6 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran di Pasar Cikarang Utara
Sebuah kebakaran terjadi di kawasan pasar di Cikarang Utara, Jawa Barat, Kamis (15/9) siang. Enam mobil damkar dikerahkan untuk mengatasi api yang melalap sebagian area pasar tersebut. Diduga, api bermula dari kios yang berisi barang-barang mudah terbakar.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini langsung mendapat respons cepat dari pihak pemadam kebakaran. Dari informasi yang dihimpun, enam unit mobil damkar dari beberapa kecamatan sekitar Cikarang diterjunkan ke lokasi kejadian. Selain mobil damkar, puluhan personel pemadam kebakaran juga turun langsung untuk melakukan pemadaman.
Kepala Damkar Kabupaten Bekasi, Agus Salim, mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan setelah sekitar dua jam upaya pemadaman berlangsung. "Kebakaran bermula dari sebuah kiosk di area pasar yang berisi barang-barang elektronik dan tekstil. Api dengan cepat menyebar ke kiosk-kiosk sekitarnya karena rapatnya bangunan di pasar tersebut," jelas Agus.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan tim penyelidik kebakaran. Beberapa saksi mata mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat menyembur dari kios yang menjual peralatan listrik.
Kepala Pasar Cikarang Utara, Budi Santoso, mengatakan kejadian ini membuat sejumlah pedagang mengalami kerugian. "Saat ini kita masih menghitung jumlah kios dan pedagang yang terdampak. Namun diperkirakan ada sekitar 15 kiosk yang ludes terbakar," kata Budi.
Ia menjelakan bahwa pasar tersebut memang sudah lama menjadi pusat perbelanjaan yang ramai di Cikarang Utara. Kebakaran ini tentu akan memberikan dampak bagi para pedagang dan aktivitas ekonomi di sekitar pasar.
Tindakan Pencegahan dan Evakuasi Berjalan Lancar
Menanggapi kejadian ini, pihak keamanan pasar dan warga sekitar segera melakukan evakuasi untuk menyelamatkan barang-barang bernilai tinggi dari kiosk-kiosk yang belum terkena api. "Warga dan pedagang lainnya membantu memindahkan barang-barang ke tempat aman untuk mengurangi kerugian," tambah Budi.
Agus Salim menambahkan bahwa timnya juga melakukan pendinginan untuk mencegah api menyala kembali. "Setapi api utama berhasil dipadamkan, kita masih melakukan pendinginan di sekitar area kebakaran untuk mencegah terjadinya barisan kembali," jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pihak pasar berencana melakukan evaluasi kembali sistem keamanan khususnya terkait penanganan listrik. "Kami akan koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan semua kiosk memenuhi standar keamanan terutama terkait instalasi listrik," ujar Budi.
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Ini
Untungnya, dalam peristiwa kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Namun, dua pemadam kebakaran mengalami luka ringan akibat terpeleset saat melakukan pemadaman. Keduanya langsung mendapat perawatan medis di lokasi dan kondisinya sudah stabil.
Kepala Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Ahmad Fauzi, meminta para pedagang untuk tetap tenang dan kooperatif dalam penanganan pasca-kebakaran. "Pemerintah daerah akan membantu para pedagang yang terkena dampak kebakaran ini. Kami akan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu pemulihan," kata Ahmad.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pasar-pasar di wilayahnya untuk mencegah kejadian serupa. "Kami akan lakukan inspeksi ke semua pasar untuk memastikan standar keamanan terpenuhi, terutama terkait sistem listrik dan kelengkapan alat pemadam kebakaran," pungkasnya.
Komentar (0)