Pieter Huistra Ungkap Penyebab PSS Telat Panas di BRI Super League 2026/2027
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkap alasan di balik performa timnya yang terlihat belum optimal di awal BRI Super League 2026/2027. Menurutnya, banyak masalah yang dihadapi timnya bersumber dari internal, bukan dari faktor eksternal. Komentar ini disampaikan usai timnya gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan perdana di kompetisi Liga 1 musim ini.
"Kami menghadapi beberapa tantangan di awal musim ini, dan setelah saya analisis, banyak problem yang berasal dari dalam tim sendiri," ujar Huistra dalam konferensi pers usai pertandingan kontra Persikabo 1976 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (15/7/2026).
Performa Menurun di Awal Musim
PSS Sleman memulai kompetisi BRI Super League 2026/2027 dengan hasil yang tidak memuaskan. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini hanya mampu meraih satu poin dari tiga pertandingan perdana, dengan satu hasil imbang dan dua kekalahan. Performa ini jauh berbeda dengan ekspektasi sebelum musim dimana PSS dianggap sebagai salah satu tim yang berpotensi bersaing di papan atas klasemen.
Kelemahan tim terlihat jelas di lini pertahanan yang sering kebobolan dan serangan yang kurang efektif. Selain itu, PSS juga kesulitan dalam mengendalikan tempo permainan, sering kali kehilangan penguasaan bola di tengah lapangan.
Isu Internal yang Mengganggu
Mengenai masalah internal yang diungkap Huistra, beberapa isu telah beredar di kalangan penggemar dan media. Beberapa pemain kunci dikabarkan memiliki ketidakpuasan terkait status kontrak mereka yang belum diperpanjang. Selain itu, ada juga dugaan adanya fraksi dalam tim yang menyebabkan sinergi antar pemain terganggu.
"Saya tidak akan membahas detail masalah internal secara terbuka karena itu adalah urusan internal tim. Namun, sebagai pelatih, saya harus menyelesaikannya secepat mungkin untuk kebaikan tim," jelas Huistra yang menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan PSS pada awal 2026.
Ia menambahkan bahwa beberapa pemain senior perlu beradaptasi dengan sistem permainan yang baru diterapkan. Meskipun sudah memiliki waktu pra-musim yang cukup, proses adaptasi ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
Strategi untuk Membenahi Tim
Untuk membenahi performa tim, Huistra menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Ia berencana untuk memberikan tambahan latihan tambahan, terutama di segi kebugaran dan mental pemain. Selain itu, ia juga akan melakukan rotasi pemain untuk menemukan kombinasi terbaik.
"Kami harus kembali ke dasar. Saya akan melakukan sesi tatap muka satu-satu dengan setiap pemain untuk memahami masalah mereka. Dari situ, kita akan mencari solusi bersama," ujarnya.
Manajer PSS, Aji Santoso, mendukung penuh langkah yang diambil Huistra. Ia mengakui bahwa ada beberapa masalah internal yang perlu diselesaikan, namun percaya bahwa tim akan segera pulih.
"Kami sedang berada di tengah proses perbaikan. Masalah internal akan kita selesaikan dengan profesional. Yang terpenting adalah fokus pada peningkatan performa di lapangan," kata Aji.
Tanggapan Publik
Komentar Huistra mendapatkan berbagai respons dari publik. Sebagian penggemar menyatakan dukungan dan percaya bahwa pelatih asal Belanda ini mampu membenahi tim. Namun, ada juga pihak yang mempertanyakan kemampuan Huistra dalam mengelola masalah internal tim.
"Pelatih harus mampu mengendalikan tim. Jadi masalah internal harus segera diselesaikan karena itu berpengaruh langsung ke performa di lapangan," kata salah satu suporter PSS, Budi Santoso.
Dengan tiga pertandingan tanpa kemenangan, tekanan mulai menumpuk pada PSS. Tim dari Sleman ini akan segera menjalani laga tandang melawan Persija Jakarta pada pekan keempat kompetisi. Pertandingan ini dianggap sebagai ujian nyata bagi tim untuk membuktikan apakah mereka benar-benar mampu bangkit dari masalah yang dihadapi.
Komentar (0)