30, 2026
Nasional

Paloh Dorong Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Sekadar Urusan 'Untung-Rugi

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Paloh Dorong Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Sekadar Urusan 'Untung-Rugi'

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyoroti pentingnya membangun hubungan bilateral Indonesia-Malaysia yang lebih komprehensif. Dalam kesempatan itu, Airlangga mengutarakan pandangan Senior Politisi Golkar, Surya Paloh, yang menekankan perlunya mengarahkan hubungan kedua negara bukan hanya pada aspek ekonomi semata, tetapi juga pada kerjasian yang lebih luas.

Dalam sebuah diskusi yang digelar beberapa waktu lalu, Paloh menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia telah berlangsung lama dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Menurutnya, kedua negara tidak boleh hanya memandang hubungan bilateral sebagai hubungan dagang atau pertukungan ekonomi semata.

"Hubungan kita dengan Malaysia haruslah lebih dari sekadar urusan untung-rugi," ujar Paloh seperti yang dikutip oleh Airlangga. "Kita harus membangun kerjasian yang holistik, mencakup bidang ekonomi, budaya, pendidikan, dan pertahanan."

Dimensi Komprehensif dalam Hubungan Bilateral

Paloh menyoroti bahwa hubungan bilateral yang komprehensif akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi kedua negara. Dalam bidang ekonomi, kerjasian yang lebih luas tidak hanya terbatas pada perdagangan barang, tetapi juga bisa meliputi investasi, teknologi, dan inovasi.

"Indonesia dan Malaysia saling melengkapi dalam berbagai sektor ekonomi. Dengan memperkuat kerjasian ekonomi, kita bisa menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan," jelas Paloh.

Selain ekonomi, Paloh juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan budaya dan pendidikan. Menurutnya, kedua negara memiliki warisan budaya yang kaya dan saling mempengaruhi. Kerjasian di bidang pendidikan dan budaya akan membantu memperdalam pemahaman antar masyarakat kedua negara.

"Ketika masyarakat kita saling mengenal dan memahami, akan tercipta kepercayaan yang lebih kuat. Ini adalah fondasi yang kokoh untuk hubungan bilateral yang lebih kuat," tambahnya.

Kerjasian di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Paloh juga menyoroti perlunya memperkuat kerjasian di bidang pertahanan dan keamanan. Menurutnya, isu keamanan di kawasan ASEAN sangat kompleks dan memerlukan kerjasian yang erat antar negara.

"Kita menghadapi berbagai tantangan keamanan bersama, seperti terorisme, kejahatan lintas batas, dan isu maritim. Kerjasian yang kuat di bidang pertahanan dan keamanan akan membantu kita mengatasi tantangan-tantangan ini lebih efektif," ujar Paloh.

Ia menambahkan bahwa kerjasian pertahanan tidak berarti adanya aliansi militer yang mengikat, tetapi lebih pada koordinasi dan kolaborasi dalam berbagai bidang pertahanan.

Tantangan dan Peluang

Paloh mengakui bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak selalu berjalan mulus. Ada berbagai isu sensitif yang perlu dikelola dengan bijak, seperti isu perbatasan, kedaulatan, dan isu lain yang sering muncul.

Menurutnya, tantangan-tantangan ini justru bisa menjadi peluang bagi kedua negara untuk membangun komunikasi yang lebih baik dan mencari solusi yang saling menguntungkan.

Visi Jangka Panjang

Paloh menegaskan bahwa visi jangka panjang untuk hubungan Indonesia-Malaysia adalah menciptakan kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Kemitraan ini tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga aspek politik, sosial, budaya, dan pertahanan.

Dengan membangun hubungan yang komprehensif, Paloh yakin Indonesia dan Malaysia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan tentang bagaimana membangun kemitraan bilateral yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Pandangan Surya Paloh tentang pentingnya mengarahkan hubungan Indonesia-Malaysia ke arah yang lebih komprehensif memberikan perspektif yang berharga. Dengan memperluas kerjasian ke berbagai bidang, bukan hanya ekonomi, kedua negara bisa membangun fondasi yang kokoh untuk hubungan bilateral yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Visi ini sejalan dengan kebutuhan global saat ini, di mana negara-negara saling tergantung dan harus bekerja sama menghadapi berbagai tantangan global. Indonesia dan Malaysia, sebagai dua negara besar di ASEAN, memiliki potensi besar untuk memimpin dalam membangun kawasan yang lebih stabil, sejahtera, dan berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter