30, 2026
Nasional

MRT Jakarta Siapkan TOD Kawasan Kota Jadi ‘Next Manggarai'

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PT MRT Jakarta tengah menyiapkan pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah titik strategis di Jakarta. Salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru adalah kawasan Kota Tua dan sekitarnya, yang oleh perusahaan daerah tersebut disebut-sebut berpotensi menjadi "Manggarai berikutnya". Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang MRT Jakarta untuk tidak sekadar menyediakan layanan transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar jalur yang dilayaninya.

MRT Jakarta dan Strategi Pengembangan Wilayah

Direktur Utama PT MRT Jakarta menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada pembangunan jalur dan kereta, tetapi juga pada pengembangan wilayah di sekitar stasiun. Konsep TOD dinilai mampu menciptakan nilai tambah bagi kawasan, mulai dari peningkatan aksesibilitas, tumbuhnya aktivitas ekonomi, hingga munculnya pusat-pusat layanan publik baru. Kawasan Kota Tua, yang memiliki nilai sejarah tinggi dan telah menjadi salah satu ikon wisata ibu kota, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan pendekatan serupa.

Manggarai selama ini menjadi contoh sukses pengembangan kawasan berbasis transit di Jakarta. Kawasan tersebut bertransformasi menjadi simpul transportasi yang ramai, terhubung dengan berbagai moda, dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya. MRT Jakarta berharap kawasan Kota bisa mengikuti jejak tersebut, dengan penekanan pada integrasi antar moda, penataan kawasan, serta pengembangan properti yang mendukung mobilitas warga.

Potensi Kawasan Kota sebagai Simpul Transportasi

Kawasan Kota memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak diperhitungkan sebagai simpul transportasi dan pertumbuhan baru. Kawasan ini dilintasi sejumlah moda transportasi, mulai dari layanan kereta rel listrik, jaringan TransJakarta, hingga jalur MRT yang saat ini tengah dalam tahap konstruksi untuk fase berikutnya. Kehadiran MRT di kawasan tersebut diperkirakan akan meningkatkan jumlah penumpang secara signifikan, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan kawasan terpadu.

Selain aspek transportasi, kawasan Kota juga dikenal sebagai pusat kegiatan wisata, perdagangan, dan perkantoran. Beragam bangunan bersejarah, museum, serta kawasan kuliner menjadi daya tarik tersendiri. Pengembangan TOD diharapkan dapat menyinergikan potensi tersebut dengan kebutuhan mobilitas warga, sehingga kawasan tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga tujuan aktivitas harian.

MRT Jakarta menilai bahwa TOD di kawasan Kota perlu dirancang dengan pendekatan yang memperhatikan konteks sejarah dan karakter kawasan. Penataan kawasan tidak boleh menghilangkan identitas lokal, tetapi justru memperkuatnya melalui perbaikan akses, ruang publik, dan fasilitas pejalan kaki. Konsep ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dalam menata kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata yang nyaman dan terintegrasi.

Tantangan dan Tahapan Pengembangan

Meski potensinya besar, pengembangan TOD di kawasan Kota tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah proses pembebasan lahan dan koordinasi antar institusi, mengingat kawasan tersebut memiliki banyak pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, badan usaha milik daerah, hingga pemilik properti swasta. Selain itu, kondisi bangunan tua dan tata ruang yang sudah ada memerlukan perencanaan matang agar pengembangan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

MRT Jakarta menyatakan bahwa pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan progres pembangunan jalur dan stasiun. Tahapan tersebut mencakup studi kelayakan, perencanaan detail, hingga pelaksanaan konstruksi dan pengelolaan kawasan. Dalam setiap tahap, perusahaan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan komunikasi publik agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

Sejumlah pengamat transportasi menilai bahwa keberhasilan TOD sangat bergantung pada integrasi antar moda dan konektivitas pejalan kaki. Kawasan Kota dinilai memiliki peluang besar apabila mampu menghubungkan stasiun MRT dengan halte TransJakarta, stasiun kereta, serta kawasan komersial di sekitarnya melalui jalur pedestrian yang aman dan nyaman. Integrasi tarif dan sistem pembayaran juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat pengguna transportasi publik.

Dampak bagi Warga dan Perekonomian

Pengembangan TOD di kawasan Kota diharapkan memberikan dampak positif bagi warga, antara lain kemudahan mobilitas, berkurangnya ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta munculnya peluang usaha baru di sekitar stasiun. Pertumbuhan aktivitas ekonomi diperkirakan terjadi pada sektor perdagangan, jasa, kuliner, dan properti. Dengan demikian, kawasan Kota dapat berperan sebagai pusat pertumbuhan yang sekaligus mendukung pengembangan transportasi publik di Jakarta.

MRT Jakarta menegaskan bahwa pengembangan kawasan berbasis transit merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan kota yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan. Kawasan Kota diproyeksikan menjadi salah satu contoh bagaimana transportasi publik dapat menjadi katalis perubahan, sebagaimana yang pernah terjadi di Manggarai. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi pengembangan TOD di titik-titik lain di Jakarta pada masa mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter