07, 2026
Nasional

Namanya Diisukan Masuk Bursa Calon Panglima TNI, Ini Kata Jenderal Maruli

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/31/6a95535fdd9d3-kepala-staf-tni-angkatan-darat-ksad-jenderal-tni-maruli-simanjuntak_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak akhirnya angkat bicara mengenai namanya yang santer diisukan masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Isu tersebut mencuat seiring dengan masa jabatan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang akan memasuki periode evaluasi, sehingga sejumlah nama perwira tinggi TNI mulai ramai diperbincangkan publik.

Maruli menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berandai-andai mengenai posisi yang belum menjadi keputusan resmi. Menurutnya, hal yang paling penting saat ini adalah menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai KSAD dengan sebaik-baiknya. Ia menilai isu tersebut merupakan dinamika politik dan dinamika internal TNI yang wajar terjadi menjelang pergantian pejabat.

Sikap Maruli soal Isu Bursa Panglima TNI

Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media, Maruli menyatakan bahwa promosi dan mutasi di lingkungan TNI merupakan kewenangan Presiden sebagai pemegang hak prerogatif. Ia mengaku tidak memiliki ambisi pribadi untuk menduduki jabatan tertentu, termasuk posisi Panglima TNI. Menurutnya, seluruh perwira TNI dilatih untuk siap ditugaskan di mana pun dan kapan pun sesuai keputusan negara.

"Saya sebagai prajurit tentu siap dengan tugas apa pun yang diberikan. Tapi soal menjadi Panglima TNI, itu bukan ranah saya untuk memutuskan," ujar Maruli dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

Ia juga mengingatkan agar publik tidak terlalu cepat menyimpulkan mengenai siapa yang akan menjadi Panglima TNI berikutnya. Menurutnya, proses tersebut melalui mekanisme yang panjang dan melibatkan pertimbangan dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam hal persetujuan.

Dinamika Pergantian Panglima TNI

Isu pergantian Panglima TNI memang kerap menjadi perhatian publik karena posisi tersebut strategis dalam struktur pertahanan negara. Panglima TNI bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan memimpin tiga matra angkatan, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, serta Angkatan Udara.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah nama perwira tinggi muncul dalam diskursus publik. Selain Maruli, sejumlah nama lain dari berbagai matra juga disebut-sebut memiliki peluang. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai siapa yang akan dipilih.

Pengamat militer menilai bahwa figur calon Panglima TNI harus memiliki rekam jejak kepemimpinan, pemahaman terhadap geopolitik, serta kemampuan menjaga soliditas antar matra. Selain itu, kedekatan dengan agenda reformasi TNI dan program modernisasi alutsista menjadi pertimbangan penting.

Rekam Jejak Maruli sebagai KSAD

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diketahui merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992. Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Komandan Paspampres, Panglima Komando Daerah Militer, serta Wakil Kepala Staf TNI AD sebelum akhirnya dilantik menjadi KSAD.

Selama menjabat KSAD, Maruli sejumlah program yang berfokus pada pembinaan teritorial, peningkatan kesejahteraan prajurit, serta penguatan kemampuan satuan di daerah. Ia juga kerap menekankan pentingnya netralitas TNI dalam setiap agenda nasional.

Sejumlah kalangan menilai gaya kepemimpinannya yang relatif tenang dan tidak banyak berbicara di ruang publik menjadi salah satu keunggulan. Namun, hal itu juga dinilai membuat sosoknya kurang muncul dalam pemberitaan dibandingkan nama-nama lain yang lebih vokal.

Publik Diminta Menunggu Keputusan Resmi

Maruli meminta semua pihak bersabar dan menunggu keputusan resmi dari Presiden. Ia menegaskan bahwa TNI sebagai institusi tetap solid dan tidak terpengaruh oleh isu-isu politik yang berkembang di luar institusi.

"Semua dinamika ini bukan hal yang baru. Yang terpenting adalah TNI tetap profesional, tidak terlibat politik praktis, dan selalu siap menjaga kedaulatan negara," tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada spekulasi yang belum tentu benar. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas keamanan nasional serta mendukung program-program pemerintah di bidang pertahanan.

Spekulasi di Ruang Publik

Sejumlah pengamat menilai isu bursa calon Panglima TNI muncul setiap kali mendekati akhir masa jabatan. Hal ini tidak hanya terjadi di lingkungan TNI, tetapi juga di institusi lain. Namun, karena posisi Panglima TNI bersifat sangat strategis, perhatian publik pun lebih besar.

Sejumlah nama yang disebut-sebut memiliki peluang antara lain berasal dari tiga matra. Nama-nama tersebut umumnya merupakan perwira tinggi bintang empat yang telah menduduki jabatan strategis. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai siapa yang akan diajukan ke DPR.

Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden. Setelah dipilih, nama calon Panglima TNI akan diajukan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum dilantik.

Dengan sikap Maruli yang menegaskan tidak berambisi terhadap jabatan, publik diharapkan dapat lebih fokus pada kualitas kepemimpinan dan rekam jejak calon, bukan sekadar spekulasi politik. Dinamika ini menjadi bagian dari proses regenerasi di tubuh TNI yang berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter