14, 2026
Teknologi

Paus Leo Didiagnosis Kanker Paru-paru Usai Jalani Operasi, Ini Kondisi Terbarunya

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/04/17/69e1808cd9318-paus-leo-xiv_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru-paru Usai Operasi

Vatikan - Paus Leo XIV telah didiagnosis menderita kanker paru-paru setelah menjalani operasi medis di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Rabu (17/4/2026). Informasi ini disampaikan oleh Kantor Pers Takhta Suci dalam sebuah konferensi pers yang digelar secara mendadak. Paus, yang naik takhta pada Oktober 2025, dinyatakan sedang menjalani serangkaian pemeriksaan medis menyusul gejala yang dialaminya beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataan resmi, Kantor Pers Takhta Suci mengungkapkan bahwa Paus Leo XIV menjalani operasi laparoskopi pada Selasa (16/4) untuk mengatasi masalah pencernaan yang dianggap ringan. Namun, selama prosedur berlangsung, tim medis menemukan adanya lesi pada paru-paru kiri sang paus. Biopsi yang dilakukan secara langsung menghasilkan diagnosis kanker paru-paru stadium awal.

Tim Dokter Spesialis Dibentuk

Usai operasi, tim dokter yang menangani Paus Leo XIV segera membentuk tim spesialis untuk merencanakan langkah perawatan selanjutnya. Tim tersebut dipimpin oleh Dr. Marco Bianchi, ahli onkologi terkemuka dari Rumah Sakit Gemelli, yang didampingi oleh beberapa spesialis paru-paru dan onkologi radiasi.

"Kondisi Paus saat ini stabil setelah operasi," kata Dr. Bianchi dalam konferensi pers. "Tim medis telah menyepakati rencana perawatan yang akan melibatkan terapi radiasi dan kemoterapi secara bertahap. Kami yakin dengan rencana ini, prognosis untuk Paus dapat dipertahankan dengan baik."

Respon dari Para Kardinal

Sejak pengumuman diagnosis ini, reaksi dari para kardinal dan pejabat tinggi Vatikan telah bermunculan. Kardinal Giovanni Rossi, Dekan Dewan Kardinal, menyatakan dukungan penuh kepada Paus Leo XIV.

"Kita bersama-sama dalam doa dan dukungan untuk Bapa Suci," ujar Kardinal Rossi. "Seluruh jemaat Katolik di seluruh dunia bersatu dalam doa untuk kesembuhan dan kekuatan spiritualnya."

Sumber internal di Vatikan mengungkapkan bahwa agenda Paus untuk beberapa minggu ke depan telah dibatalkan atau dialihkan kepada pejabat senior lainnya. Termasuk kunjungan yang direncanakan ke Kenya dan Uganda pada bulan Mei mendatang.

Kehidupan Pribadi dan Kesehatan Paus Sebelumnya

Paus Leo XIV, lahir dengan nama Matteo Rossi pada tahun 1955 di Milan, Italia, sebelum terpilih sebagai paus menjabat sebagai Uskup Agung Milan. Dia dikenal sebagai seorang intelektual dengan pandangan moderat dalam berbagai isu teologi dan sosial.

Meskipun usianya yang sudah 71 tahun, Paus Leo XIV dikenal sehat dan aktif sebelum diagnosis ini. Namun, beberapa pekan terakhir, ada laporan bahwa dia mengeluhkan sesak napas dan batuk kering yang berkepanjangan. Gejala-gejala ini awalnya dianggap sebagai infeksi ringan atau alergi musiman.

Konteks Kanker Paru-paru pada Lanjut Usia

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker paru-paru menjadi salah satu kanker paling umum dan berbahaya di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia. Faktor risiko utama meliputi merokok, paparan radon, dan polusi udara.

Dalam kasus Paus Leo XIV, tim medis belum menyebutkan secara spesifik apakah ada riwayat merokok atau paparan faktor risiko lain yang mungkin berkontribusi terhadap kondisinya. Namun, diagnosis stadium awal memberikan harapan bagi perawatan yang efektif.

Implikasi bagi Takhta Suci

Diagnosis kanker pada pemimpin tertinggi Gereja Katolik pasti akan memiliki dampak signifikan bagi Takhta Suci dan jemaat Katolik global. Meskipun Vatikan telah menegaskan bahwa Paus akan tetap menjalankan tugasnya selama kondisinya memungkinkan, potensi krisis kepemimpinan menjadi perhatian serius.

Dalam hal kesehatan Paus memburuk secara signifikan, mekanisme yang diatur dalam Konstitusi Apostolik Universi Dominici Gregis akan diaktifkan. Konstitusi ini menetapkan prosedur untuk mengadakan konklaf untuk memilih paus baru jika jabatan tersebut lowong karena alasan apa pun.

Saat ini, fokus utama tetap pada perawatan Paus Leo XIV dan dukungan spiritual dari seluruh jemaat Katolik. Vatikan mengimbau umat berdoa untuk kesembuhan paus dan kekuatan dalam menghadapi tantangan kesehatan ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter