28, 2026
Nasional

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang 136 km Barat Daya Gunungkidul

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang 136 km Barat Daya Gunungkidul

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah 136 kilometer barat daya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (15/11) siang. Gempa yang terjadi pada pukul 13:51 WIB ini tidak berpotensi tsunami namun membuat warga panik dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini memiliki kedalaman 10 kilometer dan berpusat di laut. Gempa ini dirasakan hingga wilayah Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan sekitarnya dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) III hingga IV.

Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG, Mualimin, mengatakan bahwa gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar lokal. "Gempa bumi ini terjadi akibat aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut. Kedalaman yang dangkal membuat gempa dirasakan lebih kuat di permukaan," ujarnya.

Warga di sekitar lokasi gempa melaporkan merasakan getaran yang cukup kuat. Beberapa warga pun langsung bergegas meninggalkan rumah dan berlindung di tempat terbuka demi keamanan. "Tiba-tiba rumah goyang-goyang, lalu terdengar suara gemuruh. Saya langsung keluar rumah dan berdiri di halaman," kata warga setempat, Siti (45).

Sementara itu, Kepala BPBD Gunungkidul, Budi Santoso, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan di sejumlah titik. "Kami sudah mengirim tim ke sejumlah titik untuk melakukan pengecekan dampak gempa. Saat ini belum ada laporan korban jiwa namun ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan ringan," jelasnya.

Dilaporkan, beberapa rumah warga di Kecamatan Tepus dan Semanu mengalami retak-retak pada dinding serta pecahnya kaca jendela. Selain itu, sejumlah masjid dan sekolah di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan minor.

Gempa bumi ini juga membuat sejumlah fasilitas umum di Gunungkidul menghentikan sementara aktivitasnya. RSUD Gunungkidul sempat mengalami kepanikan namun tidak ada pasien yang mengalami cidera parah akibat gempa.

Evakuasi dan Tanggap Darurat

Setelah gempa terjadi, BPBD Gunungkidul langsung mengaktifkan posko tanggap darurat. Pihak juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar. "Kami mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancak isu hoaks. Untuk sementara, kami masih dalam tahap pengecekan dampak," kata Budi Santoso.

Tim SAR juga diterjunkan untuk membantu proses evakuasi jika diperlukan. "Kami sudah menyiapkan tim SAR untuk siap membantu jika ada korban atau kebutuhan evakuasi. Namun hingga saat ini belum ada laporan adanya korban terjebak atau terluka parah," ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gunungkidul juga mengimbau seluruh sekolah untuk melakukan evaluasi bangunan setelah gempa. "Kami meminta seluruh kepala sekolah untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan sebelum kegiatan belajar mengajar dilanjutkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Ahmad Fauzi.

Rekaman Gempa di Media Sosial

Beberapa warga merekam momen gempa dan membagikannya melalui media sosial. Video yang menunjukkan getaran kuat dan reaksi panik warga menjadi viral di berbagai platform. Namun, pihak berwenang meminta agar warga tidak menyebarkan video yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

"Video rekaman gempa boleh dibagikan namun harus disertai informasi yang jelas dan tidak menimbulkan kepanikan. Kami meminta agar media sosial digunakan untuk saling membantu dan berbagi informasi yang akurat," kata Kepala Divisi Humas BPBD Gunungkidul, Rina Wijayanti.

Riwayat Gempa di Wilayah

Wilayah Gunungkidul dan sekitarnya termasuk dalam jalur gempa aktif di Indonesia. Sebelumnya, wilayah ini juga pernah diguncang gempa dengan kekuatan berbeda. Pada tahun 2021, wilayah ini diguncang gempa magnitudo 5,0 yang juga tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. "Setelah gempa utama, biasanya ada beberapa gempa susulan yang mungkin terjadi. Warga diminta tetap waspada namun tidak perlu panik," kata Mualimin dari BMKG.

Sementara itu, pemerintah daerah setempat masih melakukan monitoring terus-menerus terhadap dampak gempa. "Kami akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi terkait dampak gempa ini kepada masyarakat," kata Bupati Gunungkidul, Badingah.

Warga diminta untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi. "Persiapkan tas darurat berisi pakaian, makanan, obat-obatan, dan dokumen penting. Juga pelajari cara bertahan diri saat gempa terjadi," kata Bupati Badingah menambahkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter