02, 2026
Teknologi

Nuzran Joher Dilantik Jadi Ketua Ombudsman, Gantikan Hery yang Jadi Tersangka

Presiden Prabowo Subianto melantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI. Nuzran menggantikan Hery Susanto yang jadi tersangka.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Nuzran Joher Dilantik Jadi Ketua Ombudsman, Gantikan Hery yang Jadi Tersangka

Nuzran Joher Dilantik Sebagai Ketua Baru Ombudsman RI

Perubahan kepemimpinan di Ombudsman Republik Indonesia terjadi setelah pelantikan Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman menggantikan Hery Santoso yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap. Pelantikan ini dilakukan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada Rabu (15/11) lalu. Nuzran Joher sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Ombudsman dan terpilih melalui mekanisme internal lembaga tersebut.

Proses Pelantikan dan Latar Belakang

Pelantikan Nuzran Joher berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta. Acara yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ini dihadiri oleh anggota DPR, pejabat tinggi Ombudsman, serta undangan lainnya. Pelantikan ini dilakukan setelah Dewan Kehormatan Ombudsman menyatakan Hery Santoso sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap terkait pengawasan proyek infrastruktur.

Dalam sambutannya, Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya Ombudsman tetap independen dan profesional dalam menjalankan fungsi pengawasan. "Ombudsman sebagai lembaga konstitusi harus mampu menjaga integritas dan kredibilitasnya, khususnya dalam situasi seperti ini," ujar Dasco.

Latar Belakang Nuzran Joher

Nuzran Joher merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan memiliki pengalaman panjang di bidang hukum dan pengawasan. Sebelum bergabung dengan Ombudsman, pernah menjabat sebagai Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan berbagai posisi penting di bidang peradilan administrasi negara.

Karirnya di Ombudsman dimulai pada tahun 2009 sebagai Anggota Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pengawasan Pemerintah Pusat sebelum terpilih sebagai Ketua. Nuzran dikenal sebagai figur yang konsisten dalam menegakkan prinsip good governance dan transparansi dalam pelayanan publik.

Tantangan yang Menanti

Dengan resmi menjabat sebagai Ketua Ombudsman, Nuzran Joher menghadapi berbagai tantangan signifikan. Salah satu tantangan utama adalah membangun kembali citra lembaga yang sempat tercoreng kasus yang menjerat mantan ketuanya. Selain itu, Ombudsman juga dihadapkan pada berbagai masalah pengawasan terhadap kinerja aparatur sipil negara yang belum optimal di beberapa daerah.

Dalam konferensi pers setelah pelantikan, Nuzran menyatakan komitmennya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga ini. "Kami akan fokus pada peningkatan kualitas pengawasan, khususnya dalam mengidentifikasi praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat," ujarnya.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Pelantikan Nuzran Joher mendapat berbagai respons dari kalangan expert dan praktisi hukum. Beberapa pihak menyambut positif perubahan kepemimpinan ini sebagai langkah yang perlu untuk mereformasi citra Ombudsman. "Harus diakui bahwa Ombudsman membutuhkan kepemimpinan yang bersih dan memiliki integritas tinggi untuk menjalankan tugasnya," kata seorang pakar hukum tata negara dari Universitas Indonesia.

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Anti Korupsi menyatakan akan secara ketat memantau kinerja Ombudsman di bawah kepemimpinan Nuzran. "Kami berharap ada perubahan nyata dalam penanganan laporan masyarakat dan penindakan terhadap pelanggaran di lingkungan pemerintahan," ucap juru bicara KMS.

Program Prioritas

Nuzran Joher mengungkapkan beberapa program prioritas yang akan dijalankan dalam kepemimpinannya. Di antaranya adalah percepatan penyelesaian laporan pengaduan masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur Ombudsman, serta optimasi sinergi dengan lembaga pengawasan lain seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Inspektorat Jenderal Kementerian/Lembaga.

"Kami akan memperkuat mekanisme koordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan tidak ada tumpang tindih dalam pengawasan dan setiap kasus dapat ditindaklanjuti secara maksimal," tambah Nuzran.

Pengawasan terhadap Kinerja Pemerintah

Ombudsman sebagai lembaga konstitusi memiliki tugas penting dalam mengawasi kinerja pemerintah pusat dan daerah. Lembaga ini berwenang untuk menerima, memeriksa, dan menyampaikan rekomendasi atas pengaduan masyarakat terkait penyimpangan, ketidakadilan, atau ketidakpuasan dalam pelayanan publik.

Dengan adanya pergantian kepemimpinan, diharapkan Ombudsman dapat lebih proaktif dalam mengidentifikasi masalah-masistemik dalam pelayanan publik dan memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah. Terlebih lagi dalam konteks percepatan pembangunan infrastruktur yang seringkali menjadi sumber potensi penyimpangan.

Kesimpulan

Pelantikan Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI menandai fase baru bagi lembaga pengawasan ini. Dibebani berbagai tantangan, terutama dalam membangun kembali kepercayaan publik, Nuzran dinyatakan siap menjalankan amanah dengan penuh integritas. Perubahan kepemimpinan ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi Ombudsman untuk kembali menjalankan fungsinya secara optimal sebagai penjaga good governance di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter