Penumpang KRL Makin Padat, Danantara Desak KAI Susun Masterplan
Kebutuhan akan angkutan massal rel di Jabodetabak kembali menjadi sorotan setelah data menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) dalam beberapa bulan terakhir. Koordinator Gerakan Penumpang Angkutan Massal Danantara menyampaikan desakan agar PT KAI Commuter Line segera menyusun masterplan yang komprehensif dalam mengantisipasi lonjakan penumpang yang terus meningkat.
Menurut data yang dihimpun Danantara, rata-rata penumpang KRL di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabak) meningkat hingga 30% dibandingkan periode sebelum pandemi. Puncaknya terjadi pada jam-jam sibuk, terutama pada pukul 06.00-09.00 WIB dan 16.00-19.00 WIB, di mana stasiun-stasiun utama seperti Jakarta Kota, Gambir, dan Manggarai sering kali kelebihan daya tampung.
Situasi di Lapangan
Kondisi di lapangan memang menunjukkan kepadatan yang meningkat. Banyak koridor KRL, terutama lintas Bogor-Depok (BOGOR DEPOK) dan Jakarta-Bekasi (JAKBEK), sering kali beroperasi dengan kapasitas di atas batas aman. Penumpang terpaksa berdiri bahkan di sasis kereta dan area antar gerbong demi sampai tujuan.
"Kami sering mendapatkan laporan dari penumpang bahwa kereta sudah penuh sebelum mencapai stasiun ke-3 dari juru angkut. Ini tentu sangat tidak nyaman dan berisiko," ujar Rudi, aktivis Danantara yang rutin melakukan monitoring keberangkatan KRL.
Sementara itu, KAI Commuter Line telah mengakui peningkatan jumlah penumpang namun menegarkan operasional tetap berjalan normal. "Kami telah menambah frekuensi keberangkatan di beberapa koridor yang memiliki demand tinggi," kata Eva, juru bicara KAI Commuter Line.
Desakan Masterplan Jangka Panjang
Melihat tren peningkatan ini, Danantara menilai langkah-langkah yang bersifat reaktif seperti menambah frekuensi keberangkatan tidak lagi cukup. "Kebutuhan akan solusi jangka panjang yang berkelanjutan adalah sebuah keharusan," tegas Ahmad, koordinator utama Danantara.
Dalam desakannya, Danantara meminta KAI Commuter Line untuk segera menyusun masterplan yang komprehensif yang mencakup beberapa aspek penting. Pertama, penyesuaian jadwal keberangkatan yang lebih responsif terhadap pola pergerakan penumpang yang terus berubah. Kedua, optimalisasi armada dengan mempertimbangkan pengadaan kereta baru atau perpanjangan rangkaian kereta yang ada.
Ketiga, penyesuaian tarif yang lebih adil dan terjangkau untuk mendorong efektivitas pemindahan moda dari transportasi pribadi ke angkutan massal. Keempat, peningkatan sarana dan prasarana di stasiun untuk mengakomodasi jumlah penumpang yang terus bertambah.
Tantangan di Depan Mata
Implementasi masterplan ini tentu tidak tanpa tantangan. Keterbatasan infrastruktur yang sudah ada menjadi salah satu hambatan utama. Selain itu, isu keuangan juga menjadi pertimbangan penting dalam merealisasikan berbagai program yang direncanakan.
"Kami sadar bahwa ini bukan tugas mudah, tapi jika tidak segera diantisipasi, masalah kepadatan ini akan semakin parah dan berdampak negatif pada mobilitas masyarakat," tambah Ahmad.
Danantara juga menyoroti pentingnya melibatkan berbagai pihak terkait dalam proses penyusunan masterplan ini. Pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat harus turut serta memberikan masukan dan rekomendasi agar solusi yang dihasilkan benar-benar tepat sasar.
Reaksi KAI dan Langkah Selanjutnya
Sementara itu, KAI Commuter Line mengaku tengah mempelajori desakan ini. "Kami terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk penumpang, untuk terus meningkatkan layanan," ujar Direktur Utama KAI Commuter Line, Rosario Putra.
Menurut Rosario, KAI telah memulai beberapa langkah antisipatif, termasuk studi kelayakan untuk ekspansi jaringan dan peningkatan kapasitas. Namun, ia mengakui bahwa diperlukan perencanaan jangka panjang yang lebih matang.
Danantara berencana mengadakan pertemuan terbuka dengan KAI Commuter Line pada minggu depan untuk membahas lebih lanjut mengenai desakan masterplan ini. "Kami berharap dapat bekerja sama untuk menciptakan sistem angkutan massal yang lebih baik dan nyaman bagi semua penumpang," tutup Ahmad.
Komentar (0)