07, 2026
Nasional

Ngerem Mendadak, Pemotor di Bogor Tabrak Mobil Listrik hingga Luka

Kecelakaan lalu lintas di Cileungsi melibatkan sepeda motor dan mobil listrik BYD. Pengendara motor mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ngerem Mendadak, Pemotor di Bogor Tabrak Mobil Listrik hingga Luka

Kecelakaan di Bogor: Pemotor Tabrak Mobil Listrik Usai Rem Mendadak

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Bogor, Jawa Barat. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami luka-luka setelah terlibat tabrakan dengan sebuah mobil listrik pada Sabtu (8/2/2025). Insiden tersebut bermula ketika pengendara motor diduga melakukan pengereman mendadak hingga kehilangan kendali dan menabrak kendaraan di depannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Pajajaran, salah satu ruas jalan utama di Kota Bogor. Lokasi kejadian dikenal cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk maupun akhir pekan, karena menjadi jalur penghubung antara pusat kota dan kawasan permukiman sekitarnya.

Pengendara sepeda motor berinisial R (32) tengah melaju dari arah Tugu Kujang menuju arah Ciawi. Ia disebut mengikuti sebuah mobil listrik berwarna putih yang berada tepat di depannya. Ketika kendaraan roda empat tersebut memperlambat laju, pengendara motor dikabarkan melakukan pengereman mendadak.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi di lokasi, jarak antara sepeda motor dan mobil listrik saat itu relatif dekat. Saat mobil di depan mengurangi kecepatan, pengendara motor terkejut dan langsung menarik tuas rem secara mendadak. Akibatnya, roda kendaraan terkunci dan motor kehilangan keseimbangan.

Bukannya berhenti dengan aman, sepeda motor justru oleng ke arah kanan lalu menabrak bagian belakang mobil listrik tersebut. Benturan terdengar cukup keras hingga membuat sejumlah pengendara lain di sekitar lokasi menghentikan laju kendaraan mereka.

Pengendara motor langsung terjatuh ke aspal. Ia mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki, serta memar pada bagian paha. Warga dan pengendara lain yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans yang datang tidak lama setelah kejadian.

Pihak kepolisian dari Unit Laka Lantas Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memasang garis polisi sementara dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat insiden tersebut.

Kondisi Korban dan Kerugian Materi

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota melalui Kanit Laka menyatakan bahwa korban mengalami luka ringan dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Meski demikian, kondisinya dilaporkan stabil dan tidak memerlukan tindakan medis lebih lanjut yang bersifat darurat.

“Korban mengalami luka lecet dan memar, tapi tidak ada luka berat. Saat ini masih dirawat untuk observasi,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Sementara itu, mobil listrik yang terlibat dalam kecelakaan mengalami kerusakan pada bagian bumper belakang. Terlihat penyok dan goresan cukup dalam akibat benturan. Pengemudi mobil, yang tidak disebutkan identitasnya, tidak mengalami luka dan hanya mengalami kerugian materi.

Petugas kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pengemudi mobil dan warga yang melihat langsung kejadian. Barang bukti berupa sepeda motor dan mobil listrik turut diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Faktor Penyebab dan Imbauan Keselamatan

Dugaan awal, kecelakaan ini disebabkan oleh kelalaian pengendara motor yang tidak menjaga jarak aman, terutama saat berada di belakang kendaraan yang lebih besar. Pengereman mendadak di jalan yang licin atau berdebu dapat memicu hilangnya kendali, terlebih jika kecepatan kendaraan tidak disesuaikan dengan kondisi lalu lintas.

Polisi juga menyoroti pentingnya kewaspadaan bagi pengendara sepeda motor, khususnya saat berkendara di belakang mobil listrik yang memiliki sistem pengereman regeneratif. Sistem tersebut membuat kendaraan melambat lebih cepat tanpa lampu rem yang menyala signifikan, sehingga pengendara di belakangnya kerap tidak menyadari adanya perlambatan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, terutama di kawasan padat. Jangan mengandalkan refleks saja, tapi juga antisipasi,” tambah petugas kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menetapkan tersangka dalam insiden ini, namun akan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk memperkuat keterangan saksi.

Dampak pada Arus Lalu Lintas

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran sempat mengalami kemacetan cukup panjang. Antrean kendaraan mengular hingga beberapa ratus meter ke arah Tugu Kujang. Petugas lalu lintas dibantu warga sekitar berupaya mengurai kepadatan dengan mengalihkan sebagian kendaraan ke jalur alternatif.

Baru sekitar satu jam kemudian, arus lalu lintas kembali normal. Meski demikian, petugas tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan susulan, terutama menjelang sore hari.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan akan pentingnya disiplin berkendara, menjaga jarak, dan selalu waspada terhadap kondisi sekitar. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pengendara tertentu.

Kasus serupa diharapkan tidak terulang kembali. Masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan aturan lalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Pengendara sepeda motor, khususnya, diimbau untuk selalu menggunakan helm, menyalakan lampu, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berkendara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter