30, 2026
Nasional

Pengakuan Sopir Alphard Penabrak 10 Motor dan 3 Mobil di Surabaya: Ketiduran

Kecelakaan mobil Toyota Alphard di Surabaya melibatkan 10 motor dan 3 mobil. Sopir mengaku ketiduran setelah minum obat]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pengakuan Sopir Alphard Penabrak 10 Motor dan 3 Mobil di Surabaya: Ketiduran

Pengemudi Alphard Akui Tidur saat Menabrak 10 Sepeda Motor dan 3 Mobil di Surabaya

Surabaya - Seorang sopir Toyota Alphard akui mengalami kelelahan hingga tertidur saat mengendarai mobil yang menabrak sepuluh sepeda motor dan tiga mobil di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Rabu (15/2) dini hari. Pengemudi yang diketahui bernama Ahmad Hidayat (35) ini mengaku tidak sadar saat terjadi kecelakaan beruntun yang mengakibatkan 13 kendaraan mengalami kerusakan berat.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Menurut keterangan Ahmad Hidayat, ia sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan tugas sebagai sopir pribadi. "Saya merasa sangat lelah karena baru selesai mengantar majikan pulang dari luar kota sekitar pukul 01.00 WIB. Saat melintasi Jalan Raya Darmo, tiba-tiba saya merasakan kantuk yang sangat berat dan tidak bisa menahan tidur," ujarnya saat ditemui di Polrestabes Surabaya.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan bermula saat mobil Alphard yang dikemudikan Ahmad Hidayat melaju dari arah Utara menuju Selatan. Tanpa diduga, mobil menabrak sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah. Akibatnya, sepeda motor tersebut terguling dan menimbulkan kekacauan di jalur tersebut.

"Saat terjebak macet di lokasi kejadian, saya tidak sadar bahwa saya sudah tertidur. Ketika terbangun, mobil sudah menabrak beberapa kendaraan lain. Saya langsing panik dan mencoba mengendalikan mobil, tapi sudah terlambat," jelas Ahmad Hidayat yang tampak menyesal.

Akibat kejadian itu, sepuluh sepeda motor dan tiga mobil mengalami kerusakan berat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun sejumlah pengendara mengalami luka-luka ringan seperti lecet dan memar. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Respon Pihak Kepolisian

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eko Priyo Wibowo mengatakan pihaknya telah mengamankan Ahmad Hidayat untuk dimintai keterangan. "Kita sudah mengamankan sopirnya untuk kita dalami lebih lanjut. Sementara itu, kita juga sudah mengambil keterangan dari para saksi dan korban yang terlibat dalam kejadian ini," ujarnya.

Eko menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi. "Awalnya kita menduga pengemudi mungkin dalam keadaan mabuk atau mengonsumsi narkoba, tapi setelah dites hasilnya negatif. Jadi kemungkinan besar disebabkan oleh kelelahan yang berlebihan," jelasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah ada unsur kesalahan lain dalam kejadian ini. "Kita akan memeriksa catatan SIM dan riwayat kecelakaan pengemudi untuk mengetahui apakah ini merupakan kejadian pertama atau ada pola kejadian serupa," tambah Eko.

Tanggung Jawab Korban

Sejumlah korban yang kehilangan kendaraan akibat kejadian ini mengaku kecewa dengan kelalaian yang ditunjukkan oleh pengemudi Alphard. "Saya kehilangan motor karena tabrakan ini. Padahal saya sudah berhati-hati berada di jalur yang benar. Kenapa dia bisa mengemudi dalam keadaan lelah? Ini sangat tidak bertanggung jawab," ujar salah satu korban, Budi Santoso (28).

Sementara itu, korban lain, Siti Nurhaliza (32), mengaku merasa marah karena mobilnya yang baru dibeli beberapa bulan lalu mengalami kerusakan parah. "Saya harus mengganti seluruh biaya perbaikan. Padahal bukan salah saya sama sekali. Saya berharap sopir ini dapat diberikan sanksi yang tegas agar tidak ada korban lain di kemudian hari," tambahnya.

Upaya Pencegahan

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran akan kelelahan saat berkendara. Polrestabes Surabaya mengingatkan kepada para pengendara untuk istirahat yang cukup sebelum mengemudi, terutama untuk mereka yang bekerja sebagai sopir profesional.

"Kami mengimbau agar para sopir, baik sopir pribadi maupun angkutan umum, untuk selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara. Jika merasa lelah, lebih baik mencari tempat istirahat terlebih dahulu daripada terus berkendara dan menimbulkan kecelakaan berbahaya," pesan Eko Priyo Wibowo.

Sejalan dengan itu, Dinas Perhubungan Kota Surabaya juga akan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi para sopir yang bekerja dalam jangka waktu panjang. "Kami akan bekerja sama dengan asosiasi sopir untuk menyelenggarakan pelatihan mengenai manajemen kelelahan dan kesadarkan diri saat berkendara," kata Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Ahmad Rizki.

Untuk sementara waktu, Ahmad Hidayat masih menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya. Polisi akan menetapkan status hukumnya setelah semua keterangan dan bukti lengkap terkumpul. "Kita akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Jika terbukti bersalah, dia akan dijerat dengan pasal yang sesuai," pungkas Eko Priyo Wibowo.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter