11, 2026
Teknologi

Polisi India Kejar-Tangkap Demonstran, New Delhi Sampai Lockdown

Kepolisian India menahan puluhan demonstran di New Delhi yang menuntut mundurnya Kepala Komisi Pemilihan. Aksi protes ini dipicu revisi daftar pemilih.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polisi India Kejar-Tangkap Demonstran, New Delhi Sampai Lockdown

Polisi India Kerahkan Pasukan Besar, Tangkap Demonstran di Beberapa Kota

Akibat unjuk rasa yang kian memanas terkait reformasi hukum kerja, pihak berwenang India telah mengumumkan lockdown di New Delhi dan beberapa kota lainnya. Ribuan personel polisi dikerahkan untuk mengamankan ibu kota dan menangkap para demonstran yang menentang undang-undang kontroversial yang baru disahkan pemerintah.

Situasi di New Delhi semakin memanas sejak pengumuman undang-undang yang dianggap akan merusak hak-hak buruh. Ribuan pekerja buruh dan aktivis lainnya telah menggelar aksi protes selama beberapa hari, dengan beberapa di antaranya berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Polisi merespons dengan memakai gas air mata, meriam air, dan memukul para demonstran untuk membubarkan kerumunan yang semakin besar.

Lockdown Diberlakukan di Beberapa Wilayah

Pemerintah Delhi telah mengumumkan lockdown di beberapa distrik di ibu kota tersebut, termasuk area di mana demonstrasi berlangsung. Akses ke wilayah-wilayah ini dibatasi, dan warga diminta untuk tidak keluar rumah kecuali untuk kebutuhan mendesak. Transportasi umum di beberapa area juga dihentikan untuk mencegah berkumpulnya massa.

Kepala Komisi Hak Asasi Manusia India, Justice H.L. Dattu, telah meminta pihak berwenang untuk menunjuk kehati-hatian dalam menangani situasi ini. "Kami mengingatkan aparat keamanan untuk mematuhi standar hak asasi manusia dalam menangani para demonstran. Setiap kekerasan berlebihan harus dicegah," ujar Dattu dalam sebuah pernyataan resmi.

Ratusan Orang Ditangkap

Menurut laporan dari berbagai sumber, ratusan orang telah ditangkap oleh polisi sejak awal aksi protes. Banyak dari mereka adalah buruh dan aktivis yang diduga terlibat dalam organisasi demonstrasi. Polisi mengklaim bahwa mereka hanya menangkap mereka yang terlibat dalam kekerasan dan kerusakan properti, namun kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa banyak demonstran yang ditangkap secara sewenang-wenang.

Sementara itu, pemerintah India tetap pada posisinya bahwa undang-undang reformasi kerja tersebut diperlukan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Menteri Tenaga Kerja Santosh Gangwar mengatakan bahwa undang-undang tersebut akan memberikan fleksibilitas kepada pekerja dan perusahaan, sambil tetap melindungi hak-hak buruh dasar.

Reaksi Internasional

Situasi di India telah menarik perhatian internasional. Banyak negara dan organisasi hak asasi manusia telah menyatakan keprihatinan mereka atas tindakan keras yang dilakukan oleh pihak berwenang terhadap para demonstran. PBB telah meminta pemerintah India untuk menjamin hak-hak para buruh dan menjamin bahwa setiap tindakan kekerasan akan diselidiki secara transparan.

Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa juga telah menyatakan keprihatinan mereka, meskipun mereka mengakui bahwa reformasi kerja tersebut diperlukan untuk ekonomi India. Para duta besar dari beberapa negara telah melakukan pertemuan dengan pejabat India untuk membahas situasi ini.

Dampak pada Ekonomi

Aksi protes dan lockdown yang diberlakukan di beberapa wilayah telah mulai menunjukkan dampak pada ekonomi India. Aktivitas di sektor manufaktur dan transportasi terganggu, dan banyak perusahaan yang melaporkan penurunan produksi karena para pekerja tidak dapat mencapai tempat kerja. Pasar saham juga mengalami tekanan akibat ketidakpastian politik yang meningkat.

Para ekonom memperingatkan bahwa situasi ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi India yang sudah terpuruk akibat pandemi COVID-19. "Ketidakstabilan politik dan sosial yang berkepanjangan dapat menghambat upaya pemulihan ekonomi," kata seorang ekonom senior dari sebuah lembaga riset terkemuka di Mumbai.

Masa Depan Protes

Para pemimpin buruh mengumumkan bahwa mereka akan terus melaksanakan aksi protes hingga undang-undang tersebut dicabut. Mereka merencanakan untuk menggelar aksi massif di ibu kota pada akhir pekan ini, meskipun ada kekhawatiran bahwa situasi dapat menjadi lebih memanas.

Pemerintah India menghadapi tantangan besar dalam menyelesaikan krisis ini tanpa menimbulkan lebih banyak korban dan kerusakan. Keseimbangan antara mempertahankan ketertiban dan menghormati hak-hak warga menjadi isu sentral dalam situasi yang semakin krusial ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter