30, 2026
Nasional

KP Sanjaya Sisir Area Anak Krakatau Cari Jurnalis Hilang Kontak

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

KP Sanjaya Sisir Area Anak Krakatau Cari Jurnalis Hilang Kontak

Tim dari Kapal Patroli (KP) Sanjaya terus melakukan pencarian intensif terhadap seorang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau, Selasa (23/5). Operasi pencarian yang digelar sejak dua hari sebelumnya masih belum membuahkan hasil, namun tim penyelamat tidak menyerah terus menyisir area berbahaya tersebut.

Kepala Pencarian dan Pertolongan Basarnas Lampung, Yudi Handoyo, mengatakan bahwa tim KP Sanjaya telah ditempatkan di sekitar perairan Anak Krakatau untuk melakukan patroli dan pencarian menyeluruh. "Kami masih dalam kondisi siaga dan terus memantau perkembangan cuaca untuk memastikan keselamatan tim pencari," ujarnya.

Identitas Korban dan Kronologi Hilangnya

Jurnalis yang dilaporkan hilang diketahui bernama Rizki Pratama, seorang reporter senior yang bekerja untuk salah satu stasiun televisi nasional. Rizki terakhir kali terlihat saat meliput aktivitas gunung berapi di Anak Krakatau pada Senin (22/5) siang.

Menurut rekan kerja Rizki, korban terlihat mendekati area paling dekat dengan kawah gunung tersebut untuk mendapatkan gambar dan video yang lebih menarik. "Rizki sangat bersemangat dalam meliput aktivitas vulkanik Anak Krakatau. Dia bilang akan mencari spot terbaik untuk mengabadikan aktivitas erupsi yang terjadi," ujar salah satu rekan kerjanya yang enggan disebutkan namanya.

Ketika rekan-rekannya hendak pulang pada sore hari, Rizki tidak terlihat lagi di tempat pertemuan yang telah disepakati sebelumnya. Upaya telepon dan pesan singkat tidak juga membuahkan respons, sehingga akhirnya dilaporkan hilang.

Kondisi Wilayah Pencarian yang Berbahaya

Wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau termasuk salah satu area yang berbahaya bagi aktivitas manusia. Gunung yang lahir dari letusan dahsyat pada tahun 1883 ini masih aktif dan sering mengalami erupsi kecil hingga sedang.

"Anak Krakatau memiliki aktivitas vulkanik yang tingkatnya tidak dapat diprediksi dengan pasti. Ada potensi longsoran, erupsi phreatik, dan bahaya tsunami lokal yang harus diwaspadai," jelas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrar Prihadi.

Menurutnya, cuaca di sekitar perairan Anak Krakatau juga sering berubah drastis, membuat operasi pencarian menjadi lebih sulit. "Angin kencang dan ombak tinggi sering terjadi di sekitar wilayah itu, terutama pada siang hari," tambahnya.

Upaya Pencarian yang Dilakukan

Selain KP Sanjaya, tim pencarian juga melibatkan kapal patroli dari Basarnas dan TNI AL. Tim penyelamat menggunakan alat canggih seperti drone dan peralatan pemindai bawah laut untuk membantu proses pencarian.

"Kami sudah melakukan sweep area dengan beberapa kali menggunakan side scan sonar untuk memindai dasar laut di sekitar lokasi terakhir kali Rizki terlihat. Namun hingga kini belum ada penemuan," ujar Komandan KP Sanjaya, Letnan Dua (Letda) Laut Andi Pratama.

Tim juga meminta bantuan nelayan setempat yang mengenal kondisi perairan Anak Krakatau untuk membantu memberikan informasi tentang potensi area di mana Rizki bisa berada.

Harapan dan Dukungan Keluarga

Keluarga Rizki yang tinggal di Jakarta sudah tiba di Lampung untuk ikut memantau perkembangan pencarian. Ibu korban, Siti Aminah, mengaku masih berharap putranya ditemukan dalam keadaan selamat.

"Kami masih optimis Rizki akan ditemukan. Dia seorang pemberani tapi juga cerdas dalam mengambil risiko. Kami percaya dia sedang dalam keadaan aman dan akan segera kembali," ucap Siti dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Redaksi stasiun televisi tempat Rizki bekerja juga turut memberikan dukatan penuh bagi keluarga dan tim pencarian. "Kami berdoa untuk keselamatan Rizki dan apapun hasilnya, kami siap mendukung keluarganya," ujar Kepala Redaksi tersebut.

Status Siaga dan Peringatan

BPBD Lampung telah menetapkan status siaga gunung berapi Anak Krakatau Level II (Waspada). Warga wisata dan nelayan diminta untuk tetap menjaga jarak minimal 2 kilometer dari puncak kawah gunung berapi tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat, terutama mereka yang aktivitasnya berhubungan dengan laut, untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya yang bisa timbul dari aktivitas Anak Krakatau," kata Kepala BPBD Lampung, Bambang Heru Purnomo.

Operasi pencarian terus berlanjut dengan harapan Rizki Pratama bisa segera ditemukan. Tim penyelamat berjanji akan terus berusaha hingga korban ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun tidak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter