28, 2026
Internasional

Potret Kebakaran Besar di Pemukiman Kumuh Gangnam Korea

Kebakaran melanda permukiman kumuh Guryong di Gangnam, Seoul, berdampak pada 77 rumah tangga dan 107 orang. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Potret Kebakaran Besar di Pemukiman Kumuh Gangnam Korea

Warga Pingsan saat Api Melahap Pemukiman Kumuh di Gangnam

Sebuah kebakaran besar melanda area pemukiman kumuh di kawasan Gangnam, Seoul, Kamis (15/6) siang. Api yang diduga berasal dari listrik rusak ini dengan cepat menjalar ke beberapa bangunan kayu di sekitar jalan gang sempit. Warga setempat panik saat melihat api memuncul dengan cepat dan memakan bangunan satu per satu.

Kepala Pemadam Kebakaran Seoul, Park Min-ho, mengatakan bahwa tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 14.15 WSK. Api sudah membakai sekitar lima bangunan saat mereka tiba. "Kondisi di lokasi sangat sulit karena akses yang terbatas dan jalan yang sempit. Kami harus membawa peralatan dengan tangan," ujarnya.

Evakuasi Darurat dan Korban Luka

Evakuasi darurat dilakukan oleh warga setempat dan tim penyelamat. Beberapa warga yang berada di dekat lokasi kebakaran mengalami gangguan pernafasan akibat asap tebal. Seorang warga lanjut usia, Kim Bok-soon (68), ditemukan tidak sadar di dalam rumahnya oleh tetangganya. Ia langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat dalam kondisi pingsan.

Seorang pemadam kebakaran muda bernama Lee Joon-selamat mengalami luka ringan saat berusaha mengevakuasi warga lanjut usia lainnya. "Api mengejutkan semua orang. Kami berusaha menyelamatkan warga secepat mungkin, tapi kondisi di gang sangat sempit dan asapnya pekat," kata Lee.

Penyebab Kebakaran Diduga Korsleting Listrik

Menurut sementara investigasi petugas pemadam kebakaran, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu bangunan tua di area tersebut. "Kami menemukan indikasi korsleting listrik sebagai pemicu utama api. Bangunan-bangunan di area ini sudah tua dan sering kali tidak memenuhi standar keamanan listrik," jelas Park Min-ho.

Area pemukiman kumuh di Gangnam ini sudah lama menjadi perhatian pemerintah setempat. Sebagian besar bangunan di sini dibangun tanpa izin dan menggunakan material yang mudah terbakar. Pemerintah Kota Seoul sudah berencana untuk merenovasi area ini, tetapi prosesnya masih berjalan lambat karena berbagai kendala hukum dan perizinan.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Warga

Dampak kebakaran ini sangat dirasakan oleh puluhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Warga yang selama ini tinggal di area kumuh Gangnam umumnya bekerja sebagai buruh harian, pedagang kaki lima, atau pegawai toko dengan penghasilan minimal. Kehilangan rumah dan barang bawaan mereka dalam kejadian ini membuat mereka kehilangan segalanya.

"Aku tidak bisa mengambil apa-apa saat api mulai menjalar. Hanya bisa berlari dengan menggendong cucu kecilku. Semua dokumen penting dan barang berharga kita hilang," kata Park Soon-ja (52), salah satu warga korban kebakaran.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Kota Seoul segera membuka posko darurat di dekat lokasi kebakaran. Mereka menyediakan tempat tinggal sementara untuk para korban bencana. Walikota Seoul, Oh Se-hoon, mengunjungi langsung lokasi kebakaran untuk mengecek kondisi para korban.

"Kami akan membantu para korban kebakaran Gangnam dengan memberikan tempat tinggal sementara dan bantuan finansial. Selain itu, kami akan mempercepat rencana revitalisasi area ini untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," ujar Oh Se-hoon dalam konferensi pers singkatnya.

Bantuan juga datang dari masyarakat sekitar. Banyak relawan yang datang ke posko untuk menyumbangkan makanan, pakaian, dan barang-barang lainnya yang dibutuhkan para korban. Beberapa organisasi sosial juga membuka program penggalangan dana untuk membantu para korban membangun kembali kehidupan mereka.

Peringatan untuk Pemukiman Kumuh di Ibu Kota

Insiden kebakaran di Gangnam ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemukiman kumuh di ibu kota Korea Selatan. Banyak ahli kebakaran menyatakan bahwa kondisi serupa bisa terjadi di area pemukiman kumuh lainnya yang memiliki karakteristik sama: bangunan tua, akses terbatas, dan sistem listrik yang tidak memenuhi standar keamanan.

Profesor Kim Dae-jung dari Universitas Nasional Seoul yang mengkaji tentang pemukiman kumuh mengatakan, "Kebakaran Gangnam menunjukkan betapa rentannya area pemukiman kumuh di kota-kota besar. Pemerintah perlu mengambil langkah konkrit untuk meningkatkan keamanan di area ini, bukan hanya sekadar rencana renovasi yang hanya di atas kertas."

Saat ini, tim investigasi masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti kebakaran dan mengevaluasi kerugian yang ditimbulkan. Pihak berwenang berjanji akan memberikan laporan lengkap dalam waktu dekat ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter