30, 2026
Politik

Mobil Listrik Jadi Target Pasar Baru SKF

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/25/6ab668221ba23-president-director-skf-automotive-indonesia-vincentius-rajagukguk_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

SKF Automotive Indonesia Bidik Pasar Mobil Listrik sebagai Motor Pertumbuhan Baru

Industri otomotif nasional tengah mengalami pergeseran besar seiring meningkatnya penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai di pasar domestik. Perubahan lanskap tersebut tidak hanya dirasakan oleh pabrikan kendaraan, tetapi juga oleh pemasok komponen dan solusi teknis yang selama ini menopang sektor otomotif konvensional. PT SKF Automotive Indonesia melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat posisinya di rantai pasok kendaraan listrik dalam negeri.

President Director SKF Automotive Indonesia, Vincentius Rajagukguk, mengungkapkan bahwa segmen kendaraan listrik kini menjadi salah satu fokus utama perseroan dalam jangka menengah. Menurutnya, pergeseran dari mesin pembakaran internal ke sistem penggerak listrik mengubah secara mendasar kebutuhan komponen, terutama pada bagian yang berkaitan dengan presisi, daya tahan, dan efisiensi energi.

Perubahan Struktur Permintaan Komponen Otomotif

Pada kendaraan bermesin konvensional, sejumlah besar komponen bergerak bekerja pada suhu dan tekanan tinggi, sehingga membutuhkan pelumasan serta bantalan dengan spesifikasi tertentu. Kendaraan listrik memiliki karakteristik berbeda karena jumlah komponen bergerak pada sistem penggerak jauh lebih sedikit. Meski demikian, komponen yang tersisa justru dituntut bekerja pada putaran yang sangat tinggi dengan tingkat getaran dan kebisingan yang harus ditekan serendah mungkin.

Kondisi itu membuat produsen komponen seperti SKF perlu menyesuaikan portofolio produk, mulai dari bantalan berpresisi tinggi, sistem pelumasan khusus, hingga solusi penyegelan yang mampu bekerja pada kondisi operasional kendaraan listrik. Vincentius menyebut bahwa kebutuhan pelanggan kini bergerak ke arah efisiensi energi yang lebih tinggi, karena setiap kehilangan gesekan berdampak langsung pada jarak tempuh kendaraan.

Peluang dari Rantai Pasok Domestik

Indonesia memiliki ambisi besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari penambangan nikel, produksi sel baterai, perakitan kendaraan, hingga industri komponen pendukung. Pemerintah melalui berbagai kebijakan insentif telah mendorong investasi di sektor ini, termasuk kewajiban tingkat komponen dalam negeri bagi kendaraan listrik yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri.

Kebijakan tersebut membuka ruang bagi pemasok komponen global yang memiliki basis produksi di Indonesia, seperti SKF, untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok kendaraan listrik. Vincentius menilai bahwa keberadaan fasilitas produksi lokal menjadi nilai tambah karena produsen kendaraan listrik membutuhkan pasokan yang dekat, cepat, dan konsisten, terutama saat volume produksi mulai meningkat.

Strategi Produk dan Kesiapan Teknis

SKF secara global telah mengembangkan sejumlah lini produk yang dirancang khusus untuk aplikasi elektrifikasi, termasuk bantalan untuk motor traksi berputar tinggi, solusi pendinginan untuk baterai, serta komponen ringan yang mendukung pengurangan bobot kendaraan. Teknologi tersebut menjadi modal bagi entitas Indonesia untuk melayani kebutuhan pabrikan kendaraan listrik yang beroperasi di dalam negeri maupun di kawasan ASEAN.

Menurut Vincentius, adaptasi tidak hanya menyangkut produk, tetapi juga kapabilitas sumber daya manusia dan proses manufaktur. Perusahaan perlu memastikan standar kualitas tetap terjaga ketika melayani pelanggan dari sektor yang masih berkembang pesat dan memiliki siklus pengembangan produk yang relatif cepat.

Tantangan dan Dinamika Pasar

Meski prospeknya menjanjikan, pasar kendaraan listrik Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan yang relatif tinggi, serta fluktuasi permintaan yang dipengaruhi kebijakan insentif. Ketidakpastian tersebut menuntut pemasok komponen untuk menjaga fleksibilitas kapasitas produksi agar tidak terbebani biaya tetap yang berlebihan.

Selain itu, persaingan di segmen komponen kendaraan listrik diprediksi semakin ketat dengan masuknya pemain baru, termasuk produsen asal Tiongkok dan Korea Selatan yang telah memiliki pengalaman panjang di pasar elektrifikasi. SKF dinilai perlu menonjolkan keunggulan pada keandalan produk, layanan purna jual, dan kedekatan dengan pelanggan untuk mempertahankan daya saing.

Prospek Jangka Panjang

Vincentius optimistis bahwa pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia akan berlanjut seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, dukungan kebijakan, dan pengembangan infrastruktur. Dalam skenario tersebut, segmen elektrifikasi berpotensi menjadi kontributor signifikan terhadap pendapatan perseroan dalam beberapa tahun ke depan, meski bisnis kendaraan konvensional diperkirakan masih mendominasi dalam jangka pendek.

Perusahaan menyatakan akan terus melakukan investasi pada riset, pengembangan kapasitas, dan pelatihan tenaga kerja untuk memastikan kesiapan menghadapi transisi teknologi. Langkah itu sejalan dengan tren global di mana pemasok komponen otomotif berlomba menyesuaikan diri dengan era elektrifikasi yang mengubah peta industri secara menyeluruh.

Dengan posisi sebagai bagian dari jaringan global SKF, entitas Indonesia berpeluang memanfaatkan transfer teknologi dan skala ekonomi untuk melayani pasar domestik sekaligus menjadi basis ekspor komponen kendaraan listrik ke negara-negara tetangga. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah, pertumbuhan permintaan pasar, dan kemampuan industri dalam negeri membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter