18, 2026
Nasional

Persebaya Masih Punya PR Besar, Dua Kali Tertinggal di Kandang Sendiri

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/18/6ad4d5be2b656-laga-persebaya-vs-pss-sleman_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Persebaya Masih Punya PR Besar, Dua Kali Tertinggal di Kandang Sendiri

Persebaya Surabaya menghadapi persoalan serius setelah dua kali mengalami kekalahan saat menjadi tuan rumah dalam dua laga terakhirnya. Prestasi buruk ini menunjukkan bahwa tim berjuluk Macan Putih ini masih memiliki masalah yang perlu diselesaikan, terutama dalam menjaga performa di kandang sendiri. Kekalahan beruntun ini tentu menjadi pukulan psikologis bagi skuad yang sebelumnya dikenal kuat di markasnya.

Kekalahan Beruntun di Kandang

Dalam dua pertandingan terakhir, Persebaya harus menelan pil pahit meski bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Pertama, mereka kalah 1-2 dari Persikabo 1973 dalam lanjutan Liga 1. Laga yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, ini menunjukkan bahwa lini pertahanan Persebaya masih rentan. Meski sempat unggul melalui gol Aryn Williams, tim akhirnya harus menyerah gol bunuh diri dari Ramadhan Sananta dan gol kemenangan dari Zulfiandi.

Satu minggu kemudian, Persebaya kembali kecewa saat menjamu PSS Sleman. Kali ini, skor 2-3 kembali membuat Macan Putih pulang dengan tangan kosong. Gol-gol Persebaya dicetak oleh Osas Saha dan Aryn Williams, namun tidak mampu menahan serangan Sleman yang mencetak gol melalui Rafli, M Rizky, dan Zulfiandi. Kekalahan ini semakin memperdalam masalah yang dihadapi Persebaya di laga kandang.

Analisa Masalah yang Dihadapi

Berdasarkan dua pertandingan terakhir, terlihat beberapa masalah mendasar yang menjadi PR besar bagi Persebaya. Pertama, konsistensi performa masih menjadi masalah. Meskuad memiliki pemain berkualitas, namun kemampuan untuk menampilkan performa stabil masih jauh dari harapan. Tim sering kesulitan mempertahankan keunggulan bahkan ketika sudah unggul.

Kedua, lini pertahanan tampaknya menjadi titik lemah. Keempat kali kebobolan dalam dua laga terakhir menunjukkan bahwa sistem pertahanan masih terlalu banyak celah. Terutama dalam situasi balik arah, di mana tim sering kebobolan setelah mencetak gol. Masalah komunikasi dan koordinasi antar pemain belakang tampaknya masih belum teratasi dengan baik.

Ketiga, strategi pelatih juga menjadi sorotan. Pilihan formasi dan penggantian pemain dalam beberapa kesempatan terkesan kurang tepat. Beberapa analis menyebutkan bahwa Persebaya lebih mudah dikendalikan saat mengendalikan bola, sementara lebih efektif saat serangan balik. Namun, tim sering kali memilih untuk menguasai bola dengan hasil yang tidak sesuai harapan.

Tanggapan Manajemen dan Pelatih

Manajemen Persebaya telah menyatakan kecewa dengan hasil yang diraih tim. "Kami tahu ada masalah yang perlu segera diselesaikan. Kekalahan beruntun di kandang tidak boleh berlanjut. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menemikan solusi," ujar salah sepetinggi manajemen yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, pelatih Persebaya, Aji Santoso, mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan besar. "Kami tidak bisa menutupi bahwa performa tim tidak maksimal. Ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutang dalam hal konsistensi dan mental pertahanan. Kami akan bekerja keras untuk memperbaiki segalanya," ujar Aji Santoso seusai pertandingan melawan PSS Sleman.

Harapan untuk Pemulihan

Dengan sisa pertandingan Liga 1 yang masih cukup panjang, Persebaya masih memiliki cukup waktu untuk memperbaiki performa. Beberapa pemain kunci seperti Aryn Williams dan Osas Saha menunjukkan kualitas individual yang baik, namun permainan tim secara keseluruhan masih perlu diperbaiki.

Penantang berikutnya bagi Persebaya adalah Persita Tangerang dalam laga tandang. Laga ini menjadi kesempatan bagi Macan Putih untuk bangkit dan mengembalikan performa positif. Jika mampu meraih kemenangan, momentum ini dapat menjadi penentu bagaimana tim akan menjalani sisa musim.

Bagi suporter setia Persebaya, kekalahan beruntun ini tentu menjadi ujian. Namun, dukungan tetap diperlukan untuk membantu tim bangkit kembali. Seperti diketahui, atmosfer stadion yang penuh dukungan seringkali menjadi faktor penentu keberhasilan tim dalam membangun mentalitas juara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter