Pangdam Pastikan ASN Korban Penembakan KKB Bukan Intel TNI
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Agus Surya Bakti telah memastikan bahwa korban tersebut bukan merupakan anggota intelijen TNI. Penegasan ini diberikan guna menghindari spekulasi dan memastikan kejelasan status korban di tengah insiden yang menimpa daerah konflik tersebut.
Insiden Penembakan di Puncak
Insiden penembakan terjadi pada Kamis (15/9) sekitar pukul 14.30 WIT di sekitar Jembatan Kali Bintang, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak. Korban bernama Yulianus Dogopia (45) seorang ASN yang bertugas di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Puncak. Ia tewas ditembak oleh anggota KKB saat dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor bersama rekannya.
Menurut keterangan dari Kepala Polres Puncak AKBP Victor H. Simatupang, korban bersama rekannya bernama Kornelis Rumbrar sempat dicegat oleh sejumlah orang bersenjata saat melintasi jembatan tersebut. Para penembak yang berjumlah sekitar lima orang itu langsung menembak korban tanpa peringatan terlebih dahulu.
"Korban ditembak di bagian dada dan lehernya yang mengakibatkan tewas di tempat. Sedangkan rekannya berhasil melarikan diri dan melapor ke pihak kepolisian," jelas Victor kepada wartawan.
Pernyataan Pangdam
Menanggapi insiden tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Agus Surya Bakti langsung memberikan penegasan terkait status korban. Ia menegaskan bahwa Yulianus Dogopia bukan merupakan anggota intelijen TNI, melainkan ASN biasa yang sedang menjalankan tugas sebagai pegawai negeri sipil.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap motif di balik penembakan tersebut. "Kita akan dalami semua kemungkinan, apakah ini motif kriminal biasa atau ada motif politik yang lebih dalam," jelasnya.
Reaksi Pemerintah Daerah
Gubernur Papua Lukas Enembe juga turut menanggapi insiden tersebut dengan mengecam keras tindakan KKB yang menarget ASN. Ia menyatakan bahwa ASN yang tewas dalam insiden tersebut adalah salah satu pegawai yang turut berperan dalam pembangunan di daerah tersebut.
Pemerintah Provinsi Papua sendiri telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini dan memberikan bantuan kepada keluarga korban. "Kita akan memberikan bantuan sesuai aturan dan juga memastikan keamanan bagi ASN lainnya di daerah tersebut," tambahnya.
Tindakan Keamanan yang Dilakukan
Seusai insiden, TNI-Polri langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. Pasukan gabungan dari TNI dan Polri telah diterjunkan untuk melakukan patroli intensif di sekitar lokasi insiden serta melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku.
Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Polisi Mathius D. Fakhiri juga memastikan bahwa keamanan di sekitar lokasi insiden telah ditingkatkan. "Kita akan lakukan pengecekan di semua titik rawan untuk mencegah insiden serupa terulang," ujarnya.
Profil Korban
Yulianus Dogopia merupakan ASN yang telah menjabat sebagai pegawai di Dinas PU-PR Kabupaten Puncak selama lebih dari 10 tahun. Ia dikenal sebagai pegawai yang teliti dan selalu tepat waktu dalam melaksanakan tugas. Korban meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Keluarga korban saat ini masih berduka dan meminta agar pemerintah segera menangani kasus ini. "Kita hanya meminta agar keadilan bisa terwujud untuk suami kami. Ia bukan orang yang bersalah, hanya ingin menghidupi keluarga," ucap istri korban dengan suara hampa.
Kondisi Papua
Wilayah Papua, khususnya Kabupaten Puncak, masih menjadi daerah yang rawan konflik. Berbagai insiden kekerasan sering terjadi di wilayah tersebut, baik yang melibatkan KKB maupun bentrok antarsuku. Kondisi ini membuat banyak warga, terutama ASN, merasa tidak aman dalam menjalankan tugas.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut melalui berbagai program. Di antaranya adalah penempatan pasukan tambahan dari TNI-Polri serta program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Komentar (0)