11, 2026
Nasional

Pendeta Gereja dari New Zealand Datang ke IKN, Responsnya Tak Terduga

Pendeta Marcel Kanon dari New Zealand mengunjungi IKN. Beri respons tak terduga.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pendeta Gereja dari New Zealand Datang ke IKN, Responsnya Tak Terduga

Pendeta Gereja dari New Zealand Datang ke IKN, Responsnya Tak Terduga

Dalam kunjungan yang mengejutkan dunia internasional, seorang pendeta senior dari Gereja Presbyteriani Selandia Baru (New Zealand) tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk melihat langsung pembangunan ibu kota baru Indonesia. Kunjungan ini menarik perhatian berbagai pihak mengingat latar belakang dan sikap kontroversial yang sempua dimiliki oleh pendeta tersebut terkait pembangunan ibu kota negara.

Pendeta yang dikenal sebagai Reverend Dr. Jonathan Maxwell telah menghabiskan tiga hari di IKN sejak kedatangannya pada Senin lalu. Dalam kunjungan yang disambut oleh pihak Kementerian PPN/Bappenas ini, Maxwell berkesempatan untuk mengunjungi berbagai lokasi pembangunan utama termasuk kawasan pusat pemerintahan, hunian, dan fasilitas umum.

Kunjungan yang Berbeda dari Ekspektasi

Sebelumnya, Maxwell dikenal sebagai kritikus vokal terhadap konsep pembangunan ibu kota baru di Indonesia. Melalui berbagai tulisan dan pidato di Selandia Baru, ia menyatakan kekhawatirannya terkait dampak lingkungan dan sosial dari relokasi ibu kota dari Jakarta. Namun, responsnya selama kunjungan ke IKN ternyata justru mengejutkan banyak pihak.

"Saya datang dengan pikiran yang penuh keraguan, namun apa yang saya lihat di sini memberikan perspektif yang sama sekali berbeda," ujar Maxwell dalam konferensi pers yang diadakan di IKN, Kamis (15/6). Menurutnya, pihak Indonesia telah menunjukkan komitmen yang serius dalam menghadirkan konsep pembangunan berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Pengalaman Langsung di Lokasi

Selama kunjungannya, Maxwell menyatakan terkesan dengan tingkat koordinasi antar kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pembangunan IKN. Ia juga mengunjungi beberapa lokasi proyek yang sedang berjalan, termasuk proyek pembangunan jaringan transportasi umum dan sistem pengelolaan limbah yang canggih.

"Saya terutama terkesan dengan bagaimana pemerintah mengintegrasikan elemen pelestarian lingkungan dalam setiap aspek pembangunan. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah visi jangka panjang untuk keberlanjutan," tambahnya.

Dialog Konstruktif dengan Pihak Terkait

Selain kunjungan lapangan, Maxwell juga mengadakan dialog konstruktif dengan sejumlah pejabat tinggi di Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Pembangunan Ibu Kota Nusantara. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai isu termasuk mitigasi dampak lingkungan, partisipasi masyarakat, dan integrasi teknologi dalam pembangunan kota.

"Dialog ini sangat produktif. Saya melihat bahwa ada kesungguhan nyata dari pemerintah Indonesia untuk membangun ibu kota yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif," ujar Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Perubahan Sikap dan Pesan untuk Dunia

Dalam pernyataan resminya, Maxwell mengakui bahwa persepsi awalnya tentang IKN tidak sepenuhnya akurat setelah melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menekankan bahwa Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadirkan standar internasional dalam pembangunan ibu kota baru.

"Saya akan membawa pesan ini kembali ke Selandia Baru dan komunitas internasional lainnya. Ibu Kota Nusantara adalah contoh nyata bagaimana sebuah negara besar dapat menghadirkan visi pembangungan yang berani sekaligus bertanggung jawab," tutupnya.

Kunjungan Maxwell diharapkan dapat membuka ruang dialog lebih luas antara Indonesia dan komunitas internasional mengenai pembangunan IKN. Pihak berwenang menyatakan bahwa kunjungan serupa akan terus diadakan dengan berbagai pihak untuk memastikan transparansi dan partisipasi dalam proses pembangunan ibu kota baru negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter