tekanan untuk menjaga stabilitas harga pangan bagi konsumen, sehingga kebijakan yang diambil kerap berada di antara dua kepentingan tersebut.

Ketersediaan data produksi juga menjadi perdebatan. Sejumlah pengamat meminta agar angka produksi pangan disajikan dengan metodologi yang transparan dan dapat diverifikasi, mengingat data tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan impor maupun ekspor. Kementerian Pertanian menyatakan terus memperbaiki metode pendataan dan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik.

Implikasi bagi pemerintahan

Posisi tinggi dalam survei kinerja menteri dinilai menguntungkan bagi citra pemerintahan, khususnya dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap program pangan nasional. Sejumlah analis politik menyebut kinerja menteri yang terukur menjadi modal penting bagi kabinet untuk mempertahankan dukungan publik di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian iklim.

Namun, pengamat mengingatkan bahwa hasil survei bersifat dinamis dan dapat berubah cepat. Konsistensi capaian di lapangan, transparansi kebijakan, serta kemampuan merespons keluhan petani dinilai menjadi faktor penentu apakah penilaian positif tersebut bertahan dalam jangka panjang.

Sejumlah lembaga survei menyatakan akan kembali mengukur tren kinerja menteri secara berkala. Hasil pengukuran berikutnya diperkirakan menjadi indikator penting untuk melihat apakah peningkatan kepuasan publik berbanding lurus dengan perbaikan nyata pada produksi, pendapatan petani, dan stabilitas harga pangan nasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter