13, 2026
Politik

Seskab: Presiden Minta Semua Sumber Daya Dikerahkan, Percepat Atasi Karhutla

Presiden Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla, fokus pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Lebih dari 60 ribu personel dikerahkan untuk pemadaman.]]>

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Seskab: Presiden Minta Semua Sumber Daya Dikerahkan, Percepat Atasi Karhutla

Seskab: Presiden Minta Semua Sumber Daya Dikerahkan, Percepat Atasi Karhutla

Kepala Sekretariat Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Permintaan ini disampaikan Presiden dalam rapat koordinasi yang digunakan untuk menangani karhutla yang semakin meluas.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden tersebut, Pramono menjelaskan bahwa Presiden menekankan perlunya percepatan penanganan karhutla agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. "Presiden meminta semua sumber daya yang ada dikerahkan secara maksimal untuk mengatasi karhutla ini," ujar Pramono seusai rapat di Istana Negara, Jakarta.

Langkah-langkah Darurat

Menanggapi instruksi Presiden, pemerintah segera mengambil serangkaian langkah darurat untuk menangani karhutla. Langkah-langkah ini meliputi peningkatan kapasitas tim pemadam kebakaran, pengadaan alat berat untuk membuat garap pembatas, serta penyiapan pesawat untuk operasi semprot air.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan pusko darurat bencana untuk karhutla di beberapa provinsi. "Kami telah mengaktifkan pusko darurat di provinsi-provinsi yang terdampak karhutla. Tim darurat dari pusat sudah diterjunkan ke lokasi," jelas Suharyanto.

Wilayah Terdampak

Hingga saat ini, karhutla telah melanda sejumlah provinsi di Indonesia, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kebakaran terutama terjadi di area lahan gambut yang kering akibat musim kemarau.

Data dari BNPB menunjukkan bahwa selama Januari hingga September 2023, tercatat sebanyak 1.391 titik kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area terbakar mencapai 226.945 hektare. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Kabut asap (smog) hasil pembakaran menyebabkan peningkatan kasus gangguan pernapasan di wilayah terdampak.

Pencegahan dan Penindakan

Untuk mencegah karhutla berlanjut, pemerintah akan meningkatkan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. "Kami akan menindak tegas siapa pun yang melakukan pembakaran secara ilegal. Pihak kepolisian dan kehutanan telah diperintahkan untuk melakukan penyelidikan dan penindakan," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat program revitalisasi lahan gambut melalui sistem agropolitan dan pekat desa. Program ini bertujuan untuk mengubah lahan gambut yang rawan kebakaran menjadi lahan produktif.

Koordinasi Nasional dan Internasional

Untuk mengatasi karhutla yang melintasi batas provinsi dan bahkan negara, pemerintah mengoptimalkan koordinasi antarinstansi dan pihak terkait. "Kami akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta komunitas masyarakat di lokasi," tambah Pramono Anung.

Pemerintah juga terbuka untuk menerima bantuan dari komunitas internasional dalam penanganan karhutla. Beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura telah menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia dalam mengatasi masalah ini.

Respons Masyarakat

Masyarakat di wilayah terdampak karhutla diminta untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah. Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit.

Para pemuda di daerah terdampak juga turut terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla melalui program gotong royong pemadaman kebakaran. "Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pencegahan dan penanganan karhutla," ujar Plt. Gubernur Riau Edy Natar Nasution.

Target Penanganan

Pemerintah menargetkan seluruh titik api dapat dikendalikan dalam waktu dekat. "Target kami adalah semua titik api dapat dipadamkan dalam waktu 14 hari ke depan," kata Suharyanto dari BNPB.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan terus menambah personel dan alat berat ke lokasi kebakaran. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penanaman kembali lahan yang terbakar dengan jenis tanaman yang tahan kekeringan.

Strategi Jangka Panjang

Selain penanganan darurat, pemerintah juga merencanakan strategi jangka panjang untuk mencegah karhutla terulang. Strategi ini meliputi peningkatan sistem pengawasan cuaca dan kebakaran hutan, revitalisasi lahan gambut, serta edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran hutan dan lahan.

"Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah karhutla terjadi di masa depan. Ini adalah tanggung jawab bersama kita semua," tutup Pramono Anung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter