05, 2026
Internasional

MotoGP 2026: Akhir Pekan Buruk Alex Marquez di Motegi

Rider Gresini Racing, Alex Marquez, gagal meraih poin di MotoGP Jepang 2026. Pebalap berusia 30 tahun itu menjalani akhir pekan buruk di Motegi.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

MotoGP 2026: Akhir Pekan Buruk Alex Marquez di Motegi

Akhir Pekan Buruk Alex Marquez di Motegi

Putaran Jepang MotoGP 2026 di Sirkuit Motegi menjadi mimpi buruk bagi pembalap Gresini Racing, Alex Marquez. Sepanjang akhir pekan, pembalap Spanyol itu gagal menunjukkan performa kompetitif yang diharapkan, mulai dari sesi latihan bebas hingga balapan utama pada Minggu. Serangkaian masalah teknis dan kesalahan strategi membuatnya harus puas finis di luar zona poin, sebuah hasil yang jauh dari target tim yang tengah berjuang mengamankan posisi di klasemen konstruktor.

Masalah pertama muncul sejak sesi latihan bebas pertama pada Jumat. Alex hanya mampu mencatatkan waktu terbaik di posisi ke-17, tertinggal lebih dari satu detik dari pembalap tercepat. Kondisi trek yang sempat basah akibat hujan ringan membuat tim kesulitan menemukan setup yang tepat untuk motor Desmosedici GP26 miliknya. Keluhan utama Alex saat itu adalah kurangnya cengkeraman pada ban belakang, terutama saat keluar dari tikungan lambat seperti tikungan 9 dan 10 yang menjadi karakter khas Sirkuit Motegi.

Kesulitan di Sesi Kualifikasi

Memasuki sesi latihan bebas kedua, tim Gresini melakukan perubahan besar pada pengaturan suspensi dan elektronik. Hasilnya sedikit membaik, dengan Alex naik ke posisi ke-14. Namun, peningkatan tersebut tidak cukup untuk membawanya langsung ke Q2. Pada sesi kualifikasi Sabtu, ia harus melewati Q1 terlebih dahulu. Di sesi yang hanya memberikan dua tiket ke Q2 tersebut, Alex tampil agresif sejak awal. Sayangnya, sebuah kesalahan saat memasuki tikungan terakhir membuat waktunya terbuang. Ia finis di posisi keempat Q1, gagal melaju ke Q2, dan harus memulai balapan dari posisi ke-18.

“Kami berjuang dengan grip sepanjang akhir pekan ini. Motor terasa berbeda dibandingkan putaran sebelumnya. Kami mencoba berbagai arah pengaturan, tetapi belum menemukan yang tepat,” ujar Alex dalam wawancara singkat setelah kualifikasi. Pernyataan itu mencerminkan frustrasi yang jelas terlihat dari bahasa tubuhnya di paddock.

Balapan yang Penuh Kendala

Balapan utama pada Minggu memperburuk keadaan. Start dari posisi ke-18, Alex sempat mendapatkan posisi bagus di tikungan pertama dan naik ke urutan ke-15. Namun, insiden kontak ringan dengan pembalap lain di putaran kedua membuat sayap depan motornya rusak ringan. Kerusakan itu memengaruhi aerodinamika, terutama di trek lurus panjang seperti di Motegi. Alex kehilangan kecepatan puncak hingga 8 km/jam dibandingkan pembalap lain.

Tim memutuskan untuk memanggilnya masuk ke pit pada putaran ke-12 untuk mengganti sayap depan. Strategi itu menghabiskan waktu lebih dari 30 detik dan menjatuhkannya ke posisi paling belakang. Meski demikian, Alex terus melaju hingga garis finis dan mencatatkan putaran tercepat pribadinya di putaran ke-22, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan akhir pekannya. Ia finis di posisi ke-21, terakhir di antara pembalap yang menyelesaikan balapan.

Dampak pada Klasemen dan Evaluasi Tim

Hasil di Motegi membuat Alex Marquez tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 68 poin, terpaut jauh dari rekan setimnya yang berada di posisi enam. Tim Gresini Racing menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum putaran berikutnya di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Direktur teknis tim menyebut ada indikasi masalah pada unit elektronik yang tidak terdeteksi saat sesi latihan.

“Kami perlu memahami mengapa performa di Motegi jauh dari ekspektasi. Ini bukan sekadar masalah pembalap, tetapi kombinasi dari beberapa faktor teknis yang harus segera kami perbaiki,” ujar sumber internal tim yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, sejumlah pengamat MotoGP menilai akhir pekan buruk Alex di Motegi bukan hal baru. Sepanjang musim 2026, ia memang belum konsisten menunjukkan performa di level tertinggi, terutama pada sirkuit dengan karakter pengereman keras dan tikungan lambat. Motegi menjadi contoh nyata bagaimana kesulitan adaptasi dengan motor baru masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pembalap berusia 30 tahun tersebut.

Harapan di Putaran Berikutnya

Meski demikian, Alex tetap optimistis. Dalam pernyataan resmi usai balapan, ia menegaskan tidak akan larut dalam kekecewaan. “Kami harus melupakan Motegi dan fokus ke Mandalika. Trek itu lebih cocok dengan gaya berkendara saya, dan kami akan bekerja keras untuk bangkit,” katanya.

Putaran berikutnya di Mandalika akan menjadi ujian penting tidak hanya bagi Alex, tetapi juga bagi seluruh tim Gresini Racing. Jika masalah teknis yang sama terulang, posisi mereka di klasemen konstruktor bisa terancam. Sebaliknya, hasil positif di Indonesia akan menjadi momentum pemulihan yang sangat dibutuhkan di paruh musim MotoGP 2026 yang semakin kompetitif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter