Prabowo Dorong Percepatan Revitalisasi Lebih dari 200 Museum-Aset Budaya
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan pentingnya percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum di Indonesia yang merupakan aset budaya bangsa. Dalam sambutannya pada acara pembukaan Musyawarah Nasional Museum Indonesia (Munas) di Jakarta, Prabowo menyatakan bahwa museum-museum tersebut harus menjadi pusat pemeliharaan dan pengembalian kejayaan sejarah Indonesia.
"Museum-museum kita bukan sekadar bangunan yang menyimpan artefak. Mereka adalah jantung kebudayaan bangsa, tempat kita meneladani sejarah, memahami identitas, dan membangun masa depan yang lebih baik," ujar Prabowo, Kamis (15/6/2023).
Komitmen Pemerintah dalam Pemulihan Museum Nasional
Prabowo menjelaskan bahwa revitalisasi museum-museum tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memulihkan dan mengembangkan aset budaya Indonesia. Menurutnya, banyak museum di Indonesia yang membutuhkan perhatian khusus terkait pengelolaan, pemeliharaan, dan pengembangan koleksi.
"Kita memiliki lebih dari 200 museum di seluruh Indonesia, namun sayangnya tidak semuanya beroperasi secara optimal. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan fisik, koleksi yang kurang terawat, dan kurangnya inovasi dalam penyajian," ujarnya.
Menteri ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola museum. Prabowo berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih baik bagi pengelolaan museum di wilayahnya, baik secara finansial maupun sumber daya manusia.
Inovasi dalam Pengelolaan Museum
Prabowo juga mendorong pengelola museum untuk terus berinovasi dalam menyajikan koleksi kepada publik. Menurutnya, penggunaan teknologi digital dapat menjadi solusi untuk menarik minat generasi muda mengenal sejarah dan budaya Indonesia.
"Kita harus bijak memanfaatkan teknologi digital untuk membuat museum lebih menarik dan interaktif. Dengan augmented reality, virtual reality, atau aplikasi mobile, pengunjung bisa merasakan pengalaman yang lebih imersif dalam menjelajahi koleksi museum," tambahnya.
Prabowo mencontohkan Museum Nasional yang telah mengimplementasikan sistem pemandu digital untuk pengunjung. Inovasi ini menurutnya telah meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum, terutama kalangan milenial dan Gen Z.
Dukungan Anggaran dan Kolaborasi
Dalam hal dukungan anggaran, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan revitalisasi museum mendapatkan alokasi yang memadai. Ia berjanji akan memprioritaskan anggaran untuk perbaikan infrastruktur, pemeliharaan koleksi, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang museum.
"Kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari kalangan akademisi, praktisi budaya, hingga komunitas pelestari budaya lokal. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap cerita dalam koleksi museum dapat diwariskan dengan baik kepada generasi mendatang," ujarnya.
Prabowo juga menekankan pentingnya peran swasta dalam mendukung pengelolaan museum. Ia mengajak para pelaku usaha untuk turut serta dalam program adoptasi museum sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) yang lebih berdampak.
Tantangan dan Peluang
Meski demikian, Prabowo mengakui ada tantangan dalam revitalisasi museum, terkait standar pengelolaan, keberlanjutan finansial, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Namun, ia optimis bahwa tantangan ini dapat diatasi dengan sinergi semua pihak.
"Museum adalah jendela masa depan kita. Dengan memahami masa lalu, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, revitalisasi museum bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa yang memiliki sejarah dan budaya kaya," pungkasnya.
Dengan dorongan dari Menteri Pertahanan ini, diharapkan percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, sehingga aset budaya bangsa dapat terpelihara dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi sekarang dan masa depan.
Komentar (0)