Polisi Tangkap Pelaku Perusakan Bus Persib di Rest Area Tol Batang-Pemalang, Ternyata Ini Sosoknya
Polisi resmi menangkap pelaku yang diduga merusak bus tim sepakbola Persib Bandung di Rest Area Tol Batang-Pemalang. Identitas pelaku terungkap setelah penyelidikan intensif oleh Satuan Reskrim Polres Pekalongan. Pelaku yang merupakan warga asal Kabupaten Pekalongan ini akhirnya diamankan oleh pihak berwajib seusai melakukan aksi pencurian di wilayah Brebes.
Insiden perusakan bus Persib terjadi pada Rabu (11/10/2023) sekitar pukul 02.30 WIB. Bus yang membawa pemain dan official Persib Bandung U-18 tersebut sedang berhenti di Rest Area Tol Batang arah Jakarta saat dilakukan aksi vandalisme. Beberapa jendela bus pecah dan beberapa bagian exterior mengalami kerusakan akibat ditendang oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya pada saat itu.
Kronologi Penangkapan Pelaku
Menurut Kepala Polres Pekalongan AKBP Irfan Yusuf, penangkapan pelaku dilakukan setelah tim penyidik berhasil mengumpulkan bukti dan testimonial dari saksi mata. "Pelaku ditangkap di wilayah Brebes pada Kamis (12/10/2023) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ditangkap, pelaku sedang melakukan aksi pencurian di salah satu warung di kawasan tersebut," jelas AKBP Irfan Yusuf dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (13/10/2023).
Penangkapan ini berawal dari laporan korban yang menyebutkan ada orang yang mencoba masuk ke dalam bus dan melakukan aksi vandalisme. Tim investigasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan jejak digital maupun fisik. Melalui rekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, polisi berhasil mengidentifikasi sosok pelaku.
Identitas dan Motif Pelaku
Ternyata pelaku adalah seorang pria berinisial M (25), warga asal Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Menurut keterangan polisi, M merupakan mantan anggota suporter Persib yang sudah tidak aktif sejak tahun 2021. "Pelaku mengaku marah karena merasa tidak puas dengan performa tim Persib beberapa musim terakhir. Ia juga menyebutkan ada dendam pribadi terkait beberapa insiden di masa lalu," ujar Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Eko Priyanto.
Dalam pengakuannya, M mengakui perbuatannya dan mengaku bertindak sendiri. Ia mengaku sengaja mendatangi Rest Area Tol Batang-Pemalang saat mengetahui bus Persib akan berhenti di lokasi tersebut. "Pelaku menggunakan topi dan masker untuk menyembunyikan identitasnya. Ia mendekati bus dan langsung melakukan aksi perusakan dengan menendang beberapa jendela bus," jelas Eko Priyanto.
Tanggapan Tim Persib
Ketua tim Persib Bandung U-18, Asep Sumantri, menyatakan kekecewaannya atas insiden yang menimpa timnya. "Kami sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk mengikuti turnamen pramusim. Tiba-tiba ada orang yang mendekati bus dan melakukan aksi tidak terpuji. Untungnya tidak ada pemain atau official yang mengalami cidera," ujar Asep saat dihubungi secara telepon.
Asep menambahkan bahwa tim terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami kasus ini. "Kami akan sepenuhnya mendukung proses hukum yang berjalan. Kejadian ini tentu sangat menyakitkan bagi kami yang sedang berusaha memberikan yang terbaik untuk klub," tambahnya.
Reaksi Kepolisian dan Tindakan Lanjutan
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi mengapresiasi cepatnya penanganan kasus ini. "Penangkapan pelaku menunjukkan komitmen Polri dalam menegakkan hukum, terutama dalam kasus yang melibatkan olahraga. Kami tidak akan mentolerir aksi vandalism yang merugikan pihak lain," ujar Irjen Luthfi.
Polisi menjerat pelaku dengan pasal tentang pencurian dengan kekerasan dan perusakan barang milik orang lain. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara sesuai Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 406 KUHP tentang Perusakan Barang Milik Orang Lain.
Sementara itu, bus Persib Bandung U-18 yang rusak telah diperbaiki oleh tim teknis klub dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Insiden ini menjadi peringatan bagi klub untuk meningkatkan keamanan selama perjalanan jauh ke depannya.
Komentar (0)