30, 2026
Internasional

Pasar Global Lirik Produk Halal Indonesia, Potensi Transaksi di MIHAS Tembus Rp 17,6 Miliar

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pasar global menunjukkan minat yang semakin besar terhadap produk halal asal Indonesia. Hal ini tercermin dalam partisipasi Indonesia pada ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) yang berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga Rp 17,6 miliar. Angka tersebut menggambarkan besarnya peluang yang dimiliki pelaku usaha halal dalam negeri untuk menembus pasar internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan negara-negara dengan populasi muslim signifikan.

MIHAS sebagai Gerbang Produk Halal ke Pasar Dunia

MIHAS merupakan salah satu pameran produk halal terbesar di dunia yang secara rutin digelar di Malaysia. Ajang ini menjadi pertemuan bagi pelaku usaha, importir, distributor, serta pembeli dari berbagai negara yang mencari produk bersertifikat halal. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut menjadi strategi penting untuk memperkenalkan produk-produk unggulan dalam negeri kepada jaringan pembeli global.

Potensi transaksi senilai Rp 17,6 miliar yang tercatat menunjukkan bahwa produk halal Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Nilai tersebut berasal dari berbagai kesepakatan awal, penjajakan kerja sama, hingga kontrak yang disepakati selama pameran berlangsung. Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas produk halal Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain yang lebih dulu dikenal di pasar halal global.

Berbagai sektor produk halal Indonesia yang dilirik pasar global mencakup makanan dan minuman olahan, kosmetik, produk perawatan tubuh, hingga fesyen muslim. Sektor makanan dan minuman masih mendominasi karena Indonesia memiliki kekayaan bahan baku serta cita rasa yang khas. Sementara itu, produk kosmetik halal dan fesyen mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen global terhadap gaya hidup halal.

Peluang dan Tantangan Pelaku Usaha Halal Nasional

Besarnya potensi pasar halal global menjadi peluang emas bagi pelaku usaha dalam negeri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, peluang tersebut juga diiringi sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah pemenuhan standar sertifikasi halal yang diakui secara internasional. Sertifikasi menjadi syarat mutlak bagi produk yang ingin masuk ke pasar negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim.

Selain sertifikasi, tantangan lain meliputi konsistensi kualitas produk, kapasitas produksi yang memadai, serta kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar secara berkelanjutan. Aspek kemasan, pelabelan, dan kepatuhan terhadap regulasi negara tujuan ekspor juga menjadi faktor penentu keberhasilan penetrasi pasar. Pelaku usaha dituntut untuk memahami selera dan preferensi konsumen di negara tujuan agar produk yang ditawarkan dapat diterima dengan baik.

Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus mendorong pengembangan industri halal nasional. Upaya tersebut mencakup fasilitasi sertifikasi halal, pelatihan bagi pelaku usaha, pendampingan ekspor, serta promosi produk di berbagai ajang internasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung menjadi kunci dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar halal dunia.

Prospek Industri Halal Indonesia di Kancah Global

Industri halal global diproyeksikan terus tumbuh seiring bertambahnya populasi muslim dunia dan meningkatnya kesadaran akan produk halal di kalangan konsumen non-muslim. Hal ini membuka ruang yang luas bagi Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya dalam rantai pasok halal global. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki basis pasar yang besar sekaligus potensi menjadi pemain utama dalam industri halal internasional.

Keberhasilan di MIHAS diharapkan menjadi langkah awal bagi penetrasi produk halal Indonesia ke pasar yang lebih luas. Nilai potensi transaksi Rp 17,6 miliar dapat menjadi pemicu semangat bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk. Pasar global yang melirik produk halal Indonesia menjadi sinyal positif bahwa produk dalam negeri memiliki tempat di hati konsumen internasional.

Ke depan, penguatan ekosistem industri halal menjadi agenda penting. Pengembangan kawasan industri halal, peningkatan riset dan inovasi produk, serta penguatan branding produk halal Indonesia di mata dunia menjadi beberapa langkah yang perlu terus didorong. Dengan strategi yang tepat, Indonesia berpeluang besar memperbesar pangsa pasarnya di industri halal global yang nilainya diproyeksikan mencapai triliunan dolar Amerika Serikat.

Partisipasi dalam ajang seperti MIHAS juga membuka peluang kerja sama dagang yang lebih erat antarnegara. Jaringan bisnis yang terbangun selama pameran dapat berlanjut menjadi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Bagi pelaku usaha halal Indonesia, momen ini menjadi pembuktian bahwa produk mereka mampu bersaing di panggung dunia dan siap memenuhi kebutuhan konsumen global yang semakin sadar akan pentingnya produk halal.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter