30, 2026
Politik

Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS di India, Disambut Pelukan Hangat PM Modi

Presiden Prabowo menghadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi, disambut PM Modi. Prabowo disambut pelukan hangat PM Modi.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS di India, Disambut Pelukan Hangat PM Modi

Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS di India, Disambut Pelukan Hangat PM Modi

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang berlangsung pada 22-24 Agustus 2023. KTT tahunan kelompok lima negara berkembang ini menjadi sorotan internasional, terutama dengan kehadiran Prabowo yang disambut hangat oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Prabowo tiba di New Delhi pada Rabu (23/8) dini hari waktu setempat. Kunjungan ini menandai partisipasi aktif Indonesia dalam forum multilateral strategis yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap pihak India atas penyelenggaraan KTT BRICS yang sukses.

Sambutan Hangat dari Perdana Menteri India

Salah momen paling mencolok dalam kunjungan Prabowo adalah ketika disambut oleh Perdana Menteri Narendra Modi di Istana Rashtrapati Bhavan. Kedua pejabat tinggi saling berpelukan hangat, menunjukkan kedekatan hubungan bilateral antara Indonesia dan India.

"Saya sangat terharu dengan sambutan hangat dari Perdana Menteri Modi," ujar Prabowo dalam konferensi pers singkat setelah pertemuan bilateral. "Hubungan antara Indonesia dan India telah berjalan selama berabad-abad, dan saya percaya kolaborasi kita di forum BRICS akan semakin memperkuat persahabatan ini."

Modi dalam sambutannya menyorosi pentingnya peran Indonesia dalam dinamika geopolitik global. "Kehadiran Menteri Prabowo di KTT BRICS ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama antara negara-negara berkembang," kata Modi.

Isi Utama KTT BRICS ke-18

KTT BRICS ke-18 membahas berbagai isu strategis global, termasuk reformasi tatanan ekonomi internasional, ketahanan pangan, energi, dan keamanan maritim. Indonesia, sebagai salah satu negara anggota terbaru BRICS+ (sejak Januari 2024), turut aktif menyampaikan pandangan dan kontribusi dalam diskusi tersebut.

Dalam sidut pleno pertama, Prabowo menyoroti pentingnya menciptakan sistem keuangan global yang lebih inklusif dan adil. "Kita perlu membangun sistem ekonomi yang tidak hanya menguntungkan negara-negara maju, tetapi juga memberikan ruang bagi negara-negara berkembang untuk berkembang," ujarnya.

Topik lain yang menjadi perhatian utama adalah ketahanan pangan. Prabowo mengusulkan pendekatan kolaboratif dalam mengatasi krisis pangan global melalui pertukaran teknologi dan peningkatan konektivitas pasokan antar negara anggota BRICS.

Pertemuan Bilateral dengan Pejabat India

Selain pertemuan dengan PM Modi, Prabowo juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan pejabat tinggi India, termasuk Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan ekonomi.

"Kita telah sepakat untuk meningkatkan frekuensi latihan militer bersama dan memperdalam kerja sama industri pertahanan," jelas Prabowo. "Kami juga membahas potensi investasi India di Indonesia sektor infrastruktur dan teknologi."

Reaksi Terhadap Ekspansi BRICS

KTT BRICS ke-18 juga menjadi momen penting dengan adanya rencana ekspasi anggota. Pada pertemuan ini, enam negara baru diumumkan akan bergabung dengan BRICS mulai Januari 2024, yaitu Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Argentina.

Prabowo menyatakan dukungan Indonesia terhadap ekspansi ini. "Ekspasi BRICS adalah langkah positif yang akan meningkatkan representasi suara negara-negara Selatan di panggung internasional," tegasnya. "Ini menunjukkan bahwa BRICS tidak hanya sekalian forum, tetapi gerakan nyata untuk menciptakan tatanana global yang lebih seimbang."

KTT BRICS ke-18 di India dianggap sebagai kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkuat posisi diplomatisnya di kancah internasional. Dengan menghadiri forum ini, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk terlibat aktif dalam membentuk agenda global dan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter